Profesi petani sangat dikenal dalam masyarakat kita. Kita bisa makan nasi, sayur, lauk, minum teh, susu, jahe, kopi, cokelat juga atas jasa petani secara umum. Mari kita baca pengertian petani berikut ini. Menurut KBBI, petani berasal dari kata tani. Tani artinya mata pencaharian dalam bentuk bercocok tanam; mata pencarian dalam bentuk mengusahakan tanah dengan tanam-menanam. Bertani yaitu bercocok tanam; mengusahakan tanah dengan tanam-menanam. Pertanian adalah 1 perihal bertani (mengusahakan tanah dengan tanam-menanam); 2 segala yang bertalian dengan tanam-menanam (pengusahaan tanah dsb). Petani ialah orang yang pekerjaannya bercocok tanam. Ada beberapa sebutan petani yang dapat dikemukakan. Di antaranya; Petani berdasi yaitu pemilik sawah (kebun dsb) yang tidak pernah mengerjakan sendiri tanahnya. Petani gurem ialah petani kecil (biasa memiliki lahan kurang dari 0,25 ha). Petani monokultur adalah petani yang hanya menanam satu jenis tanaman. Petani penggarap artinya petani yang menggarap tanah orang lain dengan sistem bagi hasil.

Ada beberapa ragam pertanian. Di antaranya, pertanian ekstraktif yaitu pertanian yang pengusahaannya dengan mengambil hasil dari alam dan tanah tanpa usaha menyuburkan kembali tanah dan sebagainya untuk keperluan pengambilan di kemudian hari. Pertanian generatif yakni pertanian yang memerlukan usaha pembibitan, pengolahan, pemeliharaan, dsb (pada tanaman dan hewan).

Pertanian huma: pertanian ladang (corak usaha tani primitif dengan menebang pohon-pohonan untuk dibakar sehingga tanah dapat ditanami). Pertanian kering: pertanian tanpa irigasi di daerah yang curah hujannya terbatas. Pertanian komersial: pertanian yang bertujuan memenuhi kebutuhan perdagangan. Pertanian menetap: pertanian yang diusahakan secara menetap dengan menggarap bidang tanah yang sama dari tahun ke tahun. Pertanian monokultur: usaha pertanian untuk satu jenis tanaman pada sebidang lahan. (KBBI)

Masih menurut KBBI, pembangunan adalah proses, cara, perbuatan membangun. Pembangunan dunia yaitu ikhtiar untuk mengubah keadaan dunia masa lampau yang tidak sesuai dengan cita-cita kehidupan manusia lahir maupun batin dengan tujuan agar dapat mewariskan masa depan yang membahagiakan bagi generasi yang akan datang.

Kabupaten Grobogan terdiri atas 19 kecamatan, dan ratusan desa dan kelurahan. Sembilan belas kecamatan tersebut adalah Tawangharjo, Purwodadi, Wirosari, Grobogan, Godong, Gubug, Pulokulon, Toroh, Geyer, Penawangan, Ngaringan, Kradenan, Gabus, Brati, Klambu, Tegowanu, Kedungjati, Tanggungharjo, dan Karangrayung. Di Kabupaten Grobogan terdapat sekitar 280 desa dan kelurahan. Sebagai daerah terluas kedua di Propinsi Jawa Tengah, Kabupaten Grobogan mempunyai lahan pertanian yang cukup luas. Berbagai produk pertanian dapat dihasilkan oleh daerah yang termasuk lumbung pangan Jawa Tengah, bahkan lumbung pangan nasional ini. Tak heran jika mayoritas penduduknya mempunyai pekerjaan sebagai petani. Mayoritas lahan pertanian ada di desa. Jadi, tak heran jika sebagian besar petani bermukim di desa.

Ketika saya berkunjung ke Desa Kemadohbatur Kecamatan Tawangharjo, sebagian besar penduduk berprofesi sebagai petani. Desa Kemadohbatur terdiri dari sembilan dusun, yaitu Dusun Tlogomanik, Widuri, Srikuning, Madoh, Batur, Plumpung, Guwo, Sukorejo, dan Getasari. Meski demikian, ada pula yang menjadi penulis, guru, wirausaha/wiraswasta, pegawai negeri, pegawai swasta, tukang bangunan, buruh bangunan, dll. Ada pula yang merantau untuk bekerja atau berwirausaha ke berbagai daerah di Indonesia. Bahkan ada juga yang bekerja menjadi pahlawan devisa, yaitu Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri.

