|
Pasca Lebaran memang menjadi saat tersibuk bagi kantor layanan publik di Kabupaten Grobogan. Bisa dipastikan, banyak penduduk yang membanjiri kantor-kantor layanan publik, untuk meminta surat-surat kependudukan atau pengantar kerja. Salah satunya di kantor Dinas Sosial, Tenaga Kerja, Transmigrasi (Disosnakertrans).
Pemohon kartu AK I (kartu kuning, Red) di kantor Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disosnakertrans) Kabupaten Grobogan, membludak pasca Lebaran ini. Hingga tujuh hari setelah Lebaran, Disosnakertrans yang terletak di Jalan Dr Sutomo Purwodadi itu, diserbu lebih dari 130 pemohan kartu kuning. Sebagian besar pemohon umumnya baru saja lulus dari sekolahnya. Ane Murwati misalnya, ia yang baru saja menerima gelar sarjana hukum dari salah satu universitas besar di Semarang mengaku membuat kartu kuning untuk melamar CPNS. “Kebetulan saat ini di Departemen Kehutanan ada lowongan. Jadi saya mengurus kartu kuning untuk melengkapi persyaratan melamar,” katanya. Banyaknya pemohon kartu pencari kerja itu dibenarkan Kepala Disosnakertrans, Sudibyo. Bahkan antrean panjang sudah terlihat sejak Sabtu (26/9). Pada hari pertama masuk kerja usai cuti Lebaran itu, jumlah pemohon kartu kuning mencapai 83 pemohon. Jumlahnya terus bertambah pada Senin (28/9) yang mencapai 141 pemohon. “Jumah pemohon diperkirakan terus bertambah hingga akhir pekan ini,” ujarnya. Ia menambahkan, lonjakan permintaan kartu kuning ini memang wajar terjadi pasca Lebaran. Selain karena saat ini banyak dibuka lowongan CPNS di lingkungan departemen pemerintahan pusat, banyak juga warga yang membuat kartu kuning karena ingin mengadu nasib ke kota besar. “Mungkin setelah melihat tetangganya sukses di kota besar saat pulang kampung kemarin, banyak yang kemudian berniat menyusul,” katanya. Selain itu, lanjut dia, ada juga warga yang mengurus kartu kuning untuk melamar kerja menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri. “Hingga kemarin, ada puluhan pemohon yang mengajukan kartu kuning untuk keperluan bekerja ke luar negeri melalui jasa PJTKI,” bebernya. Meski pemohon membludak, pihaknya berjanji seluruh warga yang mengajukan permohonan kartu kuning akan terlayani. Sebab, pihaknya kini telah menyiapkan sebanyak 7.500 lembar blangko kartu kuning untuk memenuhi permintaan tersebut. “Untuk pengurusan kartu kuning ini saya jamin gratis dan yang paling penting, pemohon wajib datang sendiri dan tak boleh diwakilkan,” pungkasnya. (Tim GB) |