Kodrat Ibu Tak Bisa Tergantikan Oleh Siapapun

( Refleksi Peringatan Hari Ibu )

 

Kasih ibu
Kepada beta
Tak terhingga sepanjang masa...
Hanya memberi
Tak harap kembali
Bagai sang surya menyinari dunia...

Syair lagu diatas merupakan awal insprirasi penulis dalam memilih judul dan membuat tulisan ini terurai secara lengkap. Berbicara mengenai sosok seorang ibu, pastilah setiap kita mempunyai pengalaman yang menarik dengan sosok itu. Setiap kita pasti merasa mempunyai hutang yang besar terhadap ibu. Hampir setiap manusia pasti setuju dengan pendapat itu. Tentu saja hutang di sini bukan dihitung dengan suatu nilai nominal, dengan cek, ataupun dengan nilai yang tercantum di dalam buku rekening bank. Nilai hutang di sini mempunyai makna yang besar, yang tidak mempunyai nilai nominal tertentu. Hutang yang hendaknya tidak bisa dibayar dengan hanya dengan sejumlah uang saja. Inilah yang menjadikan ibu sebagai seorang sosok istimewa dalam kehidupan setiap manusia, yang tidak bisa ditukarkan dengan nilai barang tertentu. Sehingga pengalaman yang menarik dengan ibu menjadi suatu kebahagiaan tersendiri, karena dapat dikatakan pengalaman yang tak tenilai dalam kehidupan di dunia ini.

Read more: KODRAT IBU TAK BISA TERGANTIKAN OLEH SIAPAPUN

Ketahanan pangan adalah amanat Undang-undang Dasar 1945 yang tertuang dalam pasal 27 ayat (2) dan 33 ayat (4)yang akan tercapai dengan adanyaketersediaan pangan (food availability) dan keterjangkauan pangan (food accessibility) seperti yang tersirat dalam UU No.7 Tahun 1996 tentang pangan. Petani adalah pejuang bangsa yang berjasa dalam menyediakan pangan di Indonesia, sedangkan peran pemerintah adalah mengatur distribusinya agar dapat terjangkau secara merata. Oleh karena itu, kepedulian pemerintah dalam menghargai keringat emas petani adalah kunci dari tercapainya kemandirian pangan di Indonesia.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menghargai jasa-jasa para pahlawan. Petani adalah salah satu pahlawan bangsa, terutama pahlawan dalam bidang ketahanan pangan. Akan tetapi kenyataan yang terjadi di Indonesia, nasib petani sangat memprihatinkan. Hal ini terlihat berdasarkan data BPS (2010) yang menunjukkan bahwa 72 persen orang miskin berada di sektor pertanian. Keringat petani yang berjasa dalam menyediakan pangan di Indonesia tidak lebih dari kerendahan martabat sebagai manusia yang bekerja kasar atau termasuk dalam kaum miskin, padahal pada hakekatnya keringat petani adalah emas yang menjadi sumber kemakmuran bangsa.

Read more: Indonesia Mandiri Bersama Keringat Emas Petani

Sejak adanya Surat Edaran Menkominfo pada tahun 2005 tentang Pemakaian dan Pemanfaatan Penggunaan Piranti Lunak Legal di Lingkungan Instansi Pemerintah, yang kemudian disusul oleh Surat Edaran Menpan pada tahun 2009, yang menginstruksikan agar instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah melalui pimpinannya untuk melakukan pengecekan penggunaan perangkat lunak di lingkungan dan menghapus semua perangkat lunak tidak legal, dan selanjutnya menggunakan Free & Open Source Software (FOSS) yang berlisensi bebas dan legal sebagai pengganti perangkat lunak tidak legal, berarti sudah lebih dari satu dekade FOSS dikembangkan di Indonesia. Dengan telah dilewatinya kurun waktu yang cukup panjang ini maka FOSS hendaknya dapat memberikan kontribusi yang lebih nyata di berbagai bidang pembangunan.

Read more: Open Source Bagi Instansi Pemerintah

Pertanian Lahan Kering merupakan aktifitas pertanian (budidaya tanaman pangan, perkebunan, perikanan, peternakan dan kehutanan) yang dilakukan di lahan kering. Lahan kering dibagi ke dalam empat kategori, yakni :

  1. Hyper Arid : indek kekeringan(rasio antara curah hujan dan evapotranspirasi potensial) 0.03, tidak ada vegetasi tanaman kecuali hanya beberapa rumpun rumput di daerah lembah, penggembalaan ternak berpindah-pindah, hujan tahunan rendah (di bawah 100 mm/tahun), serta hujan terjadi tidak menentu, bahkan kadang-kadang tidak terjadi hujan sepanjang tahun. Daerah ini terdapat di pe-“gurun”-an Saudi Arabia “Rub’ul Kholi” atau yang dikenal dengan empty quarter.
  2. Arid : indek kekeringan 0.03-0.20 yang ditandai dengan adanya peternakan, kegiatan pertanian dilakukan dengan irigasi tetes dan sprinkler, terdapat tanaman musiman dan tahunan yang letaknya terpisah-pisah, dan curah hujan tahunan antara 100 – 300 mm. Terdapat di Jeddah, Saudi Arabia dan Negara-negara Timur Tengah pada umumnya.
  3. Semi Arid : indek kekeringan 0.2-0.5 yang ditandai dengan adanya kegiatan pertanian denga mengandalkan air hujan meski produktifitasnya masih rendah, terdapat kegiatan peternakan komunal, dan curah hujan tahunan 300-800 mm. Biasanya terdapat di perbatasan daerah tropis dan sub-tropis.
  4. Sub Humid: indek kekeringan 0.5-0.75. Daerah sub humid juga dimasukkan ke dalam area lahan kering, meski sebenarnya memiliki karakter yang dekat dengan daerah lahan basah. Di Indonesia kawasan timur memiliki karakter Sub-Humid, yang mana terdapat beberapa kendala untuk budidadaya pertanian di daerah tersebut.

Read more: Kendala Pertanian Lahan Kering dan Solusinya

Go to top