Saat ini, dengan semakin mudahnya akses untuk mendapatkan pendidikan, banyak generasi muda Kabupaten Grobogan dari keluarga petani yang dapat menempuh pendidikan tinggi. Ada yang telah berhasil diterima kuliah atau telah lulus di perguruan tinggi favorit dan terkemuka di Indonesia, misalnya Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang, Universitas Terbuka (UT) Jakarta, Universitas Indonesia (UI) Depok, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

 

Petani adalah Pahlawan Pangan

Sejarah mencatat keberhasilan pemerintah Orde Baru dalam meningkatkan produksi pangan khususnya padi. Secara makro prestasi itu sangat membanggakan. Tetapi prestasi gemilang dalam peningkatan produksi ini tidak diikuti peningkatan pendapatan petani yang menjadi aktor utama peningkatan produksi pangan (padi) tersebut.

Menurut Prof. Bungaran Saragih, disadari atau tidak, politik pertanian yang berorientasi pada peningkatan produksi tersebut, telah “memfasilitasi” para petani untuk tetap berada dan menggantungkan hidupnya pada ekonomi usaha tani yang justru merupakan kegiatan ekonomi yang memiliki nilai tambah kecil. Sermentara kegiatan yang memiliki nilai tambah terbesar , yaitu pada kegiatan pengadaan dan perdagangan saprotan, alsintan serta kegiatan pengolahan hasil dan perdagangan produknya (off-farm) diserahkan kepada mereka yang bukan petani. Akibatnya, setiap peningkatan produksi, nilai tambah yang dinikmati petani tetap kecil, sementara mereka yang berada pada ekonomi non-usahatani menikmati nilai tambah yang besar, baik nilai tambah perubahan bentuk (form utility), tempat (place utility), maupun nilai tambah karena waktu (time utility).(Noertjahyo, 2005:77-78)

Dengan kemampuan dan usahanya, petani dapat panen pada setiap musim panen sebagai rezeki dari Allah SWT. Para petani berjasa besar dalam penyediaan bahan pangan. Misalnya, beras, jagung, dll. Para petani adalah pahlawan pangan. Ini berarti mereka juga pahlawan kemanusiaan. Tanpa perjuangan para petani dalam bercocok tanam, tak akan ada bahan makanan yang tersedia. Bapak Wakidin seorang petani dan tokoh masyarakat Kemadohbatur pernah mengungkapkan bahwa ketika belum ditemukan varietas unggulan padi, jagung, maka bahan makanan pun langka. Istilahnya adalah paceklik. Sehingga dulu pernah makan nasi ganyong. Kini, para petani Kabupaten Grobogan mampu menyumbang pasokan beras nasional. Ketika musim panen tiba, para petani di berbagai penjuru Kabupaten Grobogan sibuk dengan pekerjaannya. Meskipun kadang harga jual hasil panen tak sebanding dengan biaya produksi.

Para petani juga turut menyumbang pendapatan negara dengan membayar pajak bumi dan bangunan (PBB). Pendapatan negara dari pajak sangat penting untuk melaksanakan pembangunan. Ini artinya, petani pun berperan besar dalam pembangunan nasional pada umumnya, dan pembangunan daerah pada khususnya.

Pilkades dan Pembangunan Desa

Pada tahun 2012 dan 2013, di Kabupaten Grobogan telah diselenggarakan berbagai kegiatan penting. Kegiatan penting tersebut diantaranya adalah Pemilihan kepala desa (Pilkades). Para calon kepala desa tampil dalam Pilkades yang sangat penting bagi kelanjutan pembangunan di kabupaten Grobogan pada umumnya, dan di desa-desa pada khususnya. Calon yang terpilih dalam suatu pemilihan menjadi kepala desa selama satu periode.

