HomeMitigasi Bencana

Mitigasi Bencana Kabupaten Grobogan Th 2013

1. Bencana Yang Terjadi dan Penanggulangannya

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, Keputusan Presiden RI Nomor 85 Tahun 2005 tentang Penanganan Bencana di Daerah, Peraturan Pemerintah No. 21 Tahun 2007 tentang Penyelengggaraan Bencana, Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Pemerintah, Keputusan Bupati Grobogan Nomor 260/261/2007 tentang Susunan Anggota Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP) dan Peraturan Bupati Grobogan Nomor 122 Tahun 2008 tentang bantuan bencana alam, maka di Kabupaten Grobogan telah dibentuk Badan Penanggulangan Becana Daerah yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2012.

a. Bencana Yang Terjadi

Jenis bencana yang berpotensi terjadi di Kabupaten Grobogan antara lain bencana banjir, angin puting beliung, tanah lonsor, kekeringan dan kebakaran.

b. Penanggulangan Bencana

Dalam penyelenggaraan penanggulangan dan penanganan bencana di Kabupaten Grobogan dilaksanakan melalui 3 (tiga) tahap yang lebih dikenal dengan nama Siklus Bencana, yaitu:

1) Pra Bencana

Penyelenggaraan penanggulangan bencana pada tahap pra bencana meliputi situasi tidak terjadi bencana dan situasi terdapat potensi terjadi bencana. Penyelenggaraan penanggulangan bencana pada situasi tidak terjadi bencana meliputi :

  1. Peringatan penanggulangan bencana;
  2. Pengurangan resiko bencana;
  3. Pencegahan;
  4. Pemaduan dalam perencanaan pembangunan;
  5. Persyaratan analisis resiko bencana;
  6. Pelaksanaan dan penegakan rencana tata ruang;
  7. Pendidikan dan pelatihan;
  8. Persyaratan standar teknis penanggulangan bencana.

Penyelenggaraan bencana pada situasi terdapat potensi terjadi bencana meliputi :

  1. Kesiapsiagaan;
  2. Peringatan dini;

Mitigasi bencana.

2) Saat Bencana/Tahap Tanggap Darurat

Penyelenggaraan penanggulangan bencana pada tahap tanggap darurat meliputi :

  1. Pengkajian secara cepat dan tepat terhadap lokasi, kerusakan dan sumberdaya;
  2. Penetapan status keadaan darurat bencana;
  3. Penyelamatan dan evakuasi masyarakat terkena bencana;
  4. Pemenuhan kebutuhan dasar;
  5. Perlindungan terhadap kelompok rentan.

3) Pasca Bencana

Penyelenggaraan penanggulangan bencana pada tahap pasca bencana meliputi :Rehabilitasi dan Rekonstruksi.

2. Status Bencana

Status bencana yang terjadi pada Tahun 2013 bersifat lokal.

3. Sumber dan Jumlah Anggaran

Dalam rangka mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana, Pemerintah Kabupaten Grobogan melalui APBD Kabupaten Grobogan Tahun Anggaran 2013 telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp.683.250.000,-untuk program peningkatan kesiagaan dan pencegahan bahaya kebakaran yang digunakan untuk peningkatan pelayanan penanggulangan bencana kebakaran dan peningkatan pemeliharaan sarana dan prasarana serta operasional penanganan kebakaran. Untuk program pencegahan dini dan penanggulangan korban bencana alam dialokasikan anggaran Rp.892.000.000,-.yang digunakan untuk Operasional TRC, Pelatihan SAR dan Operasional SAR, Rakor Penanggulangan Bencana, Pelatihan manajemen PBA (Gladi manajemen PBA), Piket PBA, Bantuan Air Bersih dan Pengadaan Logistik. Sedang untuk Program Rehabilitasi dan   Rekonstruksi     dialokasikan anggaran Rp. 540.000.000,- digunakan untuk kegiatan penunjangan bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana 2012.

4. Antisipasi Daerah Dalam Menghadapi Kemungkinan Bencana

Guna mengantisipasi terjadinya bencana, maka beberapa langkah yang telah ditempuh antara lain:

  1. Sosialisasi penanggulangan bencana;
  2. Mengoptimalkan peran satgas penanggulangan bencana alam;
  3. Pembangunan talud-talud penahan tanah di wilayah bahaya tanah longsor;
  4. Normalisasi saluran dan perbaikan tanggul-tanggul penahan banjir;
  5. Pembuatan sumur tandon air untuk darurat kebakaran;
  6. Rehabilitasi hutan dan penghijauan lingkungan;
  7. Meningkatkan koordinasi antar instansi, melalui penyelenggaraan Rakor di setiap perubahan musim dan upaya tindakan menyatu dalam antisipasi kemungkinan bencana yang timbul;
  8. Pelatihan penanggulangan bencana alam;
  9. Peningkatan kemampuan masyarakat wilayah rawan bencana melalui simulasi/gladi;
  10. Peningkatan kesiapsiagaan mulai dari kelompok masyarakat sampai pada kelembagaan / organisasi penanganan bencana.

5. Potensi Bencana Yang Diperkirakan Terjadi

Sesuai kondisi dan tekstur tanah yang ada, maka potensi bencana yang mungkin terjadi adalah banjir, tanah longsor, angin topan dan kekeringan. Adapun potensi daerah rawan bencana di Kabupaten Grobogan meliputi :

  1. Daerah rawan banjir: 96 desa/kel di 13 kecamatan;
  2. Daerah rawan tanah longsor: 18 desa di 8 kecamatan;
  3. Daerah rawan kekeringan: 81 desa di 10 kecamatan;
  4. Daerah rawan angin topan: 19 kecamatan (semua wilayah berpotensi)                          
 
<< Start < Prev 1 2 3 Next > End >>

Page 1 of 3

Konten yang ditampilkan lebih bersifat informatif, apabila terdapat perbedaan data dengan data resmi (dokumen resmi),
maka yang menjadi acuan adalah data resmi (dokumen resmi) dari Pemerintah Kabupaten Grobogan.

escort bayan escort bayan bayan escort bursa escort escort bursa sex shop ankara escort ankara escort bayan ankara escort kızlar antalya escort antalya escort bayan istanbul escort istanbul escort bayan eskişehir escort eskişehir escort bayan adana escort adana escort bayan mersin escort mersin escort bayan izmit escort izmit escort bayan samsun escort samsun escort bayan ankara rus escort rus escort ankara film izle masaj salonu lojistik muhabbet tatil rehberi lazer epilasyon ucuz bilet wordpress lezbiyen webmaster forum Ayakkabı modelleri araba oyunu araba modelleri
hd wallpapers || Sexy Wallpapers || Funny Games || hero cartoon