uangpelicin 1

Bupati Grobogan Sri Sumarni menyatakan, untuk menekan terjadinya praktik pungutan liar (pungli) butuh dukungan dari masyarakat. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan tidak membiasakan memberi uang pelicin pada oknum tertentu saat meminta pelayanan. Hal itu ditegaskan bupati saat membuka Sosialisasi Saber Pungli bagi Camat dan Kepala Desa di pendapa kabupaten, Rabu (20/12/2017).

“Selama ini, masih banyak masyarakat yang beranggapan jika memberikan uang pelicin maka urusannya jadi lebih cepat dan mudah. Tindakan seperti ini harus dihilangkan,” tegasnya.

Menurut bupati, pungutan liar dapat ditemui dalam bidang pelayanan publik. sehari-hari di negeri ini. Diantaranya, kondisi pelayanan yang kurang maksimal seringkali dimanfaatkan oleh oknum untuk meminta uang tambahan. Oknum itu, biasanya menawarkan bantuan kepada pemohon layanan untuk membantu penyelesaian layanan secara cepat dengan imbalan berupa uang dalam jumlah tertentu.

Ditegaskan, uang pelicin memang tidak menyebabkan kerugian negara secara langsung. Namun dalam jangka panjang, praktek tersebut akan merusak integritas dan mentalitas para pegawai instansi pemerintah.

“Sebagai pegawai instansi pemerintah, sudah menjadi kewajiban untuk memberikan

pelayanan prima pada masyarakat tanpa memungut bayaran,” cetusnya. Ditambahkan, praktik pungutan liar selama ini berjalan seperti sudah menjadi kebiasaan. Namun kondisi tersebut mulai berubah, ketika Presiden Jokowi menyatakan komitmennya dan menaruh perhatian serius untuk memberantas pungli.

Komitmen Presiden kemudian dipertegas dengan diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2016 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli). Sedangkan di Kabupaten Grobogan kemudian ditindaklanjuti dengan Keputusan Bupati Grobogan Nomor 700/34/2017 tentang Pembentukan Satuan Tugas Pemberantasan Pungutan Liar Kabupaten Grobogan.

Sosialisasi juga menghadirkan Ketua tim Saber Pungli yang dijabat Wakapolres Grobogan Kompol I Wayan Tudy. Hadir pula, Kasat Intel Kejaksaan Negeri Grobogan Wishnu Respati dan pejabat dari Inspektorat. DNA

 

 

Go to top