Menu

Warga Menolak Rencana Pendirian Pabrik Semen di Grobogan

demo-1Untuk kesekian kalinya warga di Kecamatan Tawangharjo dan Kecamatan Wirosari menolak pendiriaan pabrik semen yang akan dibangun di Desa Kemadohbatur Kecamatan Tawangharjo Kabupaten Grobogan. Menurut Kepala Desa Kemadohbatur, Adi Winarno, jika pabrik semen tetap dilakukan sumber-sumber air yang banyak terdapat di bawah pegunungan Kendeng Utara dikhawatirkan akan hilang.

“Jelas saya dan warga dan tokoh masyarakat yang ada di Desa Kemadohbatur, Tegalrejo, Kemloko maupun di Kecamatan Wirosari tetap menolak rencana pendirian pabrik semen yang akan dilakukan oleh PT Vanda Prima Listri. Karena jelas menurut kami itu akan merusak lingkungan, sumber-sumber air yang ada ditempat itu yang selama ini sebagai kebutuhan kami sehari-hari juga akan mati. Bukan hanya itu saja ditempat itu juga ada semacam “mangkoan” atau tempat sumber air besar dan tetap harus dijaga dan dipertahankan” jelasnya usai menghadiri dengar pendapat dengan Komisaris PT Vanda Prima Lestari yang juga dihadiri pejabat SKPD terkait di Gedung Wisuda Budaya (20/11).

Seperti diberitakan, investor PT Vanda Prima Listri rencana akan mendirikan pabrik dan penambangan bahan semen di pegunungan Kendeng Utara tepatnya di desa Kemadohbatur, Kecamatan Tawangharjo, Grobogan. Namun setelah dilakukan negoisasi dan public hearing berkali-kali rencana penyusunan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) yang diadakan di Desa Kemadohbatur maupun di Gedung Wisuda Budaya Purwodadi, tetap saja mendapat pertentangan dari warga. Termasuk Kades Dokoro Kecamatan Wirosari, Suwarno, juga bersikukuh menolak pembangunan pabrik semen.

“Sudah sejak lama kami menolak dan sejak pertama kali ada wacana pendirian pabrik semen semua warga Dokoro tidak setuju. Dan Kami ingatkan kepada para calon investor PT. Vanda, jangan menganggap enteng persoalan ini” tegas Suwarno.

Hal senada juga diungkapkan ketua LSM PUSPA (Pusat Pendidikan Advokasi) Grobogan, Trenggono, yang juga ikut menolak rencana pendirian pabrik semen yang disinyalir akan mengakibatkan bencana disekitar Gunung Kendeng.

Sementara itu Konsultan AMDAL PT. VPL, Ahmad Ridwan mengatakan semua masukan warga tetap akan diperhatikan dan dipertimbangkan khususnya dalam studi AMDAL yang dilakukan di lapangan.

“Jelas semua aspirasi warga akan jadi masukan. Kami juga akan melakukan penelitian dampak yang akan ditimbulkan jika sebagian wilayah di Tawangharjo dan Wirosari khususnya di pegunungan Kendeng utara didirikan pabrik semen dan ditambang karena memang di pegunungan tersebut memiliki bahan baku yang melimpah.” jelasnya saat dengar pendapat di Gedung Wisuda Budaya.

Komisaris PT VPL, Bambang Sadarusalam menjelaskan pihaknya juga tidak akan gegabah melakukan penambangan di daerah yang masuk kawasan karst atau lindung. Karena semua harus sesuai dengan uji amdal dan persetujuan dari warga sekitar.

Menanggapi persoalan tersebut Wakil Bupati Grobogan, H. Icek Baskoro, SH mengatakan hanya bisa mengikuti kehendak warga yang menentang rencana pendirian pabrik semen. Walaupun disinyalir ada investor yang melakukan lobi-lobi pada pihak-pihak tertentu. (Anis)

 

Add comment


Security code
Refresh

Go to top