Untuk mengetahui angka ketergantungan, harus disusun terlebih dahulu struktur usia penduduk dan piramida penduduk, karena Rasio Ketergantungan (Dependency Ratio) adalah perbandingan antara jumlah penduduk umur 0-14 tahun, ditambah dengan jumlah penduduk usia 65 tahun ke atas (disebut usia non produktif) dibandingkan dengan jumlah penduduk usia 15-64 tahun (usia produktif).

Berdasarkan struktur usia, penduduk Kabupaten Grobogan dapat di kelompokkan seperti dalam tabel sebagai berikut:

Tabel Struktur Usia Penduduk Kabupaten Grobogan Tahun 2016

No. KELOMPOK UMUR JUMLAH PENDUDUK JUMLAH
L P
1 0-4 51.561 48.228 99.789
2 5-9 55.876 51.882 107.758
3 10-14 54.969 51.734 106.703
4 15-19 61.224 58.898 120.122
5 20-24 62.800 58.759 121.559
6 25-29 61.642 57.348 118.990
7 30-34 58.837 56.969 115.806
8 35-39 56.210 54.871 111.081
9 40-44 49.607 51.030 100.637
10 45-49 49.111 52.121 101.232
11 50-54 46.327 50.353 96.680
12 55-59 41.343 40.629 81.972
13 60-64 27.963 26.558 54.521
14 65-69 19.449 20.059 39.508
15 70-74 13.208 16.127 29.335
16 75 + 17.000 21.509 38.509
  TOTAL 727.127 717.075 1.444.202

Sumber:  Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab. Grobogan.

 

Pada tahun 2016 sebagian besar penduduk Kabupaten Grobogan adalah kelompok usia produktif (usia 15‐64 tahun), yang mencapai 1.022.600 jiwa, kemudian kelompok usia non produktif (usia 0‐14 tahun dan 65 tahun keatas) mencapai 421.602 jiwa, sehingga Angka rasio ketergantungan adalah 41%, artinya setiap 100 orang berusia produktif di Kabupaten Grobogan menanggung 41 orang yang non produktif.


Dari data di atas dapat disusun dalam bentuk grafik komposisi penduduk Kabupaten Grobogan menurut kelompok umur dan jenis kelamin sebagaimana tampak dalam Gambar I.2 sebagai berikut :

piramida penduduk 2016

 

Gambar Piramida Penduduk 2016

 

Go to top