HomeInfo DaerahBerita TerbaruBendung Dumpil Belum Optimal Dioperasikan

Bendung Dumpil Belum Optimal Dioperasikan

bendung-dumpil-1Bendung Dumpil yang diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 1990, ternyata masih memiliki kondisi konstruksi yang cukup kokoh. Bahkan, sarana pengendali pintu air juga masih berfungsi dengan baik. Hanya ada beberapa jaringan irigasi yang sudah rusak. Akan tetapi hingga saat ini Bendung Dumpil tersebut ternyata belum berfungsi secara optimal, demikian menurut Gubernur Jateng Bibit Waluyo, beberapa waktu lalu.

Menurut Gubernur, agar bendung bisa difungsikan secara optimal, maka di hulu bendung harus dibangunkan waduk. Dan lokasi yang paling tepat adalah di kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora.

Tetapi, keinginan Gubernur untuk memaksimakan fungsi Bendung Dumpil di Desa Dumpil Kecamatan Ngaringan sulit terealisasi dalam waktu dekat. Hal ini dikarenakan Pemerintah Pusat, yakni Kementrian Tenaga Umum belum menyetujui pembangunan waduk di hulu sungai Lusi di Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora tersebut.

Kendala utama dari realisasi rencana pembangunan waduk tersebut adalah pembebasan tanah. Berdasarkan survey yang diklakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana, jika di Banjarejo dibangun sebuah waduk, paling tidak harus membebaskan tanah milik 4.000 warga di empat desa. Menurut Kepala Dinas Pengairan Kabupaten Grobogan, Subiyono, ST.,MT, kendala itulah yang menjadi alasan dari Pemerintah Pusat belum menyetujui pembangunan Waduk di Banjarejo.

Pada musim hujan seperti saat ini, selain melalui pintu utama, air digelontorkan pula melaui saluran induk Dumpil Kanan sebesar 1.000 m3 per detik dan Dumpil Kiri sebesar 500m3 per detik. Dan permasalahan selama ini timbul karena kurangnya pasokan air dari hulu sungai, sehingga bendung serta saluran irigasi tersebut kurang berfungsi dengan optimal. Karena itu hampir di setiap musim kemarau bendung tersebut seakan tidak berfungsi.

Sejak Bendung Dumpil diresmikan, menurut Subiyono, Bendung tersebut baru bisa mengairi areal sawah sekitar 2.000 hektare di Kecamatan Ngaringan. Padahal sesuai awal perencanaan, Bendung tersebut seharusnya mampu mengairi sawah sekitar 11.800 hektare.

 

 

Comments  

 
0 #1 yahya fatkul mijib 2013-02-07 12:50
saya yahya f m dari des ngrijo jambon pulokulon yg berdomisili d bontang kaltim
homat saya kepada pemkab grobogan, bpk bupati dn segenap pemerintahan mohon jagan waduknya saja yg d optimalkan, tapi perlu banyak kajian buat jalur yg akan di aliri air/ irigsi" kecil dulu yg harus di benahi secara keseluruhan agar semua wilayah bisa terjangkau dgn pengoptimalan waduk ini sekian dn trimakasih mohon d sikapi dgn baik
Quote
 

Add comment

Berikan komentar dengan baik, hindari hal-hal yang bersifat negatif, provokatif, dan gunakan bahasa yang santun. Komentar dapat disampaikan tersendiri, atau menanggapi komentar yang sudah disampaikan orang lain dengan cara klik "quote". Kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang tidak pantas, mengandung spam, atau tidak layak untuk ditampilkan. Terima Kasih.


Security code
Refresh

Konten yang ditampilkan lebih bersifat informatif, apabila terdapat perbedaan data dengan data resmi (dokumen resmi),
maka yang menjadi acuan adalah data resmi (dokumen resmi) dari Pemerintah Kabupaten Grobogan.

escort bayan escort bayan bayan escort bursa escort escort bursa sex shop ankara escort ankara escort bayan ankara escort kızlar antalya escort antalya escort bayan istanbul escort istanbul escort bayan eskişehir escort eskişehir escort bayan adana escort adana escort bayan mersin escort mersin escort bayan izmit escort izmit escort bayan samsun escort samsun escort bayan ankara rus escort rus escort ankara film izle masaj salonu lojistik muhabbet tatil rehberi lazer epilasyon ucuz bilet wordpress lezbiyen webmaster forum Ayakkabı modelleri araba oyunu araba modelleri