menteri dpnMenteri BUMN RI Rini Soemarno, Kamis (11/2/2016) melakukan kunjungan kerja di Grobogan. Agenda yang dilakukan adalah melangsungkan panen raya jagung di kawasan hutan KPH Purwodadi yang berlokasi di Desa Penganten, Kecamatan Klambu.

Ikut mendampingi menteri, Direktur Utama Perum Perhutani Mustoha Iskandar dan deputi sejumlah BUMN. Bupati Grobogan Bambang Pudjiono bersama kepala dinas terkait ikut hadir dalam kesempatan itu. Demikian pula para pimpinan FKPD Grobogan juga terlihat dalam acara tersebut.

Dalam kesempatan itu, Rini menyatakan, guna memudahkan masyarakat dalam mendapatkan modal usaha, pemerintah pada tahun 2016 ini sudah menyiapkan dana sebesar Rp 100 triliun. Dana sebanyak ini dialokasikan untuk kredit usaha rakyat (KUR) termasuk didalamnya adalah kalangan petani.

“Para petani silahkan manfaatkan dana tersebut untuk modal tanam. Bunga KUR ini cukup ringan, yakni 9 persen per tahun,” ungkapnya.

Dia menyatakan, selama ini masih banyak petani yang merasa kesulitan mendapatkan modal usaha. Akibatnya, mereka terjerat pada pengijon yang pada kenyataannya cukup merugikan petani.

Sementara itu, dalam rangka mendukung program kedaulatan pangan yang dicanangkan pemerintah, Perum Perhutani pada tahun 2016 mengalokasikan sebagian lahan untuk ditanami komoditas pertanian. Khususnya padi dan jagung.

“Tahun 2016 ini, kita alokasikan lahan hutan buat tanaman padi seluas 15.363 hektar. Kemudian, lahan seluas 193.820 hektar kita siapkan buat tanaman jagung,” cetus Dirut Perum Perhutani Mustoha Iskandar.

Dari luasan lahan hutan yang disediakan tersebut, lanjut Mustoha, ditarget bisa menghasilkan gabah sebanyak 131.488 ton. Kemudian, lahan jagung diharapkan bisa menghasilkan 1.220.131 ton. Sumbangan dari kawasan hutan itu diharapkan bisa membantu memenuhi kebutuhan jagung nasional yang mencapai 20,2 juta ton.

Mustoha menegaskan, khusus untuk wilayah Grobogan, kawasan hutan yang berpotensi menghasilkan jagung seluas 21.670 hektar dengan target produksi 86.683 ton. Luasan hutan ini terdapat di empat KPH. Yakni, KPH Purwodadi 3.795 hektar, KPH Semarang 8.132 hektar, KPH Telawa 2.577 hektar dan KPH Gundih 6.962 hektar. DNA