tikus dpnBupati Grobogan Sri Sumarni, Sabtu (14/5/2016) mencanangkan gerakan masal pemberantasan hama tikus yang dipusatkan di Desa Karangsari, Kecamatan Brati. Kegiatan ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya serangan hama tikus yang menyerang areal pertanian.

Usai acara pencanangan, bupati kemudian ikut berbaur bersama puluhan petani untuk melangsungkan gropyokan tikus. Agar para petani lebih bersemangat bupati didampingi Kepala Dipertan TPH Grobogan Edhie Sudaryanto ikut turun ke sawah melakukan pemberantasan hewan pengerat dengan alat khusus yang mengeluarkan asap belerang (emposan).

“Hama tikus memang bisa membuat produksi pertanian terganggu yang dampaknya membikin petani rugi. Untuk itu perlu dilakukan upaya agar serangan tikus tidak lagi mengganggu tanaman petani,” tegas  bupati. Hadir dalam kesempatan itu, Dandim 0717 Purwodadi Letkol Jan Piter Gurning, Asisten II Pemkab Grobogan Dasuki. Terlihat pula Ketua DPRD Grobogan Agus Siswanto.

Menurut bupati, pengendalian dan pemberantasan hama tikus, tidak bisa dilakukan secara perorangan. Tetapi, perlu dilakukan secara bersama-sama dengan memilih waktu yang tepat. Yakni di awal tanam atau akhir musim menjelang masa panen.

“Gropyokan seperti ini harus sering dilakukan. Agar hasilnya maksimal maka pelaksanaannya harus dilakukan secara bersama-sama. Kalau beberapa petani saja yang nggropyok, hanya akan dapat sedikit,” cetus mantan Ketua DPRD Grobogan itu.

Bupati menambahkan, untuk tahun 2016, target produksi padi, jagung dan kedelai (Pajale) yang dibebankan pemerintah cukup tinggi. Yakni, produksi padi sebanyak 794.317 ton, jagung 637.069 ton, dan kedelai 42.379 ton.

Salah satu upaya untuk bisa memenuhi target tersebut adalah melakukan penanggulangan secepat mungkin jika ada hama atau penyakit yang menyerang tanaman. Dengan langkah cepat maka serangan hama atau penyakit bisa ditekan sehingga tidak meluas ke areal lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, bupati juga menyerahkan bantuan peralatan untuk memberantas tikus kepada para petani. Antara lain, umpan beracun (klerat), dan alat pengemposan asap belerang. DNA

tikus2

tikus3