sagusadbu01Ratusan guru SD dan SMP mengikuti pelatihan menulis buku yang dikemas dalam workshop Satu Guru Satu Buku (Sagusabu) di Hotel Grand Master Purwodadi. Pelatihan dihadwalkan selama dua hari, hingga Kamis besok. Kegiatan tersebut terselenggara atas kerjasama Dinas Pendidikan Grobogan, Satgas Literasi dengan Mediaguru.

Meski harus mengeluarkan biaya, para guru tersebut bersemangat untuk belajar menulis. Targetnya dalam satu bulan ke depan mereka harus menciptakan buku.

Acara pelatihan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Grobogan Amin Hidayat, Rabu (8/8/2018). Adapun nara sumber adalah CEO Mediaguru Muhammad Ihsan dan pemred Mediaguru, penulis buku yang merupakan mantan editor koran Jawa Pos Eko Prasetyo.

Dalam kesempatan itu, Amin Hidayat menyatakan, jumlah guru yang mengikuti kegiatan sebanyak 198 orang. Ia secara khusus memberikan apresiasi kepada guru-guru yang mau mengikuti pelatihan itu. Terutama, bagi guru-guru dari luar daerah yang sudah banyak berkorban biaya, waktu, tenaga dan pikiran untuk mengikuti kegiatan di Grobogan.

“Peserta pelatihan ada guru dari Brebes, Jepara, Kendal dan Sragen. Khusus untuk peserta dari luar kota akan saya kasih dorprize khusus berupa buku,” katanya.
Amin menegaskan, menulis itu adalah kemampuan literasi yang dekat dengan dunia guru. Dengan menulis buku maka guru akan mendapatkan efek positif yang akan diperolehnya.

Antara lain, efek kedinasan dalam mendukung kenaikan pangkat golongan. Selain itu, dengan menulis buku juga memberikan dampak positif terhadap popularitas, berbagi insiprasi dan ilmu, menyebarkan kebenaran, legacy dan royalti atau penghasilan.

“Jika guru tidak mampu menulis buku setelah mengikuti pelatihan ini maka akan dinilai gagal sebagai peserta. Jadi, habis pelatihan ini maksimal satu bulan kedepan harus sudah bikin buku. Untuk itu, guru jangan mati sebelum menulis buku,” katanya dengan nada bercanda yang disambut tawa para peserta pelatihan.
Pihaknya berharap melalui Sagusabu kualitas guru dalam hal menulis semakin meningkat. Menurut Amin, menulis itu adalah kemampuan literasi yang memberikan banyak manfaat dalam profesi guru.

“Tidak semua orang itu mampu menulis buku. Terkadang kita ini bingung tentang apa yang harus ditulis, dan dari mana harus mulai menulis. Banyak orang pintar ngomong tetapi tidak mampu jika disuruh menulis,” katanya.

Sementara itu, Muhammad Ihsan selaku nara sumber banyak memberikan semangat guru-guru dan berbagi tips menulis buku saat mengisi pelatihan. Menurut Ihsan, semangat yang kuat adalah modal utama guru-guru dalam mengatasi berbagai kendala menulis.