gubtinjaugasalam 1Pemanfaatan gas alam di Desa Rajek, Kecamatan Godong, ternyata mendapat perhatian serius dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Gas alam yang ada di Desa Rajek selama ini digunakan untuk keperluan memasak puluhan warga setempat.

Usai melangsungkan kunjungan kerja di SMAN 1 Gubug, Ganjar menyempatkan waktu untuk berkunjung di Desa Rajek, Rabu (29/11/2017). Bupati Grobogan Sri Sumarni dan sejumlah pejabat terkait terlihat ikut mendampingi gubernur saat berkunjung ke Desa Rajek.

Saat berada di Desa Rajek, Ganjar sempat berkeliling melihat lokasi pengolahan gas alam melalui separator. Setelah itu, Ganjar sempat singgah dirumah salah warga yang sejak dua bulan terakhir menggunakan gas alam untuk keperluan masak sehari-hari.

“Potensi gas alam atau gas rawa di Desa Rajek ini sangat bagus sekali. Di Indonesia bahkan di dunia, barangkali hanya ada disini,” ungkap Ganjar.

Saat ini, pemakaian gas alam itu baru diuji coba pada 22 rumah warga. Kedepan, jumlah warga yang memakai gas alam itu bisa bertambah hingga 100 keluarga.

“Potensi gas alam di Desa Rajek ini sebelumnya sudah dilakukan penelitian beberapa kali. Jadi, pemakaian gas alam ini cukup terjamin keamanannya. Kita harapkan, potensi ini bisa digali lagi untuk kepentingan masyarakat,” imbuh Bupati Sri Sumarni.

Kepala Desa Rajek Moh Dhori menambahkan, adanya kandungan gas alam di Desa Rajek memang sudah mulai terdeteksi sejak beberapa tahun lalu. Hal ini menyusul adanya semburan air cukup tinggi ketika ada warga yang mencoba membuat sumur bor. Semburan air dari pengeboran sumur terkadang juga diselingi bau gas.

“Dugaan adanya kandungan gas kemudian diteliti oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah tahun 2013 lalu. Dari hasil penelitian, di Desa Rajek ternyata menyimpan kandungan gas alam yang luar biasa banyak,” katanya.

Dari keterangan para ahli, gas alam di desanya dinamakan gas rawa. Yakni, gas alam yang terdapat di dalam tanah pada kedalaman dangkal di kisaran 30-40 meter.

Pada pertengahan tahun 2017 ini, dilakukan lagi penelitian dan praktik uji coba pemanfaatan gas alam tersebut untuk kepentingan masyarakat. Dalam uji coba ini, ada 22 warga kurang mampu yang rumahnya dialirkan gas alam.

“Hasil uji coba ini sangat menggembirakan karena aliran gas ke rumah warga tidak pernah berhenti. Dari uji coba ini, kami berencana supaya gas alam bisa dialirkan ke semua rumah warga. Hal ini sangat memungkinkan karena potensi gas alamnya sangat mencukupi dan bisa digunakan hingga puluhan tahun,” imbuh Dhori. DNA

 

 

Go to top