TUTUPpOPNAS 1Bupati Grobogan Sri Sumarni melakukan penutupan even Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) cabang olahraga gulat di GOR Simpanglima Purwodadi, Selasa (19/9/2017). Acara penutupan juga dirangkai dengan pengalungan medali pada para juara Popnas kelas 69 kg putra, gaya grego.

Ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Jawa Tengah Andreas Budi Wiraharja, Kabid Organisasi PP PGSI Wilbertus Sihotang, perwakilan FKPD Grobogan serta Sekda Grobogan Moh Sumarsono, tampak hadir dalam acara penutupan,.

Dalam Popnas ke-XIV yang dimulai sejak Jumat lalu, kontingen gulat dari Jawa Timur keluar sebagai juara umum dengan mendulang 5 emas, 1 perak dan 5 perunggu. Urutan kedua ditempati kontingen Jawa Tengah dengan 3 emas, 3 perak dan 3 perunggu. Kontingen Sumatera Barat diluar dugaan berhasil meraih posisi ketiga dengan torehan 2 emas, 1 perak, dan 6 perunggu.

Dari 21 Provinsi yang ambil bagian, ada enam kontingen yang tidak berhasil meraih medali selama penyelenggaraan Popnas. Yakni, Bangka Belitung, DIY, Kalimatan Barat, Kepulauan Riau, dan Papua.

“Bagi yang belum dapat medali jangan kecil hati apalagi putus asa. Masih ada banyak even berikutnya yang barangkali jadi kesempatan Anda untuk dapat medali,” kata Wilbertus Sihotang.

Bagi para juara, Sihotang berpesan agar menjaga performa dan tetap semangat berlatih. Soalnya, dalam waktu dekat sudah ada banyak agenda yang akan diikuti. Termasuk pekan olahraga pelajar tingkat Asean.

Sementara itu, Bupati Sri Sumarni juga menyatakan rasa bangga karena untuk pertama kalinya, Jawa Tengah bisa meraih posisi kedua dalam even Popnas. Ia juga tambah bangga karena salah satu pegulat Grobogan ikut andil menyumbangkan satu medali emas buat Jawa Tengah. Yakni, Dwi Ayu Puspitasari, siswi SMKN 1 Purwodadi yang jadi juara gaya bebas kelas 49 kg.

“Terima kasih pada semua pihak yang telah memilih Kabupaten Grobogan jadi tuan rumah Popnas gulat. Saya merasa bangga karena penyelenggaraan Popnas di Grobogan bisa sukses dan lancar,” katanya.

 

 

Go to top