distribusipupuk 1

Bupati Grobogan Sri Sumarni meminta agar pengawasan dalam distribusi pupuk bersubsidi harus dilakukan dengan optimal. Hal itu diperlukan guna mencegah terjadinya penyimpangan.

“Kebutuhan pupuk merupakan salah satu sarana produksi yang penting dalam peningkatan produktivitas dan produksi pertanian. Oleh sebab itu, perlu pengawasan dan pengawalan agar penyalurannya optimal. Mulai dari produsen sampai pada pengecer dan ditingkat kelompok tani maupun petani,” tegas bupati saat membuka kegiatan Rapat Koordinasi Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) di gedung Riptaloka, Rabu (14/11/2017).

Bupati mengharapkan distribusi pupuk bersubsidi harus tepat sasaran. Baik itu dalam jumlah pupuk, harga pupuk, tempat, waktu dan mutunya. Jika prinsip itu dilaksanakan dengan baik oleh seluruh komponen maka target produksi nasional ketersedian pangan dan swasembada hasil pertanian dapat tercapai.

Rakor KP3 juga dihadiri Sekda Grobogan Moh Sumarsono yang juga menjabat sebagai Ketua KP3, serta perwakilan muspida dan manajemen produsen pupuk. Hadir pula Asisten II Ahmadi Widodo dan Kepala Dinas Pertanian TPH Grobogan Edhie Sudaryanto. Acara rakor juga dihadiri para muspika dan tim KP3 tingkat kecamatan.

Sementara itu, Moh Sumarsono marmenambahkan, salah satu tujuan dari rakor adalah untuk menyamakan persepsi dan bertukar informasi antara produsen, distributor dan kios pengecer sebagai penyalur pupuk kepada kelompok tani serta tim KP3 sebagai tim verifikasi. Setelah rapat koordinasi ini hendaknya dilanjutkan dengan verifikasi ke lapangan sehingga mengetahui masalah-masalah yang terjadi di tengah masyarakat. DNA

 

 

Go to top