Menu
Kunjungan Wapres di Kedung Ombo
Wakil Preside Jusuf Kalla, Jumat (5/12) melakukan kunjungan kerja di Waduk Kedungombo yang berada di Desa Rambat, Kecamatan Geyer.
Cegah ISIS, Pemkab Grobogan Rangkul Ormas
Untuk mencegah jaringan ISIS (Islamic State of Iraq Syria), Pemkab Grobogan bersama Polres, Kodim 0717, Kejari Purwodadi merangkul sejumlah ormas Islam, ponpes dan organisai lintas agama setempat.
Gelar Pameran dan Ekspo Peternakan
Ekspo yang di buka oleh Bupati Grobogan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mempromosikan produk hasil peternakan dan perikanan unggulan di Grobogan.
Grobogan Juara Satu Inseminator
Penobatan juara petugas Inseminator Buatan (IB) diberikan langsung oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dalam upacara di lapangan Simpang Lima Semarang.
Kwarcab Grobogan Juara Tiga Abdimas Se Jateng
Kwarcab 11 15 Grobogan memperoleh penghargaan peringkat tergiat tiga bidang Abdimas Humas dari Kwarda 11 Jawa Tengah yang diterima oleh Wakil Bupati Icek Baskoro,SH
Hari Pangan ke-34 dan Hari Nusantara ke-15
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat menggelar peringatan Hari Pangan ke-34 dan Hari Nusantara ke-15 di Kompleks Stadion Krida Bhakti Purwodadi.
Gerakan Penanggulangan Hama Tikus
Wakil Bupati Grobogan Icek Baskoro beberapa saat lalu mencanangkan gerakan penanggulangan hama tikus secara massal di Desa Selojari, Kec. Klambu.
Beasiswa Dari PT HM Sampoerna
Sebanyak 100 siswa SMA dan sederajat di Grobogan mendapat beasiswa dari PT HM Sampoerna melalui program Putra Sampoerna Foundation (PSF).
Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN)
Sekretaris Daerah Grobogan Sugiyanto ketika membuka pembekalan aparatur kecamatan dalam penyelenggaraan Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) belum lama ini di ruang Riptaloka, setda Grobogan.

Bupati dan Wakil Bupati Grobogan Masa Bhakti 2006 -2011

bupati-dan-wakil-bupati-grobogan

Pertanian Kabupaten Grobogan Menuju Agribisnis

pertanian-grobogan-menuju agribisnis

Pertanian lekat dengan Kabupaten Grobogan, kabupaten ini pun dikenal sebagai salah satu lumbung padi di Jawa Tengah, dan sebagai tempat lahirnya varietas tanaman jenis baru.

Read more Pertanian Grobogan ...

Pertanian Grobogan Mendukung Kedaulatan Pangan Nasional

pertanian grobogan

Bagi Kabupaten Grobogan, Sektor Pertanian merupakan sektor primer yang amat strategis, karena memberi kontribusi 43,6% dari PDRB Kabupaten Grobogan setiap tahun.

Read more Pertanian Grobogan ...

Jiwa Nasionalisme Generasi Muda Dulu, Kini dan Mendatang

Pemuda sebagai komponen bangsa yang demikian kuat, baik fisik maupun semangatnya. Keberadaannya sangat dibutuhkan oleh masyarakat demi kelangsungan dan kejayaan bangsa. Di sisi lain kelompok masyarakat yang tergolong berusia muda ini seringkali masih mempunyai kondisi jiwa yang perlu pembentukan jati dirinya. Mereka masih banyak menjadikan berbagai profil guna dijadikan sebagai acuan untuk penempaan dirinya menuju pendewasaan dan penemuan jati diri tersebut.

Dalam proses pembentukan jati diri, seringkali mereka menerima berbagai pengaruh dari berbagai bentuk budaya dan infromasi. Berbagai pengaruh yang berasal dari berbagai budaya dan informasi tersebut akan mewarnai kehidupan dan jiwa generasi muda yang akan melangkah ke masa depan.

Kedudukan generasi muda secara alami akan menjadi pemegang kekuasaan jalannya kemasyarakatan dan kenegaraan bangsa ini di masa yang akan datang. Hal demikian sudah tidak dapat dipungkiri lagi dari kenyataan hukum alam. Para pendiri negeri ini yang berkiprah langsung terhadap keberadaan negeri ini telah banyak yang mendahului  berada di alam baka. Jarang sekali sekarang ini kita dapat menempa diri dengan memanfaatkan masukan masukan langsung dari mereka.

Sedangkan generasi mendatang masih sangat memerlukan dorongan bermutu dengan bermodal sifat nasionalisme dari  para pejuang pahlawan kemerdekaan maupun pahlawan nasional. Hal itu karena perjuangan untuk kepentingan bangsa dan negara tidak dapat berhenti walaupun kemerdekaan telah diproklamirkan 65 tahun yang lalu.

