10 besar dpnBupati Grobogan Sri Sumarni menegaskan, wilayahnya dinilai masih memiliki daya tarik bagi para investor. Sebab, masih ada potensi yang selama ini belum tergarap dengan baik sehingga belum diketahui banyak orang.

Penegasan itu disampaikan bupati saat menerima kedatangan Tim Penghargaan Pro Investasi Kabupaten/Kota Provinsi Jateng tahun 2016 di ruang rapat wakil bupati, Selasa (9/8/2016). Ikut mendampingi Sri Sumarni dalam kesempatan itu, Kepala BPPT Nur Ikhsan dan Kepala Bappeda Pudjo Albachrun. Sejumlah kepala SKPD terkait hadir pula dalam kesempatan itu.
Menurut bupati, salah satu potensi utama yang dimiliki adalah disektor pertanian. Dimana, selama ini, produksi beberapa komoditas pertanian menjadi salah satu andalan Jawa Tengah. Misalnya, padi dengan produksi hampir 800 ribu ton, jagung 700 ribu ton, dan kedelai 48 ribu ton.
“Banyaknya produksi hasil pertanian ini sudah berhasil mendatangkan investor. Yakni, dengan sudah berdirinya pabrik pakan ternak di Kecamatan Godong,” katanya.
Selain itu, komoditas lainnya juga punya potensi yang layak jual. Seperti hasil melon, dan semangka. Bahkan, produksi melon di Grobogan menjadi paling banyak dilevel Jawa Tengah.
Ditegaskan, biar potensi lebih dikenal, upaya promosi akan lebih gencar dilakukan. Tentunya, promosi itu nantinya akan didukung pembiayaan dari APBD.
“Upaya lainnya yang tidak kalah penting adalah membenahi soal perizinan biar bisa lebih singkat prosesnya. Dengan proses izin yang mudah dan cepat akan menjadi penilaian tersendiri bagi investor. Disamping itu, semua PNS termasuk pimpinan SKPD secara personal juga kami minta ikut mengenalkan potensi yang ada di Grobogan,” cetus mantan Ketua DPRD Grobogan itu.
Ia menambahkan, untuk menarik investor, perlu ada terobosan yang harus dilakukan. Salah satunya, kebijakan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) yang ada selama ini perlu dievaluasi.
Dimana, dalam penyusunan RTRW perlu disesuaikan dengan peraturan terbaru dan kondisi sosial masyarakat. Dengan demikian, nantinya tidak ada persoalan yang muncul jika ada investor yang ingin membuat usaha di Grobogan.
“Kebijakan RTRW ini perlu dikaji dan dievaluasi. Harapannya, adanya evaluasi ini bisa menarik minat para investor masuk kesini,” katanya. DNA

Go to top