ketoprakkominfo 1Pertunjukkan kesenian tradisional ketoprak yang dilangsungkan di lapangan Desa Tlogotirto, Kecamatan Gabus, Jumat (19/8/2017) malam. Pentas ketoprak yang diselenggarakan Diskominfo Grobogan ini boleh dibilang cukup istimewa.

Bukan soal kisah atau lakon yang dimainkan. Tetapi mengenai latar belakang para pemeran yang tampil dalam pertunjukkan tersebut. Soalnya, sebagian besar pemainnya adalah kepala desa dan perangkat desa di Kecamatan Gabus. Tidak hanya itu, Camat Gabus Anwar Udin Hamid dan Kapolsek AKP Zainuri juga ikut jadi pemeran.

Pertunjukkan ketoprak dalam rangka memeriahkan Hari Kemerdekaan RI mengambil lakon atau cerita Ranggalawe Mbalelo. Cerita itu mengisahkan tentang Adipati Tuban Ranggalawe di masa pemerintahan kerajaan Majapahit.

Meski persiapannya singkat, namun para pemeran mampu tampil apik dalam pentas yang disaksikan ribuan warga itu. Bahkan, hingga lewat dinihari, ribuan warga masih betah menonton pentas kesenian tradisional yang saat ini sudah jarang ditemui itu.

Kades Tlogotirto Adi Saputra mengatakan, tahun 2016 lalu, pihaknya juga mengadakan pentas kethoprak di lokasi yang sama. Pada edisi perdana menampilkan cerita Lahirnya Kerajaan Majapahit.

Adi menyatakan, pentas ketoprak itu dilangsungkan sebagai wahana untuk menggali, mengupas, mengembangkan dan melestarikan seni budaya warisan nenek moyang. Hal itu perlu dilakukan karena kesenian tradisional ini kondisinya hampir kelam lantaran tergerus arus globalisasi.

“Kesenian tradisional ini harus kita lestarikan. Untuk melestarikan kesenian ini harus kita lakukan bersama-sama,” sambungnya. DNA

 

 

Go to top