Menu

Teknis Perancangan Sumur Resapan

Sumur resapan merupakan sumur pada permukaan tanah yang dibuat untuk menampung air hujan agar meresap ke dalam tanah. Fungsi secara umum dari sumur resapan ini berkebalikan dengan sumur air minum. Sumur resapan merupakan lubang untuk memasukkan air ke dalam tanah, sedangkan sumur air minum untuk menaikkan air ke permukaan. Selain itu konstruksinya pun sudah pasti berbeda, untuk sumur resapan lubang yang dibuat kedalamannya diatas permukaan air tanah, sedangkan sumur air minum dibuat dengan kedalaman dibawah permukaan air tanah.

 

Adapun tujuan dari pembuatan sumur resapan adalah :

  • Melestarikan dan memperbaiki kualitas dan kwantitas air tanah.
  • Membantu menanggulangi kekurangan air baku.
  • Membudayakan kesadaran lingkungan.
  • Melestarikan dan menyelamatkan sumberdaya air jangka panjang.

 

Sedangkan kegunaan sumur resapan dikelompokkan sebagai berikut :

  • Pengendali banjir : salah satu fungsi pembuatan sumur resapan ini adalah untuk menekan banjir. Sumur resapan ini mampu memperkecil aliran air permukaan sehingga terhindar dari penggenangan aliran air permukaan secara berlebihan yang dapat menyebabkan banjir.
  • Konservasi air tanah : disini diharapkan air hujan lebih banyak yang diresapkan ke dalam tanah menjadi air cadangan dalam tanah. Air yang tersimpan dalam tanah tersebut akan dapat dimanfaatkan melalui sumur-sumur atau mata air.
  • Menekan laju erosi : Dengan adanya penurunan aliran permukaan maka laju erosi pun akan menurun. Bila aliran permukaan menurun, tana-tanah yang tergerus dan terhanyut pun akan berkurang. Dampaknya, aliran permukaan air hujan kecil dan erosipun akan kecil. Dengan demikian adanya sumur resapan yang mampu menekan besarnya aliran permukaan berarti dapat menekan laju erosi.
  • Meningkatkan kembali permukaan air tanah (khususnya air tanah dangkal) ke kondisi semula.
  • Menambah cadangan / potensi air tanah.
  • Mengurangi meluasnya penyusupan / intrusi air laut.
  • Mengurangi genangan banjir dan aliran permukaan (run off)
  • Mencegah penurunan permukaan air tanah (land subsidence)

 

Prinsip kerja dari sumur resapan adalah dengan menyalurkan dan menampung air hujan ke dalam lubang atau sumur agar air dapat memiliki waktu tinggal di permukaan tanah lebih lama sehingga sedikit demi sedikit air dapat meresap ke dalam tanah.

Tujuan utama dari sumur ini adalah memperbesar masuknya air ke dalam tanah sebagai air resapan (infiltrasi). Dengan demikian, air akan lebih banyak masuk ke dalam tanah dan sedikit yang mengalir sebagai aliran permukaan (run off).

Semakin banyak air yang mengalir ke dalam tanah berarti akan banyak tersimpan air tanah di bawah permukaan bumi. Air tersebut dapat dimanfaatkan kembali melalui sumur-sumur atau mata air yang dapat di eksplorasi setiap saat.

Jumlah aliran permukaan akan menurun karena adanya sumur resapan. Pengaruh positifnya bahaya banjir dapat dihindari karena terkumpulnya air permukaan yang berlebihan di suatu tempat dapat dihindarkan. Menurunnya aliran permukaan ini juga akan menurunkan tingkat erosi tanah.

 

Faktor-faktor yang Perlu Dipertimbangkan Dalam Pembuatan Sumur Resapan :

  • Faktor Iklim : Iklim merupakan faktor yang perlu dipertimbangkan dalam perencanaan sumur resapan. Faktor yang perlu mendapat perhatian adalah besarnya curah hujan. Semakin besar curah hujan di suatu wilayah berarti semakin besar sumur resapan yang diperlukan.
  • Kondisi air tanah : Pada kondisi permukaan air tanah yang dalam, sumur resapan perlu dibuat secara besar-besaran karena tanah benar-benar memerlukan suplai air melalui sumur resapan. Sebaliknya pada lahan yang muka airnya dangkal, sumur resapan ini kurang efektif dan tidak akan berfungsi dengan baik. Terlebih pada daerah rawa dan pasang surut, sumur resapan kurang efektif. Justru daerah tersebut memerlukan drainase.
  • Kondisi tanah : Keadaan tanah sangat berpengaruh terhadap besar kecilnya daya resap tanah terhadap air hujan. Dengan demikian konstruksi dari sumur resapan harus mempertimbangkan sifat fisik tanah. Sifat fisik yang langsung berpengaruh terhadap besarnya infiltrasi adalah tekstur dan pori tanah.
  • Tata guna tanah : Tata guna tanah akan berpengaruh terhadap presentase air yang meresap ke dalam tanah dengan aliran permukaan. Pada tanah yang banyak tertutup beton bangunan, air hujan yang mengalir di permukaan tanah akan lebih besar disbanding dengan air yang meresap ke dalam tanah. Dengan demikian, di lahan yang penduduknya padat, sumur resapan harus dibuat lebih banyak dan lebih besar volumenya.
  • Kondisi social ekonomi masyarakat : Perencanaan sumur resapan harus memperhatikan kondisi sosial perekonomian masyarakat. Misalnya, pada kondisi perekonomian yang baik, biaya sumur resapan dapat dibebankan pada masyarakat dan konstruksinya dapat dibuat dari bahan yang benar-benar kuat. Sebaliknya pada kondisi masyarakat yang ekonominya rendah, sumur resapan harus terbuat dari bahan-bahan yang murah dan mudah didapat serta konstruksinya sederhana. Pendanaan pada daerah minim sebaiknya berupa proyek berbantuan dari pemerintah melalui proyek APBD atau APBN.
  • Ketersediaan bahan : Perencanaan konstruksi sumur resapan ketersediaan bahan-bahan yang ada di lokasi. Misalnya untuk daerah perkotaan, sumur resapan dapat dibuat dari beton, tangki fiberglass, atau cetakan beton (hong). Untuk daerah pedesaan, sumur resapan yang cocok dikembangkan dari bamboo atau kayu yang tahan lapuk atau bahan lain yang murah dan mudah di dapat di lokasi.

 

Pembuatan sumur resapan bisa menggunakan berbagai bahan yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan, dan juga ketersediaan bahan baku. Bahan-bahan pokok yang dapat dipakai untuk pembuatan sumur resapan sebagai berikut :

  • Bahan saluran air dapat menggunakan pipa besi, pipa paralon (PVC), bamboo, hong dari tanah atau beton, dan parit-parit galian tanah yang diberi batu.
  • Dinding sumur dapat menggunakan tembok, drum bekas, hong beton, anyaman bamboo, atau tangki fiberglass.
  • Alas sumur dan sela bagian dinding tempat meresapnya air dapat menggunakan bahan kerikil atau ijuk.

 

Ditulis oleh : Wakid M.

Add comment


Security code
Refresh

Go to top