Pelayanan kesehatan yang baik tidak hanya diukur dari fasilitas yang tersedia, tetapi juga dari kesungguhan untuk terus mengevaluasi dan memperbaiki diri.
Sebab, di balik setiap layanan, ada harapan, kekhawatiran, dan kepercayaan masyarakat yang dititipkan kepada rumah sakit.
Sebagai Ketua Dewan Pengawas RSUD Dr. R. Soedjati Soemodiardjo, Sekda Anang Armunanto menghadiri Survei Simulasi Akreditasi yang dilaksanakan Lembaga Akreditasi Damar Husada Paripurna pada 23-24 Juni 2026 di Ruang Rapat II RSUD Dr. Soedjati Soemodiardjo. Kegiatan ini turut dihadiri Plt. Direktur RSUD beserta jajaran manajemen dan komite.
Survei simulasi merupakan tahapan penting sebelum penilaian akreditasi sesungguhnya. Melalui proses ini, rumah sakit dapat mengukur kesiapan sekaligus mengenali hal-hal yang masih perlu diperbaiki.
Berbagai aspek ditelaah, mulai dari telusur dokumen, wawancara pimpinan, telaah rekam medis, hingga telusur lapangan pada unit pelayanan. Tim surveior juga melakukan telusur KPS (Kualifikasi dan Pendidikan Staf) untuk memastikan kesiapan kompetensi, kredensial, serta pengembangan sumber daya manusia sesuai standar akreditasi.

Hasilnya kemudian dibahas dalam laporan surveior dan exit conference sebagai bahan tindak lanjut perbaikan.
Bagi rumah sakit, proses ini bukan sekadar memenuhi standar penilaian. Yang dijaga adalah mutu pelayanan dan keselamatan pasien agar setiap orang yang datang memperoleh layanan yang aman dan dapat diandalkan.
Simulasi ini juga menjadi ruang belajar bersama untuk memperkuat hal-hal yang sudah berjalan baik serta membenahi bagian yang masih perlu ditingkatkan. Tidak hanya kesiapan dokumen, tetapi juga konsistensi penerapan prosedur, koordinasi antarunit, hingga budaya keselamatan dalam pelayanan sehari-hari.
Menjaga mutu pelayanan kesehatan pada dasarnya adalah ikhtiar yang terus dirawat, agar layanan yang diberikan semakin baik dan semakin dapat dipercaya oleh masyarakat.