Menu

60 Pelajar Ikuti Pembekalan Penyiaran Radio

pembekalan-penyiar-2aSebanyak 60 pelajar SMA/MA–SMK di Kabupaten Grobogan, selama tiga hari mendapatkan pelatihan berupa Pembekalan Penyiaran Radio. Pembekalan yang diselenggarakan oleh Dinas Perhubungan Informasi dan Komunikasi (Dishubinfokom) ini diadakan di dua tempat, yakni di Gedung Riptaloka dan Studio Radio Purwodadi FM.

Kepala Dishubinfokom, Suhadi, SH,MH ketika membuka pembekalan tersebut, mengatakan bahwa untuk menjadi seorang penyiar tidak harus memiliki latar belakang dari disiplin ilmu tertentu, melainkan siapa saja bisa untuk menjadi seorang penyiar radio. Karena itu adanya pembekalan seperti ini dirasa akan menambah ilmu dan pengalaman bagi para peserta dan kedepan nanti akan ada kegunaannya.

“Paling tidak adik-adik pelajar SMA/MA-SMK sedikit banyak bisa mengetahui dan memahami sistem kerja sebagai penyiar radio, termasuk cara menyampaikan informasi maupun komunikasi yang baik,” ungkap Suhadi.

Para peserta pembekalan terlihat antusias mengikuti rangkaian acara dalam pembekalan tersebut. Apalagi para narasumber yang dihadirkan juga merupakan sosok-sosok yang terkait langsung dan terbiasa bekerja di dunia penyiaran radio. Para narasumber yang dihadirkan antara lain; Danang Prabowo dari RRI Semarang, Pudji Budiastuti,S.Pd, M.Pd dari SMU N 1 Purwodadi, dan dari Radio Purwodadi FM sendiri, yaitu Erwin NS Pambudi, Endah Fitriana, dan Enita Indri S.M.Pd.

Seorang penyiar radio harus memiliki bekal – bekal antara lain; bisa ngomong, cerdas, berwawasan luas, memiliki rasa humor dan seni dan menghibur para pendengar agar nyaman dan tidak bosan ketika mendengarkan siaran. Hal tersebut diungkapkan oleh narasumber dari Radio Purwodadi FM ketika menjawab pertanyaan salah seorang peserta.

pembekalan-penyiar-3aSecara bergantian para narasumber membagikan ilmu dan pengalaman yang mereka miliki kepada para peserta. Danang Prabowo dari RRI Semarang menjelaskan tentang cara menulis naskah siaran radio. Menurutnya seorang penulis naskah (scriptwriter) radio harus menulis “layak dengar”, yaitu menulis naskah untuk telinga, bukan “layak mata” seperti pada penulisan surat kabar, majalah, ataupun buku.

Selain diberikan teori dan pengetahuan pembekalan penyiar radio, para peserta juga berkesempatan melihat langsung dan ikut merasakan menjadi penyiar dengan melakukan praktek di studio Purwodadi FM. Dengan penuh seksama dan keingintahuan yang tinggi, para peserta pembekalan penyiaran radio mengikuti setiap arahan dari para penyiar radio Purwodadi FM, yang memperlihatkan cara kerja seorang penyiar radio di studio.

Pada akhir acara pembekalan, salah seorang peserta menanyakan adanya kegiatan serupa yang akan dilakukan oleh radio Purwodadi FM ke depannya. Bahkan peserta lainnya juga berharap ada kelanjutan dari kegiatan pembekalan penyiar radio tersebut. Salah satunya dengan adanya kesempatan untuk melakukan praktek siaran secara langsung bagi para pelajar yang benar-benar tertarik dan memiliki minat untuk menambah pengalaman menjadi seorang penyiar radio yang baik. (uj)

Add comment


Security code
Refresh

Go to top