Pembiayaan Daerah sebagaimana tercantum dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 merupakan setiap penerimaan yang perlu dibayar dan/atau pengeluaran yang akan diterima kembali, baik pada tahun anggaran yang bersangkutan maupun tahun-tahun anggaran berikutnya.

Pembiayaan Daerah adalah transaksi keuangan untuk menutup defisit anggaran atau untuk memanfaatkan surplus. Defisit atau surplus terjadi apabila ada selisih antara anggaran pendapatan daerah dan belanja daerah. Pembiayaan disediakan untuk menganggarkan setiap penerimaan yang akan diterima kembali dan/atau pengeluaran yang perlu dibayar kembali, baik pada tahun anggaran yang bersangkutan maupun pada tahun anggaran berikutnya. Dalam penganggarannnya, Pembiayaan Daerah dibagi dalam 2 bagian yaitu Penerimaan Pembiayaan Daerah dan Pengeluaran Pembiayaan Daerah.

Realisasi pembiayaan tahun 2014 dapat dilihat dalam tabel berikut :

Pembiayaan APBD Kabupaten Grobogan Tahun 2014

NO URAIAN TARGET REALISASI %
1 Pendapatan 1.642.386.125.000 1.711.056.213.805 104,18
2 Belanja 1.788.253.908.250 1.645.804.824.542 92,03
  Surplus/Defisit (145.867.783.250) 65.251.389.263 (44,73)
A Penerimaan Pembiayaan Daerah 168.104.939.250 166.127.016.838 98,82
B Pengeluaran Pembiayaan Daerah 22.237.156.000 21.682.895.600 97,51
  Pembiayaan Netto 145.867.783.250 144.444.121.238 99,02
  SISA LEBIH PEMBIAYAAN ANGGARAN TAHUN BERKENAAN - 209.695.510.501  

Sumber : DPPKAD Kabupaten Grobogan. (angka sementara, belum diaudit BPK)

Dalam tabel di atas terlihat bahwa realisasi penerimaan pembiayaan mencapai Rp. 166.127.016.838,- atau 98,82% dari target penerimaan. Sedangkan realisasi pengeluaran pembiayaan mencapai Rp. 21.682.895.600,- atau 97,51% dari target pengeluaran pembiayaan daerah.

Selanjutnya perhitungan Pendapatan dan Belanja Daerah pada tahun 2014, terdapat Surplus sebesar Rp.65.251.389.263,- sedangkan pembiayaan netto sebesar Rp. 144.444.121.238,- dengan demikian maka terdapat Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran tahun 2014 sebesar Rp. 209.695.510.501,-.

 

Go to top