itsbat 1

Untuk kedua kalinya, Pemkab Grobogan menyelenggarakan acara pelayanan terpadu sidang keliling itsbat nikah yang dilangsungkan di pendopo kabupaten, Selasa (21/11/2017). Acara ini diselenggarakan bekerjasama dengan Pengadilan Agama Purwodadi dan Kantor Kementerian Agama Grobogan.

Mereka yang menjalani itsbat nikah adalah pasangan suami istri yang sebelumnya sudah menikah belasan hingga puluhan tahun lalu. Tetapi, pernikahan mereka tidak tercatat oleh pemerintah karena dilakukan secara siri.

Guna mendapatkan penetapan resmi, pasangan tersebut perlu menjalani itsbat nikah dihadapan majelis hakim dari pengadilan agama. Selain dapat buku nikah, anak-anak pasutri yang ikut sidang itsbat juga langsung mendapatkan akta kelahiran dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

Dalam acara pelayanan terpadu sidang keliling ini dihadiri Bupati Grobogan Sri Sumarni dan Kajari Edi Handojo. Terlihat pula Ketua Pengadilan Agama Purwodadi Toha Mansyur, Kepala Kantor Kemenag Grobogan Muh Arifin, Kepala Dispendukcapil Grobogan Moh Susilo, Kabag Hukum Fachruddin dan pejabat terkait lainnya.

Bupati Sri Sumarni menyatakan, Sidang Keliling Pelayanan Terpadu bertujuan untuk meningkatkan akses terhadap pelayanan di bidang hukum dan membantu masyarakat dalam memperoleh hak atas perkawinan, buku nikah, dan akta kelahiran yang dilakukan secara sederhana, cepat dan biaya ringan dalam waktu bersamaan.

“Ini kedua kalinya Pemkab Grobogan menggelar Sidang Keliling Pelayanan Terpadu Itsbat Nikah. Kegiatan ini kita biayai dari dana APBD,” katanya.

Sementara itu, Kabag Hukum Pemkab Grobogan Fachruddin menambahkan, setelah melalui proses pendaftaran dan verifikasi, peserta sidang itsbat yang memenuhi persyaratan sebanyak 30 pasang saja. Mereka ini berasal dari beberapa kecamatan.

“Jadi setelah ada penetapan dari pengadilan agama, pasangan calon ini langsung dapat buku nikah. Tidak hanya itu, anak-anak mereka langsung kita buatkan akta kelahiran. Jumlah akta kelahiran yang diterbitkan ada 51 lembar,” jelasnya. DNA

 

 

Go to top