rakor pop dpnBupati Grobogan Sri Sumarni meminta para pimpinan SKPD agar lebih cermat dalam menyampaikan laporan progres pelaksanaan pembangunan. Permintaan itu disampaikan bupati saat memimpin Rakor Pengendalian Pelaksanaan Kegiatan Pembangunan Triwulan II yang dilangsungkan di Gedung Riptaloka, Kamis (11/8/2016).

“Saya minta laporan pelaksanaan pembangunan disampaikan secara riil, sesuai kondisi dilapangan. Sebab, laporan ini penting sekali fungsinya. Dari laporan ini kita bisa tahu jika ada kendala yang ditemui sehingga bisa segera dicarikan solusinya,” tegasnya.

Hadir dalam kesempatan itu, Asisten II Dasuki dan Ketua Komisi C DPRD Grobogan Eko Budi Santoso. Acara rakor juga dihadiri para pimpinan SKPD.

Menurut bupati, laporan pelaksanaan pembangunan disemua daerah tersebut juga dimonitor langsung oleh Presiden Joko Widodo. Hal itu berdasarkan rapat bersama kepala daerah dengan presiden beberapa waktu lalu di Jakarta. Dimana, dalam kesempatan itu, presiden menyatakan selalu memantau perkembangan pelaksanaan pembangunan disemua daerah.

“Oleh sebab itu, jangan sampai bikin laporan asal ditulis angkanya saja. Tetapi, benar-benar disesuaikan dengan kondisi lapangan,” cetus mantan Ketua DPRD Grobogan tersebut.

Bupati juga meminta agar penyelesaian proyek fisik tahun 2016 ini bisa diselesaikan tepat waktu. Selain tepat waktu, pengerjaan proyek juga harus tepat mutu sesuai dengan perencanaan.

“Untuk itu semua proyek harus selesai tepat waktu dan mutunya juga harus bagus. Tahun anggaran 2016 tidak lama lagi akan berakhir dan jangan biasakan menyelesaikan proyek menjelang akhir tahun,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, bupati menyatakan, rakor pengendalian pelaksanaan kegiatan pembangunan dilakukan sebagai langkah evaluasi. Hal itu dilakukan karena evaluasi juga merupakan satu unsur penting dalam keberhasilan kegiatan. Melalui evaluasi itu akan diketahui apakah sebuah kegiatan sudah dilaksanakan sesuai dengan rambu-rambu yang telah ditentukan dalam perencanaan.

“Evaluasi adalah instrument penting dalam membantu pengendalian. Untuk itu mindset atau pola piker juga harus dirubah, yakni jangan takut dievaluasi agar kegiatan bisa terukur dengan baik,” imbuhnya. DNA


Progres Pelaksanaan Pembangunan Harus Dilaporkan Sesuai Kenyataan

Bupati Grobogan Sri Sumarni meminta para pimpinan SKPD agar lebih cermat dalam menyampaikan laporan progres pelaksanaan pembangunan. Permintaan itu disampaikan bupati saat memimpin Rakor Pengendalian Pelaksanaan Kegiatan Pembangunan Triwulan II yang dilangsungkan di Gedung Riptaloka, Kamis (11/8/2016).

“Saya minta laporan pelaksanaan pembangunan disampaikan secara riil, sesuai kondisi dilapangan. Sebab, laporan ini penting sekali fungsinya. Dari laporan ini kita bisa tahu jika ada kendala yang ditemui sehingga bisa segera dicarikan solusinya,” tegasnya.

Hadir dalam kesempatan itu, Asisten II Dasuki dan Ketua Komisi C DPRD Grobogan Eko Budi Santoso. Acara rakor juga dihadiri para pimpinan SKPD.

Menurut bupati, laporan pelaksanaan pembangunan disemua daerah tersebut juga dimonitor langsung oleh Presiden Joko Widodo. Hal itu berdasarkan rapat bersama kepala daerah dengan presiden beberapa waktu lalu di Jakarta. Dimana, dalam kesempatan itu, presiden menyatakan selalu memantau perkembangan pelaksanaan pembangunan disemua daerah.

“Oleh sebab itu, jangan sampai bikin laporan asal ditulis angkanya saja. Tetapi, benar-benar disesuaikan dengan kondisi lapangan,” cetus mantan Ketua DPRD Grobogan tersebut.

Bupati juga meminta agar penyelesaian proyek fisik tahun 2016 ini bisa diselesaikan tepat waktu. Selain tepat waktu, pengerjaan proyek juga harus tepat mutu sesuai dengan perencanaan.

“Untuk itu semua proyek harus selesai tepat waktu dan mutunya juga harus bagus. Tahun anggaran 2016 tidak lama lagi akan berakhir dan jangan biasakan menyelesaikan proyek menjelang akhir tahun,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, bupati menyatakan, rakor pengendalian pelaksanaan kegiatan pembangunan dilakukan sebagai langkah evaluasi. Hal itu dilakukan karena evaluasi juga merupakan satu unsur penting dalam keberhasilan kegiatan. Melalui evaluasi itu akan diketahui apakah sebuah kegiatan sudah dilaksanakan sesuai dengan rambu-rambu yang telah ditentukan dalam perencanaan.

“Evaluasi adalah instrument penting dalam membantu pengendalian. Untuk itu mindset atau pola piker juga harus dirubah, yakni jangan takut dievaluasi agar kegiatan bisa terukur dengan baik,” imbuhnya. DNA

Go to top