Seiring dengan perkembangan pembangunan nasional di segala bidang, degradasi lahan juga berkembang dengan pesat dalam arti negatif, yaitu makin mengancam keberlanjutan sistem pertanian. Hutan-hutan lebat ditebang habis dan  danau-danau penampung air ditimbun untuk berbagai keperluan lain, mengakibatkan penurunan fungsi hidrologis. Jutaan hektar kawasan hutan secara formal masih terdaftar dan terbaca pada peta penggunaan lahan, namun di lapangan  tidak lagi mampu menyerap air pada musim hujan dan mensuplai air pada musim kemarau. Berbagai kegiatan pembangunan sering menggunakan lahan pertanian subur, seperti untuk infrastruktur, pemukiman, perkantoran, pertambangan dan industri. Bahkan, kegiatan pertanian sendiri pun sering mengancam sustainabilitas pertanian, seperti penggunaan lereng terjal untuk tanaman semusim, perladangan berpindah dan penggunaan agrokimia beracun.

Read more: Tantangan Konservasi Lahan Pertanian

telur_keongPengantar 

Pada Musim Tanam I 2010/1011 ini petani di Kabupaten Grobogan terancam dengan gangguan hama keong mas yang menyerang tanaman padi yang masih muda. Sejumlah petani di Kecamatan Klambu harus mengulang tanam hingga beberapa kali karena padinya diserang hama keong mas pada musim tanam rendeng akhir tahun 2010.

Read more: Mengatasi Keong Mas Dengan Pengelolaan Air

Sawah merupakan salah satu sumber utama emisi metan. Emisi metan dari tanah sawah berasal dari penggenangan sawah pada proses pelumpuran dan penggunaan pupuk. selain itu, metan juga dihasilkan dari aktivitas sektor pertanian pada proses pembusukan limbah usahatani dan limbah ternak. Emisi metan dari sawah diperkirakan lebih dari 170 Tg/tahun (260% dari budget CH4 antropogenik global). Lebih dari 90% metan terlepas dari tanah sawah ke atmosfer lewat tanaman padi, karena tanaman padi mempunyai ruang aerenkhima dan intersel sebagai media pengangkutan CH4 dari tanah tereduksi ke atmosfir. Lebih dari 80% metan yang dihasilkan tersebut dioksida di sekitar perakaran tanaman padi (rhizofir).

Read more: Konservasi Air Dalam Menanggulangi Kelangkaan Air

Diakui atau tidak peran guru dalam dunia pendidikan adalah sangat besar. Akan tetapi, pendidikan harus dilihat sebagai suatu sistem, yang setiap komponen memegang peran yang sangat penting. Undang Undang Sisdiknas pasal 7,8, dan 9 sangat jelas mengamanatkan bahwa pendidikan adalah kewajiban warga negara, orang tua, masyarakat, pemerintah, dan pemerintah daerah. Selain itu, dalam paradigma belajar mungkin perlu dipertegas kembali bahwa pembicaraan perihal belajar dan mengajar tidak dapat dilepaskan dari siswa-guru.

Read more: Menggalang Partisipasi Komponen Pendidikan

Go to top