HomeKesehatan

Pembangunan Kesehatan Kabupaten Grobogan Th 2013

Indikator pembangunan kesehatan di Kabupaten Grobogan dapat dilihat dari pemenuhan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan yang menyeluruh untuk mendekatkan pelayanan dengan masyarakat. Secara keseluruhan Kondisi kesehatan selama tahun 2013 dapat dilihat dari jumlah sarana prasarana kesehatan, yaitu : dalam kondisi baik untuk Rumah sakit mencapai 100% dan puskesmas pembantu mencapai 63,8%, sedangkan Puskesmas sebesar 70,0%. Kondisi sarana dan prasarana pelayanan kesehatan tahun 2013 secara rinci seperti pada tabelberikut:

Kondisi Sarana dan Prasarana Pelayanan Kesehatan Tahun 2013

No

Sarana/Prasarana

Jumlah

Kondisi

Baik

Sedang

Rusak

1.

Rumah Sakit

7

7

-

-

2.

Puskesmas

30

21

7

2

3.

Puskesmas pembantu

69

44

15

10

Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan

Adapun indikator keberhasilan pembangunan kesehatan dapat diukur dengan Angka Kematian Bayi (AKB), Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Balita (AKABA) dan Prevalensi Gizi Buruk Balita. Perkembangan AKB, AKI, AKBA dan prevalensi gizi buruk pada balita tahun 2008 sampai dengan 2013 seperti pada tabelberikut :

Angka Kematian Ibu, Angka Kematian Bayi dan Prevalensi Gizi Buruk

Kabupaten Grobogan Tahun 2008 – 2013

No

Indikator Kinerja

Capaian Kinerja Indikatif

2008

2009

2010

2011

2012

2013

1.

AKB/1000 KH

9,90

10,74

11,86

8,78

10,60

14,14

2.

AKI/100.000 KH

86,87

191,61

80,02

114,04

150,12

101,10

3.

AKABA/1000 KH

10,29

11,70

12,22

9,12

11,61

15,72

4.

% BBLR

14,20

17,06

14,62

9,31

4,0

3,83

5.

Prevalensi Gizi Buruk Balita

0,03

0,02

0,02

0,03

0,04

0,02

Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan

a. Angka Kematian Bayi (AKB)

AKB merupakan banyaknya kematian bayi umur kurang dari 1 tahun (0–12 bulan) per 1.000 kelahiran hidup dalam kurun waktu satu tahun. AKB menggambarkan tingkat permasalahan kesehatan masyarakat yang berkaitan dengan faktor penyebab kematian bayi, tingkat pelayanan antenatal, status gizi ibu hamil, tingkat keberhasilan program KIA dan KB, serta kondisi lingkungan dan sosial ekonomi.

Berdasarkan tabel 1.15, AKB di Kabupaten Grobogan tahun 2013 sebesar 14,14/1.000 kelahiran hidup (KH). Dibandingkan dengan tahun 2012 sebesar 10,60/1.000 KH, maka tahun ini mengalami AKB mengalami kenaikan, Namun apabila dibandingkan dengan target MDGs ke-4 tahun 2015 yaitu 23 per 1.000 kelahiran hidup, angka ini telah memenuhi target Rencana Aksi Daerah MDGs Provinsi Jawa Tengah sebesar 9,1/1000 KH. Sedangkan indikator kinerja Dinas Kesehatan tahun 2013 menargetkan AKB sebesar < 10/1.000 KH.

b. Angka Kematian Ibu (AKI)

AKI dihitung semasa kehamilan, persalinan dan masa nifas, mempunyai manfaat mencerminkan risiko yang dihadapi oleh ibu selama kehamilan dan melahirkan yang dipengaruhi oleh keadaan sosial ekonomi, keadaan kesehatan yang kurang baik menjelang kehamilan, kejadian berbagai komplikasi pada kehamilan dan kelahiran, tersedianya dan penggunaan fasilitas pelayanan kesehatan termasuk pelayanan prenatal dan obstetrik.

Angka kematian ibu di Kabupaten Grobogan pada tahun 2013 sebesar 101,10/100.000 KH, namun jika dibandingkan tahun 2012 yang mencapai 150,12/100.000 KH, angka tersebut mengalami penurunan yang cukup signifikan melebihi target MDGs ke-5 tahun 2015 yaitu sebesar 102 per 100.000.

c. Angka Kematian Balita (AKABA)

AKABA adalah kematian anak balita (12 – 59 bulan) per 1.000 kelahiran hidup. Angka kematian balita mempunyai manfaat untuk mengetahui tingkat permasalahan kesehatan anak balita, tingkat pelayanan KIA/posyandu, tingkat keberhasilan program KIA/posyandu dan untuk menilai kondisi dan sanitasi lingkungan.

Angka kematian balita di Kabupaten Grobogan tahun 2013 sebesar 15,72/1.000 KH. Bila dibandingkan tahun 2012 sebesar 11,61/1.000 KH, AKABA di Kabupaten Grobogan mengalami kenaikan, meskipun bila dibandingkan dengan target MDGs ke-4 tahun 2015 sebesar 32 per 1.000 kelahiran hidup, telah memenuhi target.

d. Gizi Buruk

Proses penentuan gizi kurang dan gizi buruk didasarkan pada 2 kategori. Kategori pertama membandingkan berat badan dengan umurnya (BB/U) dan kategori kedua adalah membandingkan berat badan dengan tinggi badannya (BB/TB).

Penyaringan pertama dilakukan di posyandu dengan membandingkan berat badan dengan umurnya melalui kegiatan penimbangan. Jika ditemukan kasus gizi kurang/buruk dilakukan perawatan sesuai pedoman di posyandu dan Puskesmas, dilanjutkan dengan penyaringan berikutnya, dengan membandingkan berat badan dengan tinggi badannya. Jika ternyata menderita gizi buruk maka dilakukan perawatan sesuai standar sampai di Rumah Sakit.

Di Kabupaten Grobogan pada tahun 2012 persentase Balita dengan gizi buruk sebesar 0,04% dan pada tahun 2013 sebesar 0,02%, sehingga terjadi penurunan.

 
<< Start < Prev 1 2 3 4 Next > End >>

Page 1 of 4

Konten yang ditampilkan lebih bersifat informatif, apabila terdapat perbedaan data dengan data resmi (dokumen resmi),
maka yang menjadi acuan adalah data resmi (dokumen resmi) dari Pemerintah Kabupaten Grobogan.

escort bayan escort bayan bayan escort bursa escort escort bursa sex shop ankara escort ankara escort bayan ankara escort kızlar antalya escort antalya escort bayan istanbul escort istanbul escort bayan eskişehir escort eskişehir escort bayan adana escort adana escort bayan mersin escort mersin escort bayan izmit escort izmit escort bayan samsun escort samsun escort bayan ankara rus escort rus escort ankara film izle masaj salonu lojistik muhabbet tatil rehberi lazer epilasyon ucuz bilet wordpress lezbiyen webmaster forum Ayakkabı modelleri araba oyunu araba modelleri