Pada umumnya, kepala desa di Indonesia dipilih melalui mekanisme pemilihan kepala desa (secara langsung). Agar lebih mengerti mengenai makna suatu pemilihan, termasuk Pilkades, sebagaimana saya kemukakan dalam tulisan saya bahwa dalam sebuah negara yang demokratis, berikut saya sampaikan beberapa istilah yang artinya dapat dibaca di KBBI. Pemilih adalah orang yang memilih. Pemilihan adalah proses, cara, perbuatan memilih. Pemilihan langsung yaitu pemilihan (anggota DPR) langsung oleh rakyat. Pemilihan umum adalah pemilihan yang dilakukan serentak oleh seluruh rakyat suatu Negara (untuk memilih wakil rakyat dsb). Kepala daerah yaitu orang yang mengepalai suatu daerah (misal gubernur untuk kepala daerah tingkat I dan bupati untuk daerah tingkat II).

Jika kepala negara adalah orang nomor satu di suatu negara, maka kepala desa sebagai pemimpin desa mempunyai posisi yang sangat signifikan dalam rangka pelaksanaan pembangunan suatu desa. Jika suatu desa dipimpin oleh orang yang berdedikasi tinggi, maka rakyat dapat menjadi senang hati. Karena pemimpinnya bersifat melayani. Jika pemimpin hidup sederhana, rakyat akan dapat hidup lebih sejahtera. Para pemimpin adalah contoh atau teladan bagi rakyatnya. Dalam KBBI juga dijelaskan bahwa kepala desa yaitu: orang yang mengepalai desa; lurah. Dalam Bahasa Inggris kepala desa yaitu village head.

Sebagai daerah terluas kedua di Propinsi Jawa Tengah, Kabupaten Grobogan berbatasan dengan beberapa daerah/kabupaten, yaitu Semarang, Kudus, Demak, Pati, Blora, Sragen, Boyolali, dan Ngawi (Provinsi Jawa Timur). Kabupaten Grobogan terdiri atas 19 kecamatan, dan ratusan desa dan kelurahan. Sembilan belas kecamatan tersebut adalah Tawangharjo, Purwodadi, Wirosari, Grobogan, Godong, Gubug, Pulokulon, Toroh, Geyer, Penawangan, Ngaringan, Kradenan, Gabus, Brati, Klambu, Tegowanu, Kedungjati, Tanggungharjo, dan Karangrayung. Sembilan belas kecamatan tersebut dipimpin oleh para camat, dan ratusan desa/kelurahan dikepalai oleh kepala desa/kepala kelurahan.

Pada pelaksanaan Pilkades, tak sedikit di antara kandidat yang bersaing adalah sosok yang masih menjabat atau incumbent. Ada kandidat yang merupakan kepala desa incumbent. Ada pula rivalitas atau persaingan antara suami dan isteri sama-sama maju dalam Pilkades. Ada pula rivalitas atau persaingan antara tetangga satu dusun sama-sama maju dalam Pilkades. Ini adalah hal yang wajar. Yang penting saling menghormati, menghargai, dan saling rukun satu sama lain. Menjelang Pilkades, harapan akan adanya perbaikan atau peningkatan kesejahteraan warga semakin tinggi. Tak mustahil, hal ini akan menjadi bahan kampanye para kandidat. Dalam Pilkades, hasil yang dicapai beragam. Cukup banyak calon incumbent yang terpilih kembali. Tak sedikit pula calon yang gagal. Basis pendukung calon kepala desa juga turut berpengaruh. Jika terpilih dalam Pilkades, mereka tentu akan bersyukur.

Menurut Sukarno, SIP, SS, kemenangan calon incumbent dalam Pilkades di berbagai desa dapat dilihat dari berbagai faktor. Pertama, calon incumbent relatif lebih berpengalaman baik di lembaga eksekutif maupun lembaga legislatif. Apalagi jika mereka selama menjabat mempunyai berbagai prestasi di tingkat lokal atau regional, bahkan tingkat nasional sehingga mendapatkan penghargaan dari pemerintah pusat (presiden atau menteri), tentu menjadi nilai tambah tersendiri.

