paten dpnPelaksanaan program Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) yang dilakukan sejak tahun 2015 ternyata belum mendapat respon menggembirakan. Indikasinya, masyarakat yang mengurus beragam perizinan melalui layanan PATEN ini masih minim.

Dimana, dalam kurun 2015, hanya ada 105 izin yang dikeluarkan dari program PATEN di 19 kecamatan. Artinya, setiap kecamatan rata-rata hanya memproses 6 izin saja dalam waktu setahun.

“Masyarakat yang memanfaatkan program PATEN ini ternyata memang belum menggembirakan. Makanya, hari ini kita lakukan evaluasi pelaksanaan progam PATEN bersama camat dan dinas terkait lainnya,” kata Kabag Tata Pemerintahan Pemkab Grobogan Susanto usai menggelar rapat evaluasi PATEN di ruang rapat wakil bupati, Selasa (17/5/2016).

Dia menjelaskan, dari 105 izin yang dikeluarkan itu terdiri dari beberapa item. Yakni, 34 izin gangguan (HO), 36 izin penyelenggaraan hiburan, 2 izin tanda daftar gudang, dan 27 izin mendirikan bangunan (IMB).

“Totalnya ada 105 izin. Dari pengeluaran izin sebanyak ini ada kontribusi pendapatan asli daerah sekitar Rp 16 juta,” katanya.

Dari evaluasi yang dilakukan, memang terdapat beberapa kendala. Seperti, masih ada proses izin yang tidak bisa diselesaikan ditingkat kecamatan atau lewat program PATEN tersebut.

Misalnya, soal IMB. Sebab, dalam program PATEN baru bisa melayani IMB untuk rumah hunian tunggal. Sementara untuk IMB rumah lantai dua atau lebih serta untuk tempat usaha masih dilayani di kabupaten melalui Badan Pelayanan Perizinan Terpadu.

“Kalau soal sosialisasi adanya program PATEN ini sudah gencar kita lakukan termasuk dari kecamatan. Meski demikian, dalam evaluasi tadi kita minta pihak untuk mengabarkan adanya program PATEN pada masyarakat. Sementara, kendala yang bersifat teknis akan kita bahas lebih lanjut dengan dinas terkait,” jelasnya. DNA