gubbukaexpo 1Pembukaan Ekspo Grobogan Ekonomi Kreatif di alun-alun Purwodadi berlangsung meriah, Kamis (30/11/2017). Beragam hiburan disuguhkan untuk menyemarakkan pembukaan ekspo yang dijadwalkan berlangsung selama empat hari tersebut.

Ekspo Grobogan Ekonomi Kreatif dibuka Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang ditandai dengan pemukulan gong. Ikut mendampingi gubernur, Bupati Sri Sumarni dan Dirjen Tanaman Pangan Kementan Sumardjo Gatot Irianto.

Dalam pameran tersebut ditampilkan beragam produk ekonomi kreatif yang ada di Grobogan. Produk ekonomi kreatif akan mencakup 16 sub sektor yang sudah ditetapkan oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf).

Dalam kesempatan itu, Gubernur Ganjar Pranowo menekankan pengembangan kedelai lokal di Grobogan. Upaya pengembangan potensi kedelai lokal varietas Grobogan tidak hanya difokuskan pada penanaman saja. Namun, juga membuat aneka produk makanan dari bahan baku kedelai lokal Grobogan.

Ganjar menyatakan, selama ini, ia sudah cukup familiar dengan berbagai makanan dari bahan kedelai lokal Grobogan. “Produk makanan dari kedelai lokal Grobogan ini akan kita dorong biar makin dikenal lebih luas. Saya kira, potensi makanan dari bahan kedelai lokal Grobogan ini luar biasa,” cetusnya.

Dirjen Tanaman Pangan Kementan Sumardjo Gatot Irianto menambahkan, saat ini sudah mulai dilakukan upaya untuk mengenalkan produk bahan makanan dari kedelai lokal Grobogan ke level nasional. Yakni, akan menjadikan makanan dari bahan kedelai lokal itu sebagai sajian dalam sidang kabinet.

“Tidak harus tiap hari. Minimal dalam sebulan sekali, makanan dari bahan kedelai lokal Grobogan bisa disajikan saat sidang kabinet,” katanya.

Gatot juga meminta agar upaya pengenalan seperti itu juga dilakukan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Ia meminta agar Ganjar juga rutin menyajikan menu makanan dari kedelai lokal dalam acara di Pemprov Jateng.

“Melalui upaya ini, produk makanan dari kedelai lokal ini akan cepat dikenal. Dalam jangka panjang, jika produk makanan ini sudah digemari maka akan berdampak pada penyerapan hasil panen kedelai para petani,” jelasnya. DNA

 

 

Go to top