Letak Geografis Kecamatan Gabus
Kecamatan Gabus Kabupaten Grobogan memiliki relief daerah pegunungan kapur dan perbukitan, pada ketinggian antara 50 -100 meter di atas permukaan air laut dengan kelerengan 8°-15° Dilihat dari Peta Kabupaten Grobogan, Kecamatan Gabus teletak di bagian paling timur dan merupakan perbatasan antara Kabupaten Grobogan dengan Kabu paten Ngawi.Detail peta Kecamatan ini dapat ditelusuri melalui Google Maps, atau silakan klik disini.
Adapun potensi di wilayah Kecamatan ini meliputi Pertanian (Padi, Palawija, Jagung), dan Peternakan (Sapi) sebagaimana terlihat pada Aspek Umum Kecamatan Gabus di bawah ini.
Kecamatan Gabus sebagaimana kecamatan lain di Grobogan terbentuk bersama-sama dengan terbentuknya Kabupaten Grobogan yaitu berdasarkan UU No. 13 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-daerah Kabupaten di lingkungan Propinsi Jawa Tengah.
Luas Wilayah Kecamatan Gabus
Secara administratif Kecamatan Gabus terdiri dari 14 Desa, 538 RT, dan 100 RW dengan ibukota berada di Desa Sulursari. Kecamatan ini mempunyai luas 146,24 Km2 dengan jumlah penduduk pada Tahun 2009 sebanyak 77.829 jiwa, sebagaimana tabel di bawah ini.

Aspek Umum Kecamatan Gabus
Tahun 2009, Produksi pertanian terbesar di Kecamatan ini adalah komoditas padi yang mencapai 45.604 ton, diantara produksi pertanian yang lain. Produksi padi di kecamatan ini mencapai 6,42% dari total produksi di Kabupaten Grobogan yang mencapai 710.091 ton.
Produksi perikanan dari produksi kolam lebih tinggi dibandingkan perairan umum, yang mencapai 6.330 Kg, sementara produksi dari perairan umum mencapai 5.663 Kg. Sedangkan untuk peternakan jumlah ternak kambing mencapai 5.448 ekor, sapi potong mencapai 22.396 ekor.
Industri yang berkembang masih didominasi industri rumah tangga yang mencapai 855 unit, industri kecil mencapai 22 unit. Sedangkan untuk industri besar dan sedang belum berkembang di kecamatan ini. Selanjutnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

| < Prev | Next > |
|---|






Comments
Mohon untuk menjadi perhatiannya.
Terima kasih.
^-^
Wah, ini sepertinya perlu di update lagi datanya, dan ada baiknya mungkin dari pemerintah bisa bekerja sama dengan Pemuda/i Karang Tarunda di masing-masing desa. ^-^
khususnya didesa keyongan dan desa suwatu..
buktinya jalan menuju kesana tidak layak pakai, namun masyarakat tetap melewatinya, karena haya ada satu jalan ,,,,
saya sangat prihatin dengan keadaan jalan tsb......
tolong dong, pemda setempat memberikan bantuan pembangunan jalan,.....
RSS feed for comments to this post