harlahNU 1Peringatan Harlah ke-92 Nahdlatul Ulama (NU) yang dilangsungkan di alun-alun Purwodadi berlangsung semarak, Rabu (28/2/2018) malam. Acara yang dimulai selepas isak hingga dinihari itu dihadiri belasan ribu warga nahdliyin dari berbagai kecamatan.

Peringatan harlah juga dimeriahkan dengan festival rebana yang dilangsungkan sebelum acara inti dimulai. Dalam festival ini ada 4.444 penabuh rebana yang tampil didepan panggung utama. Penabuh rebana ini berasal dari berbagai ponpes dan remaja masjid di Kabupaten Grobogan.

Selain festival rebana, harlah juga diramaikan dengan pertunjukkan tarian Sufi yang diperagakan belasan santri. Acara harlah ditutup dengan pengajian yang menampilkan pembicara Gus Mufawiq dari Yogjakarta.

Pada siang harinya, rangkaian peringatan harlah juga diawali dengan kirab bedug masjid KH Hasan Anwar dari Gubug hingga Purwodadi. KH Hasan Anwar adalah pendiri NU di Grobogan.

Acara harlah juga dihadiri Bupati Grobogan Sri Sumarni dan sejumlah pejabat. Hadir pula, Ketua DPRD Grobogan Agus Siswanto dan sejumlah anggota dewan. Tampak pula, Ketua PC NU Grobogan Abu Mansyur beserta jajaran pengurusnya.

Saat menyampaikan sambutan, bupati sempat menyinggung peran para kyai dan alim ulama yang sangat gigih memperjuangkan kemerdekaan RI. Kemudian, di kalangan Nahdlatul Ulama saat itu juga dikenal dengan istilah resolusi jihad yang mampu menyatukan dan menggelorakan para santri dan kaum nahdliyin dalam merebut kemerdekaan.

“Semangat para pendahulu harus kita lanjutkan. Untuk itu, sebagai generasi penerus, kita harus selalu menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku, ras, bahasa, dan agama,” katanya.

Bupati juga meminta agar kaum muslimin dan muslimat di Grobogan untuk senantiasa memelihara suasana kondusif. Sebab, dengan suasana seperti itu maka pelaksanaan pembangunan bisa dilakukan dengan aman, nyaman, dan lancar.