|
Ditulis oleh Admin
|
|
17-10-2009 |
Pasangan Supirman, 37 dan Suyatmi, 33, orang tua Bibit, bayi dengan kelamin ganda, warga Dusun Tanen, Desa Selo, Kecamatan Tawangharjo, mengaku kebingungan menghadapi operasi kedua anak ketiganya itu. Rencananya, bayi mungil yang lahir 8 Juli 2008 lalu itu, akan segera masuk kamar operasi di RS Kariadi Semarang.
Dia mengaku pusing menghadapi operasi kedua anaknya itu. Sebab, meski biaya pengobatan sepenuhnya ditanggung oleh sebuah yayasan dari perusahan mulitivitamin, ia mengaku banyak mengeluarkan uang untuk wira-wiri Tawangharjo-Semarang. Pada operasi tahap pertama yang sukses di lakukan Juni lalu, ia mengaku mengeluarkan uang sebanyak Rp 7 juta. Uang sebesar itu habis untuk ongkos perjalanan dan akomodasi selama 47 hari menunggui anaknya mondok di RS Kariadi. “Untungnya dulu masih punya sapi yang bisa dijual. Kalau sekarang, mau jual apa lagi,” keluhnya. Meski Bupati Grobogan Bambang Pudjiono sebulan lalu memberi bantuan sebesar Rp 3 juta. Pria yang bekerja serabutan menjadi buruh tani itu mengaku, jika uang bantuan itu sudah habis untuk biaya transportasi, saat anaknya menjalani rawat jalan selama bulan puasa lalu. “Kami berharap ada warga yang mau memberikan bantuan,” ujarnya. Ditanya kondisi anaknya itu, Supirman mengatakan anaknya sehat. Terlebih, setelah menjalani operasi pertama dan serangkaian berobat jalan, tanda-tanda fisik perempuan pada anaknya semakin dominan. Meski begitu, usia mengaku belum ada niat mengganti nama anakmya itu. “Belum terpikirkan untuk menganti nama Bibit. Yang jelas saat ini ia harus sehat dan normal kembali,” katanya. Sementara itu, Kepala Dinas Kesahatan (Dinkes) setempat dr Bambang Pudjianto melalui Kabis P2&PL dr Johari Angkasa mengaku terus memantau kondisi Bibit. “Untuk biaya perjalanan operasi kedua nanti, kami telah tugaskan Puskesmas setempat untuk mengantar hingga ke Semarang,” terangnya. (Tim GB) |
|
Terakhir Diperbaharui ( 07-05-2010 )
|
Refresing
Beberapa lokasi di pusat kota Purwodadi setiap Minggu dan hari libur lainnya menjadi tempat untuk olahraga dan refreshing bersama keluarga. Simpang Lima dan Alun-alun merupakan 2 lokasi yang sangat ramai dikunjungi. Para orang tua melepas kejenuhan kerja selama seminggu bersama anak-anaknya untuk bermain ayunan, kereta mini, mandi bola, komedi putar, pancing ikan mainan, dll tersedia di sana. Setelah lelah jalan-jalan atau bermain, tersedia nasi pecel dan aneka makanan yang dijajakan oleh para pedagang kaki lima.
Kuliner
Di sepanjang jalan-jalan kota Purwodadi tersedia berbagai jenis masakan seperti nasi pecel, rames, pecel lele, ayam bakar, garang asem, gule, sate, dan masakan lain. Para penjual berbagai masakan itu dapat dengan mudah ditemukan para sore dan malam hari. Selain masakan tersebut banyak pula para penjaja makanan kecil seperti kue goreng, roti bakar, dll. Warung makan di kota Purwodadi yang sudah memiliki nama antara lain Noroyono, Bu Djoko, Larasati, Bu Kodri, dll.
Souvenir
Kerajinan bambu dan kayu merupakan souvenir yang menarik dari daerah Grobogan. Berbagai miniatur seperti mobil, becak, rumah, bebek, babi, tempat pena, lampion, dan masih banyak lagi dapat menjadi buah tangan yang menjadi kenangan sewaktu berkunjung ke daerah ini.
Rehat
Setelah keliling Purwodadi dan sekitarnya, tersedia beberapa penginapan dan hotel seperti Surya Laksana, Graha Mukti, HI, dll.
| Hotel Griya LaksanaHotel Harmoni IndahHotel KencanaHotel Alam Indah 1Hotel Alam Indah 2Hotel Graha MuktiHotel Widorokandang | Jl. R. SoepraptoJl. A. YaniJl. A. YaniJl. R. SupraptoJl. SiswomiharjoJl. Gajah MadaJl. Gajah Mada |
|
|