Menu

Kedelai Kabupaten Grobogan Juara Nasional

kedelai-kabupaten-groboganKelompok Tani Kabul Lestari, Desa Panunggalan, Kabupaten Grobogan berhasil meraih juara  nasional lomba kedelai dari varietas kedelai hasil produksi pertanian mereka. 

Hal ini tentu merupakan catatan penting bagi Kabupaten Grobogan, sebab mampu memecahkan persepsi bahwa  kedelai bahwa kedelai tidak akan mampu tumbuh besar di Indonesia, kalaupun tumbuh atau berhasil ditanam hasilnya pun akan mengecewakan

Tentang keunggulan dari varietas kedelai lokal Kabupaten Grobogan, Sekretaris Kelompok Tani Kabul Lestari, Ali Muchatar menyebutkan, yaitu umur panennya lebih pendek 72-29 hari, warna bijinya putih kekuningan dengan ukuran 16-20 gram/100 biji. Selain itu produktivitas kedelai tergolong tinggi, berkisar 2,0 s/d 3,5 ton /ha.

Polong masak kedelai ini pun tidak mudah pecah dan rontok, sehingga tidak banyak biji yang hilang atau tercecer saat pengangkutan pemanenan sampai ke rumah. Tingkat kematangan polong kedelai hampir serentak dengan jumlah daun yang tertinggal relatif sedikit atau daun tidak ada sama sekali.

Disamping itu apabila kedelai dibuat susu kedelai, rasa “langu” pada varietas kedelai lokal Kabupaten Grobogan lebih sedikit dibandingkan dengan varietas kedelai unggul yang lain.

Daya adaptasi varietas kedelai lokal Kabupaten Grobogan ini pada beberapa kondisi lingkungan yang berbeda mampu tumbuh cukup besar, sehingga mudah tersebar di daerah pertanaman kedelai khususnya pada awal musim hujan atau di daerah dengan fasilitasi yang memadai. Demikian ia menerangkan beberapa keunggulan dari varietas kedelai lokal hasil tanamannya.

Pengamat kedelai Adi Wijaya pun menilai, bahwa sudah waktunya masyarakat Indonesia menghilangkan persepsi mengenai kedelai yang tidak mampu tumbuh besar di Indonesia. Penilaian itu bukan tanpa dasar, karena hasil panen kedelai lokal Kelompok Tani Kabul Lestari mampu menghasilkan sebanyak 3,4 ton/ha. (sumber : disarikan dari Radar Kudus, 14/3/2011)

Add comment


Security code
Refresh

Go to top