Perjuangan di masa sekarang memang tidak harus  memegang senjata melawan musuh yang nyata berupa tentara asing. Tetapi musuh berupa kebodohan, kemiskinan dan keterbelakangan, ketidaktertiban dan ketidakadilan juga merupakan musuh nyata bagi kita namun tidak dapat secara jelas atau kongkrit untuk dapat kita habisi. Tetapi itu semua harus kita berantas agar kita dapat membawa bangsa ini kepada alam kemajuan yang sejajar dengan bangsa-bangsa atau negara maju di dunia. Terlebih kalau ‘musuh’ berupa kebodohan, kemiskinan dan keterbelakangan, ketidaktertiban dan ketidakadilan tersebut ada pada diri kita atau di sekitar kehidupan kita.

Ukuran keberhasilan perjuangan di masa kemerdekaan yang sudah relatif jauh dari proses kemerdekaan, selama ini kita banyak menggunakan kuantitas materi sebagai ukuran keberhasilan. Nilai-nilai berupa semangat, pengabdian  dan keikhlasan masih banyak dinomorduakan. Ini dilakukan dengan dalih profesionalisme sebagai acuan pengabdian. Untuk itu dalam berbagai bidang diperlukan penanaman nilai nasionalisme.

Generasi muda sebagai pelaku kegiatan budaya dalam masyarakat dan negara perlu banyak menerima jiwa nasionlaisme tersebut. Hal itu berkenaan dengan generasi tersebut merupakan pihak yang harus lebih banyak dalam berkiprah di masa depan. Penanaman nilai-nilai nasionalisme tersebut tidak harus melalui bidang tatar atau bidang ajar secara khusus. Namun dengan pembudayaan pada setiap aktifitas kemasyarakatan ataupun kenegaraan dapat dijadikan sebagai wahana yang begitu efektif.

Perjuangan dan pengorbanan dapat dilakukan oleh siapa saja dan kapan saja serta di mana saja. Kemauan pelaksanaan disiplin berlalulintas, budaya tertib dan antri sehingga dapat mengurangi praktik-praktik pelanggaran terhadap hak azasi orang lain adalah bentuk perjuangan yang demikian tinggi nilainya.

Demikian juga dengan kedisiplinan dan kemauan membuang sampah pada tempatnya. Sebenarnya adalah bukan hal yang berat ataupun sulit.  Namun kenyataan di jalan, di pasar, kantor, bahkan di tempat ibadah, masih banyak kita amati adanya sampah berserakan akibat dari kurang tertibnya dalam membuang sampah.

Kemacetan lalu lintas sering kali terjadi bukan hanya karena kurangnya daya tampung jalan raya terhadap kendaraan yang akan lewat. Namun kemauan untuk lebih mendahului pemakai jalan lain adalah banyak dirasa sebagai penyebab. Kalau kemauan untuk mendahului itu dimiliki oleh sebagian pemakai jalan, bisa jadi akan menjadikan kekurangtertiban dalam berlalulintas.

Pelanggaran terhadap budaya antri dan tertib seringkali bukan hanya terjadi pada aktifitas berlalulintas di jalan raya. Namun antrian kenaikan pangkat dan jabatan sering kali juga terjadi hal yang saling mendahului ataupun saling serobot. Kompetisi memang layak dilakukan dalam berprestasi. Namun kalau menggunakan tindakan saling serobot kesempatan tentu akan menjadikan prilaku yang kurang menghargai kepentingan orang lain.

Kalau hal-hal yang demikian ini terjadi dalam kehidupan kita, tentu kita perlu menengok sejumlah prilaku para pelaku sejarah negeri ini. Di antara kita sering juga yang sudah demikian lama dan banyak dalam mengabdikan diri untuk kepentingan masyarakat dan negara. Mungkin berperan sebagai tentara, polisi, guru, wartawan, pejabat, atau bahkan pedagang, petani dan lain-lain. Bukan hal yang mustakhil kalau di antara para pemegang profesi tersebut telah merasa banyak mengabdi untuk kepentingan masyarakat, bangsa dan negara. Sehingga tuntutan terhadap hak yang dapat dimiliki selalu menjadi hal yang lazim terjadi. Namun terkadang sesuatu yang menjadi hak atau kontra prestasi juga kita anggap sebagai hal yang belum sesuai kebutuhan. Misalnya guru wiyata bhakti yang telah demikian lama, tentara yang berutugas di lokasi konflik yang demikian lama, polisi yang demikian berat menerima ancama dari pelaku tindak kejahatan dan sebagainya.

Di sinilah perlunya kita menilai semangat patriotisme dan nilai nasionalisme dalam diri kita. Seberapa besar daya juang dan pengabdian kita terhadap bangsa dan negara. Hal demikian mungkin juga dapat dianggap sebagai hal atau ajaran pahlawan kesiangan.

Namun menurut hemat penulis, tidaklah demikian benar seratus persen atas anggapan tersebut. Memang profeionalisme sangat dibutuhkan dalam setiap bidang pengabdian..

