Kecamatan Wirosari (Keadaan Tahun 2011)

Letak Geografis

Kecamatan Wirosari memiliki relief daerah pegunungan kapur dan perbukitan serta berada pada ketinggian yang berbeda-beda seperti Wirosari sebelah selatan memiliki ketinggian sekitar 50 meter di atas permukaan air laut dengan kelerengan 0° - 8°. Untuk wilayah Wirosari sebelah utara memiliki ketinggian antara 50 - 100 meter di atas permukaan laut dengan kelerengan 8° - 15°.

Dilihat dari Peta Kabupaten Grobogan, Kecamatan Wirosari teletak di bagian timur Kabupaten Grobogan. Kira-kira jarak antara Purwodadi dengan Wirosari sekitar 20 Km.  Detail peta Kecamatan ini dapat ditelusuri melalui Google Maps, atau silakan klik disini.

Adapun potensi di wilayah Kecamatan ini meliputi Pertanian (padi, jagung, kedelai), Produksi (genteng, batu bata, kerajinan tangan), sebagaimana terlihat pada aspek umum di bawah ini.

Wirosari berasal dari 2 suku kata,'Wiro'= sosok/seseorang yang mempunyai kelebihan kekuatan dan kedudukan. 'Sari'= kandungan yang paling penting dan berguna. Wirosari = sebuah tempat dimana terdapat banyak tokoh/orang yang mempunyai ilmu, kekuatan dan kedudukan yang penting dan mereka sebagai inti dari proses pemerintahan dan kemasyarakatan.

Berawal dari Babat Wirosari, dahulu bernama Wiroto, sejaman dengan Kerajaan Majapahit, seiring dengan perpindahan kekuasaan ke tangan Kerajaan Demak dan Mataram, maka wilayah Wiroto menjadi nama Wirosari, dengan iringan do'a agar tanah ini menjadi makmur.

Kecamatan Wirosari sebagaimana kecamatan lain di Grobogan terbentuk bersama-sama dengan terbentuknya Kabupaten Grobogan yaitu berdasarkan UU No. 13 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-daerah Kabupaten di lingkungan Propinsi Jawa Tengah. 

 

Luas Wilayah

Secara administratif Kecamatan Wirosari terdiri dari 14 Desa, 503 RT, dan 93 RW dengan ibukota berada di Kelurahan Wirosari. Kecamatan ini mempunyai luas 154.30 Km2 dengan jumlah penduduk pada keadaan Bulan September Tahun 2011 sebanyak 92.265 jiwa, sebagaimana tabel di bawah ini.

wirosari-1 

Aspek Umum

Pada tahun 2010, produksi pertanian terbesar di kecamatan ini adalah komoditas jagung yang mencapai 85.460 ton, diantara produksi pertanian yang lain. Produksi jagung di kecamatan ini mencapai 12,07% dari total produksi di Kabupaten Grobogan yang mencapai 708.013 ton.

Produksi perikanan dari produksi perairan umum lebih tinggi dibandingkan kolam, yang mencapai 49.339 Kg. Sementara produksi dari kolam mencapai 17.000 Kg. Sedangkan untuk peternakan cukup besar, jumlah ternak kambing mencapai 15.415 ekor, sapi potong mencapai 18.111 ekor.

Industri yang berkembang masih didominasi industri rumah tangga yang mencapai 1.184 unit, industri kecil mencapai 116 unit. Sedangkan untuk industri besar dan sedang belum berkembang di kecamatan ini. Selanjutnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

wirosari-2


 

More Articles...

  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  Next 
  •  End 

Page 1 of 2

Konten yang ditampilkan lebih bersifat informatif, apabila terdapat perbedaan data dengan data resmi (dokumen resmi),
maka yang menjadi acuan adalah data resmi (dokumen resmi) dari Pemerintah Kabupaten Grobogan.