kedelaiKabupaten Grobogan yang merupakan kabupaten  terluas kedua di Jawa Tengah ternyata sampai sekarang masih sebagai penghasil kedelai yang dapat diandalkan. Hal itu terbukti, produksi nasional rata-rata mencapai 1,5 ton/Ha.

Sementara produksi Jawa Tengah mencapai rata-rata 1,9 – 2 ton/Ha. Produksi kedelai Kabupaten Grobogan melampai produksi nasional maupun Jawa Tengah, yaitu mencapai rata-rata 2,5-2,6 ton/Ha/tahun.

Kepala BPPT (Balai Pengkajian Tehnologi Pertanian) Jawa Tengah,  Sukadi, mengakui hal tersebut ketika menghadiri panen perdana kedelai yang dilakukan oleh Bupati Grobogan H.Bambang Pudjiono SH, di Desa Karangharjo Kecamatan Pulokulon, Rabu (23/12).

Lebih lanjut Sukadi menjelaskan bahwa, keberhasilan Kabupaten Grobogan dalam budidaya produksi kedelai, jangan cepat puas dan tidak hanya berhenti di situ saja. Namun kedepan keberhasilan tersebut hendaknya dapat diertahankan, bahkan ditingkatkan. Karena sampai saat ini impor kedelai Indonesia mencapai 1,5 juta ton untuk mencukui kedelai dalam negeri.

Dalam kesempatan itu, Bupati Grobogan H. Bambang Pudjiono SH mengatakan bahwa Kabupaten Grobogan menjadi unggulan produsen tingkat nasional, dan mampu menguasai pasar di Tingkat Jawa Tengah. Dari catatan itu Kabupaten Grobogan mempunyai andil 30% total produksi Jawa Tengah. Sementara produksi kedelai tahun 2009 ini tidak jauh dari tahun 2008,mencapai sekitar 70 ribu ton.

Dari kualitas keberhasilan yang dihasilkan tersebut,Grobogan mempunyai potensi produksi sebanyak 3,5 ton/Ha. Atau rata-rata produksi mencapai 2,6 ton/Ha. Ternyata dari uji labolatorium  kedelai varitas grobogan kualitasnya terbaik dan diakui oleh 18 profesor dan 3 peneliti tingkat nasional,dengan kadar protein mencapai 60%.

‘’Pengakuan oleh pemerintah pusat dan para ahli tersebut, kedelai varitas grobogan padsa tahun 2008 lalu,menerima sertifikat, sebagaivaritas unggulan Tingkat Nasional,’’kata H.Bambang Pudjiono,SH,bangga.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan HTL Grobogan Dr.Ir. M. Sumarsono, M.Si melaporkan bahwa, upaya peningkatan produksi tanaman pangan (padi, jagung dan kedelai) terus dilakukan oleh Departemen Pertanian dengan berbagai program. Antara lain dengan penerapan SLPTT (Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu) dan BLBU (Bantuan Langsung Benih Unggul) yang mulai dilaksanakan tahun 2008. Dengan kegiatan SLPTT dan BLBU itu, telah berhasil meningkatkan produksi padi sebesar 5,72%, jagung 34,54% dan kedelai sebesar 45,15%, sehingga pada tahun 2009 ini SLPTT dilanjutkan lagi.

Untuk produksi kedelai varitas Grobogan menempati urutan 1 di Jawa Tengah. Kedelai varitas Grobogan merupakan kedelai unggul nasional, karena memiliki potensi produktifitas sebesar 3,5 ton/Ha, dan rata-rata produksimencapai 2,6 ton/Ha,jika dikelola dengan baik. Permintaan kedelai varitas Grobogan terus meningkat.

Disisi lain dikatakan, bahwa Kabupaten Grobogan tahun 2009 Departemen Pertanian Tanaman dan Hortikultura Kabupaten Grobogan telah memberikan bantuan gratis kepada petani melalui kegiatan SL PTT berupa benih. Antara lain benih padi hiprida sebanyak 6.000 Kg pada areal 400 Ha senilai Rp300 Juta. Padi non hiprida sebanmyak 200 Kg untuk areal 8.000 Hasenilai Rp 1,2 Milyard. Untuk kedelai 100Kg pada areal 2.500 Ha senilai Rp 1,2 Milyard.

Selain itu,Pemerintah Pusat juga memeberikan bantuan langsung benih unggul padi hibrida sebanyak 10.500 Kg pada areal 700 Ha. Kemudian padi gogo 55.500 Kg pada areal 1.850 Ha, jagung 120.000 Kg pada areal 8.000 Ha dan kedelai 266.000Kg pada areal 6.665 Ha.

Panen kedelai varitas Grobogan yang mengambil lokasi di Desa Karangharjo Kecamatan Pulokulon ini, diantaranya karena desa Karangharjo merupakan desa percontohan dalam penerapan SL TPP  dalam penggunaan kedelai varitas Grobogan.

Pada kesempatan panen perdana kedelai varitas Grobogan tersebut, Bupati H.Bambang Pudjiono, SH berkenan melakukan temu wicara bersama KTNA dan petugas pertanian dari Kecamatan Pulokolon dan kecamatan lainnya, agar mereka dapat mengadopsi keberhasilan yang telah di capai oleh para petani Desa Karangharjo. (AS)

Go to top