|
Jika anda memiliki sepeda bekas yang tak lagi digunakan, jangan buru-buru untuk digudangkan. Tak ada salahnya, anda menjual sepeda bekas anda di pasar sepeda bekas yang ada di Purwodadi. Sebab, belakangan ini, geliat bisnis sepeda bekas kian menunjukan peningkatan.
Meski saat ini berbagai jenis sepeda ontel baru bermunculan, namun keberadaan sepeda bekas masih banyak pemintanya. Bahkan, sepeda bekas asal Purwodadi, banyak diburu tengkulak dari luar kota untuk dijual kembali ke Sumatra. Suparjo, pedagang sepeda bekas asal Purwodadi mengatakan, pada hari-hari pasaran sepeda bekas di Kabupaten Grobogan, banyak tengkulak yang datang memborong sepeda setengah pakai itu. “Kebanyakan untuk dijual kembali ke daearah Sumatra,” ujarnya. Disebutkan, di Purwodadi sendiri ada dua hari pasaran sepeda bekas. Seperti Jum’at kemarin, ia dan puluhan pedagang lainnya menggelar dagangannya di depan Pasar Glendoh di Jalan R. Suprapto Purwodadi. “Kalau di sini pasarannya Legi, kalau di depan pasar Danyang, Purwodadi pasarannya Wage,” katanya. Para tengkulak sepeda bekas itu, lanjut dia, umumnya datang dari Pati. Mereka bisanya mencari sepeda bekas jenis jengki yang banyak ditawarkan. “Jumlah tengkulak yang rutin datang mencapai 30an orang,” ujar pria yang telah puluhan tahun menggeluti usaha ini. Menurut pengakuan para tengkulak, lanjut dia, sepeda yang dijual mulai harga Rp 150 ribu tersebut banyak dicari para transmigran yang ada di beberapa daerah di Sumatra. Umumnya, mereka menggunakan sepeda tersebut untuk pergi ke ladang. “Memang di sini yang paling gampang laku ya jenis sepeda jengki,” bebernya. Selain jenis sepeda tersebut, jenis sepeda unto juga banyak diburu penyuka sepeda tua. Puryono, pedagang khusus sepeda tua menyebutkan, meski harganya lebih mahal, namun ada saja pembeli sepeda tua. “Kalau sepeda tua bisanya kami cari hingga Solo, harganya bervariasi mulai dari Rp 500 ribu hingga puluhan juta rupiah,” akunya. (Tim GB) |