|
Warga sekitar Waduk Kedung Ombo yang masuk desa tertinggal perlu di bantu. Sebab mereka sebagian besar masih hidup di bawah garis kemiskinan.
Bantuan berupa modal produkif untuk menggerakan perekomian dimaksudkan agar masyarakat desa tertinggal tersebut meningkat tarap hidupnya. Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo mengatakan hal tersebut usai meninjau secara langsung bantuan infrastruktur pemugaran rumah yang tidak layak huni, di Desa Rambat Kecamatan Geyer Kabupaten Grobogan, Sabtu (17/10). Gubernur Bibit Waluyo bersama istri dan diikuti Ketua DPRD Jawa Tengah Murdoko dan Sekretris Daerah Prabowo, sebelumnya di terima Bupati Grobogan H. Bambang Pudjiono, SH di Desa Rambat Kecamatan Geyer. Hadir dalam acara itu, para pejabat dari Kabupaten Grobogan diantaranya Muspida, Ketua DPRD, Kepala SKPD terkait dan undangan. Lebih lanjut Gubernur Bibit Waluyo mengatakan bahwa, kedatangannya ke Desa Rambat Kecamatan Geyer, sebenarnya hanya ameng-ameng saja. Pada hari libur dan tidak dinas, pihaknya ingin memanfaatkan waktu ingin melihat secara langsung keadaan desa pada musim kemarau. “Tujuan saya memanfaatkan hari libur, ingin mengetahui secara langsung warga desa dan melihat dari dekat debet air Waduk Kedung Ombo, dalam situasi seperti sekarang ini, keberadaan air Kerdung Ombo masih ada berapa, untuk kebutuhan petani yang ada di aliran bawah untuk masa tanam 2-3 bulan mendatang. Seperti petani yang ada di Kabupaten demak dan Kudus. Soale para petani di kedua kabupaten itu sering gontok-gontokan berebut air untuk pertanian. Hal itu jangan sampai terjadi lagi. Lebih baik damai ajalah “ ungkapnya. Dijelaskan, ternyata desa-desa sekitar Kedung Ombo pada saat musim kemarau, seperti ini, keadaannya sangat memprehatinkan dan perlu di bantu. Sebenaranya dari Program “Bali Ndeso Mbangun Desa” setiap desa tertinggal se-Jawa Tengah sudah dikucurkan dana untu ekonomi produktif. Dari desa yang ada di Jawa Tengah sejumlah 8.754 desa, dari jumlah itu yang termasuk desa tertinggal semuanya akan mendapatkan bantuan dana masing-masing Rp 100 Juta. Dana bantuan desa sebesar itu, tidak untuk membeli gorong-gorong, membangun gapuro, tapi untuk membantu warga yang butuh modal untuk menggerakkan perekonomian desa, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Seperti halnya untuk membeli ternak gaduh, berdagang dan kebutuhan lainnya yang sifatnya ekonomi produktif. Untuk menggerakan perekonomian desa, seperti tersebut, semuanya harus bangkit, mengolah apapun yang ada di desa. Nanti kalau sudah menginjak musim penghujan, apapun yang ada harus di tanam, biar ladang kelihatan, lingkungan tampak hijau, sehingga Jawa Tengah kelihatan ijo royo-royo, seperti tahun lalu. Apa yang yang diusahakan masyarakat Jawa Tengan tersebut tenyata membuahkan hasil. Terbukti tahun lalu Jawa Tengah menjadi juara umum lomba penghijauan Tingkat Nasional, yang di raih oleh Kabupaten Grobogan. “Dari 33 provinsi se-Indonesia Grobogan mendapatkan nilai tertinggi. Penghargaan itu, untuk Warga Jawa Tengah, bukan buat Gubernurnya, “kata Bibit Waluyo, mengakhiri sambutannya. Sementara itu, Bupati Grobogan H.Bambang Pudjiono, SH mengakui bahwa, sudah banyak bantuan yang diberikan Gubernur Jawa Tengah kepada Kabupaten Grobogan. Bantuan itu sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Grobogan. Untuk itu, diharapkan bantuan sejenis yang dapat dimanfaatkan tidak hanya masyarakat di Kecamatan Geyer, namun wilayah lainnya yang ada di Kabupaten Grobogan. Disebutkan bahwa, Kabupaten Grobogan yang merupakan daerah terluas nomor dua, setelah Kabupaten Cilacap sebagian besar wilayahnya persawahan mencapai 62.071,542 Ha. Oleh karena itu, Kabupaten Grobogan merupakan kantong produksi pangan di Jawa Tengah, dan memiliki beberapa tanaman yang potensial di kelola secara ekonomis. Seperti halnya tanaman padi. Semua kecamatan yang ada di Kabupaten Grobogan rata-rata produksi sebesar 6,03 ton/Ha. Demikian tanaman jagung, pada tahun 2008 produksi jagung mencapai 730 ribu ton, ini merupakan total produksi terbesar se-Indonesia. Juga kacang hijau dan kedelai. Kedelai merupakan tanaman yang cukup diandalkan di Kabupaten Grobogan. Terlebih