hematenergi 1

Para pimpinan instansi pemerintahan di lingkup Pemkab Grobogan diminta menjadi teladan dalam upaya penghematan energi dan air. Setelah bisa menerapkan upaya tersebut, baru mengajak seluruh komponen masyarakat untuk menghemat energi dan air.

“Instansi pemerintah supaya jadi contoh dan teladan bagi masyarakat untuk merubah mindset dan pradigma dalam mengelola air dan sumber energi secara bijaksana,” kata Sekretaris Daerah Grobogan Moh Sumarsono saat membuka sosialisasi program penghematan energi dan air di gedung Riptaloka, Selasa (24/10/2017).

Sosialisasi ini dihadiri para pimpinan SKPD dan BUMD, kepala sekolah SD, SMP dan SMA dan camat. Acara sosialisasi digelar oleh Bagian Perekonomian Pemkab Grobogan.

Menurut Sumarsono, program penghematan energi dan air merupakan wujud kepedulian akan pentingnya menggunakan energi dan air dalam kehidupan dengan bijak. Hal itu perlu dilakukan karena sumber energi yang digunakan saat ini, suatu saat akan habis.

Disisi lain, pemakaian energi terus meningkat seiring bertambahnya penduduk. Terkait kondisi tersebut, perlu merubah paradigma dan perilaku boros yang selama ini masih sering dilakukan.

Dalam melaksanakan program penghematan energi dan air, pemerintah telah melakukan beberapa kebijakan dan peraturan. Antara lain melalui Inpres Nomor 13 tahun 2011 yang didalamnya meminta pemeritah pusat dan daerah serta stakeholder lainnya untuk melakukan langkah dan inovasi penghematan energi dan air pada instansinya masing-masing.

Dalam peraturan itu, juga ditentukan target penghematan yang harus dicapai. Yakni, penghematan 20 persen untuk listrik, 10 persen untuk BBM dan air.

Upaya penghematan energi dan air bisa dikerjakan dengan melakukan hal-hal kecil dan dianggap sepele, lewat gerakan 3 M. Yakni, mematikan lampu dan peralatan listrik bila tidak digunakan, mencabut colokan listrik, serta mengatur ruangan ber-AC pada suhu 24-26 derajat Celsius. DNA

 

 

Go to top