HomeMitigasi Bencana

Pencegahan dan Penanggulangan Bencana Tahun 2012

1. Bencana Yang Terjadi dan Penanggulangannya

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, Keputusan Presiden RI Nomor 85 Tahun 2005 tentang Penanganan Bencana di Daerah, Peraturan Pemerintah No. 21 Tahun 2007 tentang Penyelengggaraan Bencana, Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Pemerintah, Keputusan Bupati Grobogan Nomor 260/261/2007 tanggal 9 Januari 2007 tentang Susunan Anggota Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP), dan Peraturan Bupati Grobogan Nomor 122 Tahun 2008 tentang bantuan bencana alam, maka di Kabupaten Grobogan dibentuk Badan Penanggulangan Becana Daerah dengan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2012.

Dalam penyelenggaraan penanggulangan dan penanganan bencana di Kabupaten Grobogan dilaksanakan melalui 3 (tiga) tahap atau lebih dikenal dengan nama Siklus Bencana, yaitu:

a. Pra Bencana

Penyelenggaraan penanggulangan bencana pada tahap pra bencana meliputi situasi tidak terjadi bencana dan situasi terdapat potensi terjadi bencana.

Penyelenggaraan bencana pada situasi tidak terjadi bencana meliputi :

  • Peringatan penanggulangan bencana dengan memberikan Peringatan dini kemungkinan terjadinya bencana, khususnya pada saat terjadinya pergantian musim;
  • Pengurangan resiko bencana;
  • Pencegahan;
  • Pemaduan dalam perencanaan pembangunan;
  • Persyaratan analisis resiko bencana dilaksanakan dengan Pemberdayaan masyarakat tentang kemampuan mandiri dalam membaca karakteristik bencana dan antisipasi penanganannya;
  • Pelaksanaan dan penegakan rencana tata ruang;
  • Pendidikan dan pelatihan; dan
  • Persyaratan standar teknis penanggulangan bencana dengan melaksanakan Pencegahan atau mitigasi bencana melalui penghijauan, pengerukan sedimentasi saluran, optimalisasi hamparan sungai dan tanggul.

Penyelenggaraan bencana pada situasi terdapat potensi terjadi bencana meliputi :

  • Kesiapsiagaan;
  • Peringatan dini; dan
  • Mitigasi bencana.

b. Saat Bencana

Penyelenggaraan penanggulangan bencana pada tahap tanggap darurat meliputi :

  • Pengkajian secara cepat dan tepat terhadap lokasi, kerusakan dan sumberdaya;
  • Penetapan status keadaan darurat bencana;
  • Dilakukan pencarian, penyelamatan dan evakuasi korban bencana dengan tahapan: pendirian tenda peleton yang difungsikan sebagai Posko, Dapur Umum, Komunikasi dan Administrasi serta PPPK disetiap penampungan;
  • Bersama dengan unsur medis mengevakuasi korban yang perlu dibantu dengan rujukan kesehatan;
  • Bersama dengan SKPD terkait mengupayakan kebutuhan-kebutuhan dasar para korban bencana;
  • Perlindungan terhadap kelompok rentan;
  • Melaksanakan pengamanan wilayah bencana yang ditinggal dalam pengungsian; dan
  • Piket 24 jam di Posko Induk/Rupusdalops, Unit Operasional PBP dan Satlinmas secara serentak.

c. Pasca Bencana

Penyelenggaraan penanggulangan bencana pada tahap pasca bencana meliputi :

  • Rehabilitasi dan pemulihan sarana prasarana umum/infrastruktur yang mengalami kerusakan melalui skala prioritas;
  • Rekonstruksi.

Realisasi kegiatan pencegahan dan penanggulangan bencana yang terjadi di Kabupaten Grobogan pada Tahun 2012 adalah sebagai berikut:

  • Pada Tahap Pra bencana dilakukan pendataan ulang jenis dan karakter bencana berikut peningkatan SDM masyarakat di wilayah rawan bencana, melalui Sosialisasi, peningkatan kemampuan, pendidikan dan pelatihan serta upaya pencegahan lainnya.
  • Pada Saat tanggap Darurat, diawali Rapat Koordinasi Terpadu, Apel Siaga dan Kesiap siagaan melalui Piket 1 x 24 jam di Posko Induk / Rupusdalops, Unit Operasional PBP dan Satlinmas PBP secara serentak.
  • Pada saat Pasca bencana, dilaksanakan pendataan dan Rehabilitasi/ Rekonstruksi Sarana Prasarana yang rusak akibat bencana dan mengupayakan bantuan secara vertikal maupun ke pihak ketiga yang tidak mengikat.

 

2. Status Bencana

Status bencana yang terjadi pada Tahun 2012 bersifat lokal.