sejak tahun 2008, kedelai varitas Grobogan terdaftar sebagai varitas kedelai unggul yang direkomendasikan secara nasional. Keunggulan kedelai Grobogan yang paling utama adalah kemampuan produksi mencapai 3,4 ton/Ha, termasuk produksi tertinggi di Indonesia. Khusus pembudidayaan jenis tanaman holtikultura di Daerah Grobogan yang cukup dominan dan menjadi andalan para petani diantaranya ; semangka, melon, kacang panjang, kangkung dan jenis tanaman buah lainnya. Kabupaten Grobogan merupakan sentra produksi melon di Jawa Tengah.Begitu pula di sektor peternakan, Grobogan cukup menonjol, adalah sapi potong. Diinformasikan bahwa, tahun 2009 Kabupaten Grobogan memperoleh bantuan keuangan dari Provinsi Jawa Tengah masing-masing; bantuan keuangan khusus sebesar Rp 629.000.000.000,- dipergunakan untuk membiayai lima kegiatan FEDED (Forum of Economic Development and Employment Promotion), penyusunan frofil daerah, Primatani dan TMMD Sengkuyung. Lainnya, bantuan sarana dan prasarana sejumlah Rp 1.200.000.000,- digunakan untuk membiayai dua kegiatan yaitu; pembutan sumur Giolistik di daerah rawan kekeringan melipti Desa Jambon Kecamatan Pulokulon, Desa Kranggaharjo Kecamatan Toroh, Desa Banjarsari Kecamatan Kradenan, dan untuk peningkatan Jalan Danyang-Pengkol pada ruas 27. Bantuan Pendidikan sebesar Rp 10.986.300.000,- dimanfaatkan untuk membiayai 56 kegiatan yang tersebar di 19 kecamatan. Disamping itu, Pemkab Grobogan memlalui Dianas Tehnis terkait (Dinas Pengairan, Dinas Pertanian Tanaman Pangaan dan Holtikultura dan Dinas Kehutanan dan Perkebunan, telah mengalokasikan anggaran yang digunakan untuk membiayai pembuatan embung. Pada kesempatan itu, Gubernur Bibit Waluyo berkenan menyerahkan bantuan paket simbako dan peralatan sekolah kepada warga desa sekitar Waduk Kedung Ombo. Selanjutnya, bersama rombongan dan diikuti Bupati Grobogan H. Bambang Pudjiono SH, Muspida, dan Kepala SKPD terkait, Gubernur melihat secara langsung elevasi air Waduk Kedung Ombo melalui gardu pandang. Tiga Kelompok Seperti pernah dikatakan Ketua Bappeda Jawa Tengah, pada kunjungan Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo, beberapa waktu lalu, di Desa Monggot Kecamatan Geyer, bahwa kunjungan Gubernur Jawa Tengah ini dalam rangka mengimplementasika Program “Bali Ndeso Bangun Deso” dan pemberian berbagai bantuan untuk kemajuan Kabupaten Grobogan dalam jangka waktu lima tahun ke depan. Ruang lingkup dan sasaran bantuan mencapai nilai setara Rp 7,5 Milyard. Bantuan sebesar itu dengan perincian Rp 6,9 Milyard dari APBD Propinsi Jawa Tengah dan APBN, sisanya dari donatur. Secara ringkas dapat dikelompokkan menjadi tiga. Pertama sesuai misi sebesar Rp 2,7 Milyar, yaitu meliputi bantuan simpan pinjaman untuk kelompok perempuan, peningkatan mutu intensifikasi kedelai, kacang hijau dan padi non hibrida, bantuan bibit jati unggul dan mangga okulasi, bantuan bibit nyamplung untuk kawasan sekitar Waduk Kedung Ombo, bantuan bibit jarak pagar, sapi dan biji kapas, serta bantuan instanlasi bio gas asal ternak untuk masyarakat. Selain itu, bantuan pemipil jagung, bantuan pengadaan jaring gilnet, serta pembuatan leservas dan penebaran benih ikan. Adapun kategori kelompok ke dua yang sejalan dengan misi yang ke empat yaitu peningkatan suber daya manusia, maka dialokasikan dana senilai Rp 3,26 Milyard yaitu alokasi dari bidang pendidikan, bantuan pelayanan pengendilian penduduk, dan bantuan untuk Puskesmas, rumah sakit serta bantuan bidang kesehatan lainnya. Sedang kategori ke tiga sesuai misi ke lima, adalah untuk infrastruktur dan sarana pendkung lainnya meliputi bantuan pemugaran rumah tipe C Sarpras lngkungan serta pembuatan sertifikasi tanah dan bantuan pembangunan untuk bangunan evakuasi bencana alam, serta simulasi perumah swadaya. Untuk mendukung program “Bali Ndeso Bangun Deso” dari pihak swasta dan BPD Jawa Tengah, juga memberikan bantuan untuk suskses program tersebut. Agar program tersebut berjalan sesuai akuntabilitas, supaya SKPD terkait Kabupaten Grobogan selalu berkoordinasi kepada SKPD terkait Provinsi Jawa Tengah, untuk kemanfaatan bagi peningkatan kesejahteraan, turutama untuk masyarakat Kabupaten Grobogan. (Bhed’S) |