nontunai 2018

Setelah tertunda beberapa kali, bantuan pangan non tunai (BPNT) di Kabupaten Grobogan akhirnya mulai disalurkan, Jumat (25/5/2018). Penyaluran diawali dengan launching BPNT untuk bulan Mei yang dilakukan Sekda Grobogan Moh Sumarsono di salah satu E-Warong di Desa Pulorejo, Kecamatan Purwodadi.

Sekda Sumarsono meminta agar pengelola E-warong melayani KPM penerima BPNT dengan baik. Khususnya, bagi KPM yang sudah lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas yang harus diberikan keutamaan pelayanan.

“Orang usia lanjut dan penyandang disabilitas harus diprioritaskan. Usahakan, jangan sampai ada antrean yang panjang,” ujar Sumarsono.

Dijelaskan, penyaluran BPNT untuk bulan Mei dilakukan mulai hari ini hingga akhir bulan. Program BPNT dapat dilayani di 705 warung gotong royong elektronik atau E-Warong. Dalam penyaluran BPNT tersebut akan dibantu pihak BRI.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Grobogan Andung Sutiyoso menambahkan, BPNT adalah bantuan pangan dari pemerintah yang diberikan kepada KPM setiap bulannya. Setiap KPM menerima bantuan uang senilai Rp 110 ribu yang bisa digunakan untuk membeli beras dan telur.

Mekanisme penggunaan BPNT melalui akun elektronik yang digunakan hanya untuk membeli bahan pangan di e-Warong atau pedagang bahan pangan yang bekerjasama dengan Bank yang ditunjuk. Program ini bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran serta memberikan nutrisi yang lebih seimbang kepada KPM secara tepat sasaran dan tepat waktu.

“Dana BPNT senilai Rp 110 ribu hanya bisa ditukarkan dengan beras atau telur. Jadi tidak bisa ditukarkan untuk membeli paket internet, pulsa, minyak goreng, atau sembako lainnya,” jelasnya.

Untuk BPNT bulan Mei akan diserahkan pada 121.831 orang yang terdata sebagai keluarga penerima manfaat (KPM). Jumlah penerima BPNT pada bulan Mei berkurang 2.347 orang dari data awal.

Jumlah penerima BPNT tersebut terbagi menjadi dua. Yakni 63.722 KPM yang juga peserta Program Keluarga Harapan (PKH) dan 58.109 KPM non-PKH.