 

3. Sumber dan Jumlah Anggaran

Untuk membantu para korban bencana yang terjadi di Kabupaten Grobogan pada Tahun 2012, telah disalurkan bantuan yang bersumber dari APBD Kabupaten Grobogan maupun bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dengan perincian sebagai berikut :

a. Anggaran Belanja Tidak Langsung Bantuan Sosial sebesar Rp.180.500.000,- untuk menangani bencana :

  • kebakaran sebesar Rp. 121.000.000,-
  • banjir sebesar Rp. 13.500.000,-
  • angin topan sebesar Rp.44.000.000,-
  • bencana lainnya sebesar Rp.2.000.000,-

b. Anggaran Belanja Tak Terduga sebesar Rp. 331.000.000,- untuk menangani bencana :

  • kebakaran sebesar Rp. 180.000.000,-
  • banjir sebesar Rp.16.000.000,-
  • angin topan sebesar Rp.108.000.000,-
  • tanah longsor sebesar Rp. 22.500.000,-
  • bencana lainnya sebesar Rp. 4.500.000,-

c. Anggaran Belanja Langsung pada kegiatan Pengadaan Air Baku untuk penanganan kekeringan sebesar Rp. 600.000.000,- terealisasi sebesar Rp.513.524.700,-

 

4. Antisipasi Daerah Dalam Menghadapi Kemungkinan Bencana

Dalam rangka mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana, Pemerintah Kabupaten Grobogan pada Tahun 2012 telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 10.193.695.900,- yang digunakan untuk menyelenggarakan program pencegahan dini penanggulangan bencana alam, program pencegahan dini dan penanggulangan korban bencana alam, progam peningkatan kesiagaan dan pencegahan bahaya kebakaran, program pengendalian banjir, program rehabilitasi hutan dan lahan, program pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan hidup serta bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana 2012.

Guna mengantisipasi terjadinya bencana, maka beberapa langkah yang telah ditempuh antara lain:

  • Sosialisasi penanggulangan bencana;
  • Mengoptimalkan peran satgas penanggulangan bencana alam;
  • Pembangunan talud-talud penahan tanah di wilayah bahaya tanah longsor;
  • Normalisasi saluran dan perbaikan tanggul-tanggul penahan banjir;
  • Pembuatan sumur tandon air untuk darurat kebakaran;
  • Rehabilitasi hutan dan penghijauan lingkungan;
  • Pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan hidup;
  • Meningkatkan koordinasi antar instansi, melalui penyelenggaraan Rakor di setiap perubahan musim dan upaya tindakan menyatu dalam antisipasi kemungkinan bencana yang timbul;
  • Pelatihan penanggulangan bencana alam;
  • Peningkatan kemampuan masyarakat wilayah rawan bencana melalui simulasi/gladi; dan
  • Peningkatan kesiapsiagaan mulai dari kelompok masyarakat sampai pada kelembagaan / organisasi penanganan bencana.

 

5. Satuan Kerja Perangkat Daerah Yang Menangani Bencana

  • Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Grobogan.
  • Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Grobogan.
  • Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Grobogan.
  • Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Grobogan.
  • Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Grobogan.
  • Dinas Pengairan Kabupaten Grobogan.
  • Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Kebersihan Kabupaten Grobogan.
  • Sekretariat Daerah Kabupaten Grobogan.

 

6. Kelembagaan Yang Khusus Dibentuk Menangani Bencana

  • Badan Penanggulangan Bencana Daerah, dengan dasar pembentukan Peraturan Daerah Kabupaten Grobogan Nomor 6 Tahun 2012 tentang Organisasi Dan Tata Kerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Grobogan.
  • Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP), dengan dasar pembentukan Keputusan Bupati Grobogan Nomor 260/261/2007 tanggal 9 Januari 2007, tentang Susunan Anggota Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP);
  • TAGANA (Anggota Siaga Bencana); dan
  • SAR.

 

7. Potensi Bencana Yang Diperkirakan Terjadi

Sesuai kondisi dan tekstur tanah yang ada, maka potensi bencana yang mungkin terjadi adalah banjir, tanah longsor, angin topan dan kekeringan. Adapun potensi daerah rawan bencana di Kabupaten Grobogan meliputi :

  • Daerah rawan banjir: 96 desa/kel di 13 kecamatan;
  • Daerah rawan tanah longsor: 18 desa di 8 kecamatan;
  • Daerah rawan kekeringan: 81 desa di 10 kecamatan;
  • Daerah rawan angin topan: 19 kecamatan (semua wilayah berpotensi).

 

 

 
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>

Page 1 of 2

Konten yang ditampilkan lebih bersifat informatif, apabila terdapat perbedaan data dengan data resmi (dokumen resmi),
maka yang menjadi acuan adalah data resmi (dokumen resmi) dari Pemerintah Kabupaten Grobogan.

escort bayan escort bayan bayan escort bursa escort escort bursa sex shop ankara escort ankara escort bayan ankara escort kızlar antalya escort antalya escort bayan istanbul escort istanbul escort bayan eskişehir escort eskişehir escort bayan adana escort adana escort bayan mersin escort mersin escort bayan izmit escort izmit escort bayan samsun escort samsun escort bayan ankara rus escort rus escort ankara film izle masaj salonu lojistik muhabbet tatil rehberi lazer epilasyon ucuz bilet wordpress lezbiyen webmaster forum Ayakkabı modelleri araba oyunu araba modelleri