ujianpildes12Pemkab Grobogan menyelenggarakan tes tertulis bagi calon kepala desa (Cakades) di gedung Riptaloka, Kamis (4/10/2018). Pelaksanaan tes ini hanya diikuti oleh 12 cakades dari dua desa. Yakni, dari Desa Jambon, Kecamatan Pulokulon dan Desa Kluwan, Kecamatan Penawangan.

Pelaksanaan tes dilakukan karena pada masing-masing desa ada enam pendaftar pilkades. Sesuai aturan, jumlah peserta pilkades dibatasi maksimal hanya lima orang atau calon. Untuk desa yang pendaftarnya lebih dari lima orang maka harus digelar tes terlebih dulu.

“Saya merasa lega karena pelaksanaan tes berjalan aman dan lancar. Dalam tes ini, kita menggandeng kerjasama dengan Unnes Semarang,” kata Kabag Pemerintahan Desa Daru Wisakti.

Menurut Daru, hasil tes bukan penentu kelulusan calon. Selain hasil tes, ada latar belakang pendidikan, umur dan pengalaman kerja yang jadi unsur penilaian lainnya.

“Jadi, calon yang hasil tesnya rendah tidak perlu kecil hati. Soalnya, penentuan lima calon yang akan ikut pilkades masih dinilai dari unsur belakang pendidikan, umur dan pengalaman kerja. Masing-masing sudah ada standar poinnya dan nanti diakumulasi,” jelasnya.

Daru menjelaskan, pelaksanaan Pilkades direncanakan dilangsungkan dalam dua gelombang. Pilkades gelombang pertama dijadwalkan pada 22 November 2018. Jumlahnya ada 222 desa yang masa jabatan kadesnya berakhir pada bulan Oktober 2018 sampai Maret 2019.

“Dalam gelombang pertama ada beberapa kades yang masa jabatan baru berakhir Maret 2019. Tetapi pelaksanaan Pilkadesnya kita majukan pada akhir 2018. Namun, pelantikan 222 kades nanti akan dilakukan bersamaan pada bulan Maret 2019,” jelas mantan Kabag Tata Pemerintahan itu.

Kemudian Pilkades gelombang kedua diperuntukkan bagi 51 desa yang masa jabatan kadesnya berakhir setelah bulan Maret 2019. Pelaksanaannya direncanakan akhir tahun 2019.