Kedua, calon incumbent relatif lebih populer dibandingkan dengan calon-calon baru. Ada ungkapan terkenal yang mengatakan “tak kenal maka tak sayang.” Hal ini menunjukkan bahwa popularitas calon incumbent merupakan modal yang sangat berharga dalam mengikuti Pilkades. Dengan modal popularitas yang dimiliki di desa yang dipimpinnya, sebetulnya tanpa mengadakan kampanye, calon incumbent sudah cukup dikenal publik. Citra calon incumbent yang bagus tentu dapat menjadi salah satu kekuatan dalam Pilkades.

Ketiga, calon incumbent dapat dinilai kerja kerasnya selama menjabat. Warga masyarakat yang dipimpinnya adalah yang paling merasakan dampak langsungnya. Jika seorang pemilih merasa puas dengan kepemimpinan calon incumbent tanpa disuruh sekalipun maka mereka akan memilihnya. Demikian pula sebaliknya. Jika seorang pemilih merasa tidak puas, maka ada kemungkinan mereka akan mencari figur lain calon kepala desa yang dirasa akan dapat memenuhi harapannya.

Yang perlu diperhatikan oleh masyarakat pendukung adalah bahwa figur kandidat mempunyai daya tarik tersendiri dalam pemilihan umum, termasuk Pilkades. Kita dapat melihat bagaimana dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat. Barrack Husein Obama yang pada awalnya tidak diunggulkan ternyata mampu memenangi Pilpres AS. Bisa jadi, figur Obama mampu menjadi magnet dalam setiap kampanyenya. Selain itu, kemampuan Obama dalam membangun hubungan baik dengan berbagai komponen masyarakat AS turut berperan dalam kesuksesannya.

Selain itu, di tanah air misalnya. Bung Karno dipilih menjadi presiden sejak tahun 1945 atau sejak Indonesia merdeka, oleh para wakil rakyat. Meskipun tidak melalui pemilihan umum secara langsung, tetapi kualitas kepemimpinan Sukarno sangat tinggi. Sukarno tidak hanya dikenal sebagai tokoh nasional, tetapi juga tokoh internasional. Selain itu, keberhasilan Susilo Bambang Yudhoyono dalam pemilihan presiden 2009 untuk periode yang kedua menunjukkan bahwa figur, pengalaman dan kemampuan SBY sangat diapresiasi sebagian besar masyarakat Indonesia.

Kepala desa adalah pemimpin formal terdepan di sebuah desa. Sebagai orang nomor satu di desanya, kepala desa mempunyai peranan besar dalam setiap laju pembangunan berbagai bidang di desa yang dipimpinnya. Maka tak heran jika tak sedikit orang yang bercita-cita menjadi seorang kepala desa. Dalam suatu Pilkades, dana yang dibutuhkan relatif tidak sedikit. Untuk itu, Pilkades dapat menjadi ajang pemilihan calon kepala desa yang terbaik.

Kepemimpinan

Kepemimpinan merupakan faktor penting dalam suatu masyarakat. Kepemimpinan artinya perihal memimpin; cara memimpin. Sedangkan pemimpin yaitu orang yang memimpin (KBBI). Kepemimpinan dalam bahasa Inggris disebut leadership. Sedangkan pemimpin adalah leader. Dalam suatu kepemimpinan ada pihak yang memimpin (pemimpin) dan pihak yang dipimpin (pengikut atau follower). Kepemimpinan berkaitan erat dengan berbagai kegiatan yang bersifat mempengaruhi orang-orang. Tujuannya yaitu agar tujuan organisasi dapat dicapai. Kalau kita perhatikan, dalam setiap kegiatan pemerintahan desa, biasanya ada pidato atau sambutan dari kepala desa.

Sosialisi figur-figur kandidat yang akan bersaing dalam Pilkades dapat dilakukan hingga ke dusun-dusun terdekat, bahkan hingga dusun-dusun terpencil. Jauh sebelum Pilkades digelar, ada pula tokoh masyarakat yang membantu pembangunan dan atau perbaikan mushola, masjid, jembatan, jalan yang rusak. Jika tokoh-tokoh masyarakat yang mempunyai popularitas tinggi dan aktif dalam membantu pembangunan, tak tertutup kemungkinan mereka dapat dicalonkan sebagai kandidat kepala desa.

Oleh karena itu, kepala desa terpilih diharapkan dapat meningkatkan segala kemampuan yang dimiliki segenap komponen masyarakat di desanya dan mengarahkannya untuk membangun umat, masyarakat, bangsa dan negaranya pada umumnya dan Kabupaten Grobogan serta desanya pada khususnya.

