Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan faktor utama penopang pembangunan di negeri kita. Salah satu ancaman nyata yang dihadapi bangsa ini adalah kerusakan moral. Kerusakan moral hampir terjadi seluruh lapisan masyarakat.Keadaan saat ini sudah sampai pada kondisi yang sangat memprihatinkan. Dan itu terjadi pada semua level masyarakat. Anak-anak remaja hingga orang dewasa sudah banyak yang terjangkit penyakit ini. Secara disadari maupun tidak disadari kerusakan moral semakin dasyat menyerang generasi muda bangsa ini. Maraknya kenakalan dikalangan remaja, pergaulan bebas, tawuran, miras dan berbagai perilaku menyimpang lainnya merupakan bukti bahwa moral remaja kita sudah rusak. Hal itu dapat kita rasakan secara nyata ditengah-tengah kehidupan kita. Salah satu faktor penyebab menyebarnya kerusakan moral bangsa ini adalah kesalahan dalam mengakses informasi. Kemajuan tehnologi justru menambah cepatnya virus ini menjalar ditengah masyarakat kita. Teknologi informasi yang semula dibuat untuk memudahkan, tetapi dibalik itu tersimpan bahaya yang mengancam masa depan anak-anak kita.Kebebasan informasi yang saat ini dinikmati bangsa ini di satu sisi sangat bermanfaat dalam meningkatkan kecerdasan masyarakat, namun disisi lain penyebaran informasi negatif yang mengakibatkan kerusakan moral bangsa ini juga tidak terkendali. Kenyataan itu tidak dapat dipungkiri. Ini akibat masih amat kurang mampunya masyarakat kita dalam menghadapi derasnya arus globalisasi, transformasi dan informasi yang kini bebas tanpa hambatan masuk ke negeri ini.Tentu kita tidak   diam terhadap persoalan ini. Kerusakan moral adalah kemunkaran yang harus segera ditangani. Jika tidak, maka akan hancurlah kehidupan manusia.

Dengan kondisi ini salah satu alternatif membentengi dari rusaknya tatanan kehidupan moral adalah dengan memantapkan pondasi benteng keluarga dari informasi dan pengaruh negatif.Keluarga adalah benteng utama serta pondasi yang kokoh melindungi generasi penerus bangsa dari kerusakan moral di dalam keluarga. Pendidikan keluarga menjadi pilihan yang ideal.Rumah bisa menjadi pendidikan, karena dalam keluarga adalah sekolah sesungguhnya. Didalam keluarga rumah sebagai kebun pembibitan anak – anak yang kita persiapkan untuk mengubah peradaban, sesulit apapun tantangannya. Kekuatan doa menjadi penguat semangat sekaligus benteng penahan tekanan.Seorang anak yang hidup dan tumbuh dalam lingkungan keluarga yang baik akan memiliki modal kuat serta imunitas yang akan mampu menyaring segala pengaruh buruk dilingkungan masyarakatnya dibanding dengan anak yang tumbuh dalam keluarga yang rusak. Pendidikan di dalam keluarga adalah sarana efektif untuk melindungi anak-anak kita dari degradasi dan dekandensi moral. Peran orang tua menjadi panutan bagi generasi muda sangatlah besar. Dengan tidak diterabaikannya hak anak akan perhatian dan pendidikan yang baik, sebelum mereka menjadi korban paham kebebasan yang kebablasan. Peran pendidikan agama semestinya tidak dikalahkan dengan pendidikan lain yang memang memberi dampak positif namun semestinya dapat berjalan secara seimbang dan beriringan.

Tentu penanaman akhlak yang baik di tengah keluarga tidak akan mampu secara sempurna menjaga seseorang dari serangan virus kerusakan moral. Karena tidak selamanya orang tua bisa mengawasi semua anggota keluarganya. Masyarakat tempat berinteraksi seorang manusia dengan lainnya akan memberi pengaruh kuat terhadap karakter seseorang. Jika di tengah-tengah masyarakat tersebut merajalela perbuatan munkar maka akan mempengaruhi siapapun yang ada di dalamnya. Oleh karenanya diperlukan gerakan bersama yang berfungsi untuk mengatasi kerusakan moral tersebut di tengah masyarakat. Bila tidak dilakukan maka kerusakan akan menimpa semuanya.

Selain itu pemerintah sebagai penentu kebijakan negeri ini juga berperan dalam melindungi masyarakat dari upaya perusakan moral yang sangat massif di tengah-tengah masyarakat. Pemerintah harus dapat menegakkan hukum dengan memberikan sanksi yang berat dan adil bagi pelanggarnya. Pelarangan terhadap pornografi dan pornoaksi, pelarangan terhadap perilaku seks menyimpang, miras, tawuran pelajar, perang terhadap judi dan narkoba, pemberantasan premanisme, pemberantasan korupsi, dan sebagainya harus terus berlanjut dan semakin ditingkatkan. Sanksi yang diberikan harus mempunyai efek jera agar tidak ada orang berani melakukan perusakan terhadap moral bangsa ini. Keselamatan generasi muda yang merupakan penentu bangsa ini kedepan tentu menjadi perhatian. Selamatkan anak – anak kita, generasi muda bangsa dari kerusakan moral.Otokritik bagi kita sebagai orangtua yang tulus menyayangi anak-anak tercinta. Mari selamatkan keluarga dan bangsa kita! (Lamijan)

Go to top