HomeKesehatan

Pembangunan Kesehatan Kabupaten Grobogan 2012

Kondisi sarana dan prasarana pelayanan kesehatan tahun 2012 secara rinci seperti pada tabel berikut:

Tabel : Kondisi Sarana dan Prasarana Pelayanan Kesehatan tahun 2012

No

Sarana/Prasarana

Jumlah

Kondisi

Baik

Sedang

Rusak

1.

Rumah Sakit

7

7

-

-

2.

Puskesmas

30

30

-

-

3.

Puskesmas pembantu

69

69

-

-

Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan

 

Keberhasilan pembangunan kesehatan dapat diukur dengan beberapa indikator diantaranya adalah angka kematian bayi (AKB), Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Balita (AKABA) dan Prevalensi Gizi Buruk Balita. Perkembangan AKB, AKI, AKBA dan prevalensi gizi buruk pada balita tahun 2008 sampai dengan 2012 seperti pada tabel berikut :

Tabel

Angka Kematian Ibu, Angka Kematian Bayi dan Prevalensi Gizi Buruk

Kabupaten Grobogan Tahun 2008 – 2012

No

Indikator Kinerja

Capaian Kinerja Indikatif

2008

2009

2010

2011

2012

1.

AKB/1000 KH

9,90

10,74

11,86

8,78

10,60

2.

AKI/100.000 KH

86,87

191,61

80,02

114,04

150,12

3.

AKABA/1000 KH

10,29

11,70

12,22

9,12

11,61

4.

% BBLR

14,20

17,06

14,62

9,31

4,0

5.

PREVALENSI GIZI BURUK BALITA

0,03

0,02

0,02

0,03

0,04

Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan


AKB        : ANGKA KEMATIAN BAYI

AKI         : ANGKA KEMATIAN IBU (IBU HAMIL, IBU MELAHIRKAN, IBU NIFAS)

AKABA    : ANGKA KEMATIAN BALITA

BBLR       : BERAT BAYI LAHIR RENDAH

KH          : KELAHIRAN HIDUP (JML BAYI LAHIR YANG HIDUP)

 

Angka Kematian Bayi (AKB)

Angka kematian bayi (AKB) adalah banyaknya kematian bayi umur kurang dari 1 tahun (0–12 bulan) per 1.000 kelahiran hidup dalam kurun waktu satu tahun. AKB menggambarkan tingkat permasalahan kesehatan masyarakat yang berkaitan dengan faktor penyebab kematian bayi, tingkat pelayanan antenatal, status gizi ibu hamil, tingkat keberhasilan program KIA dan KB, serta kondisi lingkungan dan sosial ekonomi.

Angka Kematian Bayi di Kabupaten Grobogan tahun 2012 sebesar 10,60/1.000 kelahiran hidup (KH). Apabila dibandingkan dengan target MDGs ke-4 tahun 2015 sebesar 23 per 1.000 kelahiran hidup dan target indikator kinerja Dinas Kesehatan tahun 2012 sebesar <11/1.000 KH, maka Kabupaten Grobogan telah memenuhi target.

 

Angka Kematian Ibu (AKI)

Angka kematian ibu (AKI) dihitung sejak masa kehamilan, persalinan dan masa nifas, sebagai akibat dipengaruhi oleh keadaan sosial ekonomi, kesehatan yang kurang baik menjelang kehamilan, komplikasi saat kehamilan dan kelahiran, dan penggunaan fasilitas pelayanan kesehatan termasuk pelayanan prenatal dan obstetrik.

Kematian ibu adalah kasus kematian perempuan yang diakibatkan oleh proses yang berhubungan dengan kehamilan (termasuk hamil ektopik), persalinan, abortus (termasuk abortus mola) dan masa dalam kurun waktu 42 hari setelah berakhirnya kehamilan tanpa melihat usia gestasi dan tidak termasuk didalamnya sebab kematian akibat kecelakaan atau kejadian insidental.

Angka kematian ibu di Kabupaten Grobogan pada tahun 2012 adalah sebesar 150,12/100.000 KH. Apabila dibandingkan dengan target MDGs ke-4 tahun 2015 sebesar 102 per 100.000 KH dan target Provinsi Jawa Tengah sebesar 60/100.000 KH, maka kabupaten Grobogan belum dapat memenuhi target.

Oleh karena itu kedepan diharapkan AKI semakin menurun, untuk itu perlu menjadikan prioritas program bagi Dinas Kesehatan untuk lebih intensif menurunkan AKI.

 

Angka Kematian Balita (AKABA)

Angka Kematian Anak Balita (AKABA) adalah kematian anak balita (12–59 bulan) per 1.000 kelahiran hidup. Angka ini sebagai alat untuk mengetahui tingkat permasalahan kesehatan anak balita, mengetahui tingkat keberhasilan pelayanan KIA/posyandu, dan menilai kondisi sanitasi lingkungan.

Angka kematian balita di Kabupaten Grobogan tahun 2012 sebesar 11,61/1.000 KH. Bila dibandingkan dengan target MDGs ke-4 tahun 2015 (32 per 1.000 kelahiran hidup) dan target Provinsi Jawa Tengah Tahun 2012 sebesar 12,01, maka AKABA di Kabupaten Grobogan telah memenuhi target.

 

Gizi Buruk

Pendataan gizi kurang dan gizi buruk didasarkan pada 2 kategori. Pertama adalah membandingkan berat badan dengan umurnya (BB/U) dan kedua adalah membandingkan berat badan dengan tinggi badannya (BB/TB).

Pada skrining pertama dilakukan di posyandu dengan cara membandingkan berat badan dengan umurnya melalui kegiatan penimbangan. Jika ditemukan kasus gizi kurang/buruk dilakukan perawatan gizi kurang/buruk sesuai pedoman di posyandu dan Puskesmas. Kemudian dilanjutkan dengan skrining berikutnya, yaitu dengan membandingkan berat badan dengan tinggi badannya, jika ternyata menderita gizi buruk maka dilakukan perawatan sesuai standar sampai di Rumah Sakit.

Di Kabupaten Grobogan pada tahun 2011 persentase Balita dengan Gizi Buruk sebesar 0,03% dan pada tahun 2012 sebesar 0,04%, sehingga terjadi kenaikan.

 

 

 
<< Start < Prev 1 2 3 Next > End >>

Page 1 of 3

Konten yang ditampilkan lebih bersifat informatif, apabila terdapat perbedaan data dengan data resmi (dokumen resmi),
maka yang menjadi acuan adalah data resmi (dokumen resmi) dari Pemerintah Kabupaten Grobogan.

escort bayan escort bayan bayan escort bursa escort escort bursa sex shop ankara escort ankara escort bayan ankara escort kızlar antalya escort antalya escort bayan istanbul escort istanbul escort bayan eskişehir escort eskişehir escort bayan adana escort adana escort bayan mersin escort mersin escort bayan izmit escort izmit escort bayan samsun escort samsun escort bayan ankara rus escort rus escort ankara film izle masaj salonu lojistik muhabbet tatil rehberi lazer epilasyon ucuz bilet wordpress lezbiyen webmaster forum Ayakkabı modelleri araba oyunu araba modelleri