Mungkin bisa dibandingkan dengan warga India yang tingkat kemiskinannya lebih miskin dari orang Indonesia. Namun warga di sana tidak mengeluh terhadap mahalnya harga BBM karena kebanyakan tidak membutuhkan BBM karena tidak punya motor. Yaitu untuk apa saya demo terhadap mahalnya harga BBM, sementara tidak punya motor yang butuh BBM. Hal demikian ini terjadi karena adanya budaya hidup apa adanya. Jadi yang mau membeli kendaraan bermotor adalah mereka yang benar-benar mampu membayar harga motor, pajak motor dan tentu harga BBM. Sementara kebanyakan masyarakat kita tak jarang yang sebenarnya belum mampu memiliki kendaraan namun karena merasa butuh memaksakan diri dengan membeli secara kredit. Tentu harganya jauh lebih mahal. Sehingga, kalau harus berkorban dengan membayar BBM yang lebih mahal, wajar kalau harus mengeluh sehingga protes. Namun hal demikian ini sudah menjadi kondisi perekonomian  kita.  Penanganannya juga membutuhkan pengorbanan berupa ketulusan dan kearifan dari para pemegang kekukasaan dan pengambil kebijakan baik oleh pihak eksukutif maupun legeslatif. Justru pengorbanan juga lebih banyak diperlukan dari kelompok ini dalam mengeluarkan pemikiran dan kebijakan yang berpihak pada masyarakat.

Jadi kalau masyarakat sudah banyak terbebani biaya ekonomi tinggi tentu perlu dikondisikan agar segala kebijakan juga berpihak pada masyarakat. Bukan hanya untuk kepentingan kelompok politik atau golongannya saja, apa lagi untuk kepentingan pribadi. Meminjam istilah anak-anak yang sedang populer adalah sungguh sangat terlalu. Hal demikian ini tidak akan terjadi kalau nilai nasionalism ada pada diri mereka.

Di sini kita bisa mengkaji nilai dan semangat nasionalisme yang di miliki oleh para pemuda di saat perjuangan dulu, saat remorfasi seperti sekarang ini, dan bagai mana kira-kira warna bangsa ini kedepan dengan nasionalisme yang dipunyainya.

Seorang warga Semarang yang mengadi di bidang pendidikan di Grobogan, Drs. Muh Azfar, pernah menuturkan keprihatinannya kepada Gema Bersemi kita peserta didiknya tidak lagi tahu peringantan hari besar nasional seperti 1 Oktober sebagai kesaktian Pancasila, 5 Oktober sebagai HUT TNI 28 Oktober sebagai hari Sumpah Pemuda

Kedepan bangsa ini akan ditangani oleh generasi muda sekarang, untuk itu perlu adanya upaya nyata untuk membudayakan langkah positif yaitu berbuat untuk kepentingan, masyarakat, bangsa dan negara.  Hal ini perlu ditanamkan pada diri setiap komponen bangsa. Terlebih adalah kelompok generasi  muda, yaitu yang sekarang sedang menempa diri baik melalui lembaga pendidikan formal, maupun non formal.   (Mukhaelani) ***  



Add comment


Security code
Refresh

BAZDA Kabupaten Grobogan

bazda

Radio Purwodadi FM

logo-pwd-fm4

LPSE Kabupaten Grobogan

LPSE-Grobogan

ILPPD Tahun 2013

ILPPD-Grobogan

SMS Center

SMS-Center-Grobogan

Peta Kabupaten Grobogan

Peta-Grobogan

Calendar

« March 2015 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31          

Komentar Warga

di Grobogan banyak tempat pariwisata yang sangat banyak n lumayan indah,sayang Pemda Kab.Grobogan mi...
Thursday, 12 February 2015
tolong bank sampah di purwodadi dikembangkan lagi pak,hitung2 mengurangi tukang rongsok yang meresah...
Saturday, 07 February 2015
banyak yang kerja di pemerintahan kabupaten grobogan berstatus THL / Tenaga Harian Lepas,tolong perh...
Saturday, 07 February 2015
banyak LSM yang datang ke kantor kantor dinas di kab.grobogan hanya untuk memeras uang,terutama di d...
Friday, 06 February 2015
Apa benar ada rencana pemekaran kecamatan di kec. godong? soalnya beritanya sangat santer dikalangan...
Thursday, 22 January 2015

Transparansi Anggaran

TPAD

Info Kelulusan CPNS 2014

CPNS2014

JDIH Kabupaten Grobogan

jdih grob

Icons Link Instansi

1 RI 2 setneg
3 dpr 4 depdagri
5 kominfo 6 ki
7 lkpp 8 jateng

Statistik Kunjungan

2202762
Today
Yesterday
This Week
This Month
All days
3290
21021
38047
38047
2202762

Your IP: 54.205.106.192
Date - Time: 05-03-2015 | 03:14
Go to top