Pembiayaan Daerah adalah transaksi keuangan untuk menutup defisit anggaran atau untuk memanfaatkan surplus. Defisit atau surplus terjadi apabila ada selisih antara anggaran pendapatan daerah dan belanja daerah. Pembiayaan disediakan untuk menganggarkan setiap pengeluaran yang akan diterima kembali dan/atau penerimaan yang perlu dibayar kembali, baik pada tahun anggaran yang bersangkutan maupun pada tahun anggaran berikutnya. Dalam penganggarannnya, Pembiayaan Daerah dibagi dalam 2 bagian yaitu Penerimaan Pembiayaan Daerah dan Pengeluaran Pembiayaan Daerah. Realisasi pembiayaan tahun 2016 dapat dilihat dalam tabel berikut :

Tabel Pembiayaan APBD Kabupaten Grobogan Tahun 2016

 pembiayaan 1

Sumber : DPPKAD Kabupaten Grobogan Tahun 2016.( LRA un-audit)

Dalam tabel di atas terlihat bahwa realisasi penerimaan pembiayaan mencapai Rp.258.536.570.691,- atau 99,54% dari target penerimaan sebesar Rp.259.721.663.441,-. Sedangkan realisasi pengeluaran pembiayaan mencapai Rp.10.672.447.800,- atau 56,73% dari target pengeluaran pembiayaan daerah sebesar Rp.18.813.496.000,-.

Selanjutnya perhitungan Pendapatan dan Belanja Daerah pada tahun 2016, terdapat Defisit sebesar Rp.128.036.657.984,- sedangkan pembiayaan netto sebesar Rp.247.864.122.891,- dengan demikian maka terdapat Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran tahun 2016 sebesar Rp. 119.827.464.907,-.

 

Go to top