Sukarno, SIP, SS berpendapat bahwa para petani memegang peranan yang juga penting dalam pemilihan kepala desa. Hal ini karena petani merupakan mayoritas penduduk di desa-desa di kabupaten terluas kedua di Jawa Tengah ini. Yang dapat dilakukan agar dapat memenangkan Pilkades, antara lain adalah menawarkan program-program yang realistis, menarik, dan menguntungkan para petani. Misalnya adalah program-program pembangunan untuk meningkatkan sarana, prasarana dan infrastruktur yang penting di bidang pertanian. Melihat potensi yang ada, pertanian akan dapat menjadi sektor andalan dalam pembangunan. Jalan, saluran irigasi/pengairan, layanan pupuk, obat-obatan pembasmi hama untuk produksi pertanian, alat-alat pertanian, dan layanan pasca panen (penjualan dan distribusi hasil panen) harus mendukung kegiatan para petani serta dapat meningkatkan kesejahteraannya. Kalau seluruh petani di semua desa di Kabupaten Grobogan sejahtera, otomatis Kabupaten Grobogan akan meraih prestasi sebagai kabupaten sejahtera.

Komponen masyarakat lainnya yang dapat meningkatkan perolehan suara adalah para wiraswasta atau wirausaha. Dalam kehidupan sehari-hari mereka berbaur dengan warga masyarakat lainnya. Ada yang menjadi pedagang, grosir maupun eceran. Ada yang menjadi produsen. Ada pula yang menjadi penyalur/distributor barang konsumsi warga. Jika ingin meraih simpati para wiraswasta/wirausaha, tawarkan program-program realistis yang dapat membantu peningkatan dan pertumbuhan usaha mereka. Misalnya, bantuan modal usaha, bantuan ketrampilan pengelolaan usaha, dll.

Yang tidak kalah pentingnya adalah netralitas pengajar/guru, baik di sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP/MTs), maupun pada sekolah menengah atas (SMA/SMK/MA). Para pendidik atau guru harus menahan diri agar tidak ikut-ikutan melakukan black campaign, atau terlibat dalam dukung-mendukung calon tertentu, yang dapat mengakibatkan ketidakharmonisan dalam masyarakat. Para pendidik atau guru seharusnya tidak terseret kepentingan yang bersifat pragmatis, yang dapat berbahaya bagi pembentukan generasi muda yang berkualitas.

Para pelajar dan mahasiswa yang mempunyai hak pilih memang jumlahnya relatif tidak lebih banyak dari pada jumlah petani. Tetapi kontribusi mereka akan dapat meningkatkan perolehan suara dalam Pilkades. Para pelajar dan mahasiswa sebagai bagian dari generasi muda mempunyai semangat dan tekad untuk tumbuh dan berkembang. Mereka adalah calon penerus perjuangan para generasi yang lebih tua.

Sepanjang sejarah perjuangan Indonesia, peranan para ulama dan santri sangatlah besar. Mereka mempunyai semangat pengabdian dan kecintaan pada bangsa dan negara. Para ulama yang berkarakter baik dan santri yang bergiat di yayasan/lembaga pendidikan berbasis islam, ormas Islam, relatif cukup banyak. Hal ini wajar, karena mayoritas warga Kabupaten Grobogan pada khususnya dan Indonesia pada umumnya adalah pemeluk agama Islam.

Akhirnya, berhati-hatilah dalam menentukan pilihan Anda. Pilihan Anda akan turut menentukan masa depan pembangunan masyarakat di desa Anda pada khususnya, dan Indonesia pada umumnya. Yang jelas, partisipasi Anda dalam perhelatan demokrasi sangat berguna dalam melanjutkan usaha untuk membangun masyarakat yang gemah ripah loh jinawi tata tentrem kerta raharja.

Semoga Pilkades Grobogan yang dilaksanakan baik pada tahun 2012 maupun tahun 2013 dapat membawa perubahan yang lebih baik bagi masyarakat desa di Kabupaten Grobogan, sehingga semakin makmur dan sejahtera dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Amin. ***

Go to top