grandopening pabrikpakanternak32Bupati Grobogan Sri Sumarni menyatakan, upaya Pemkab Grobogan untuk mendatangkan investor mulai terlihat hasilnya. Yakni, dengan sudah mulai berdirinya sejumlah pabrik besar di wilayah Grobogan. Terbaru adalah berdirinya pabrik pakan ternak PT Mulia Harvest Agritech di Desa Mayahan, Kecamatan Tawangharjo.

“Hari ini, target tersebut sudah mulai tercapai dengan beroperasinya pabrik pakan ternak baru ini,” kata bupati saat melakukan Grand Opening pabrik pakan ternak PT Mulia Harvest Agritech, Sabtu (6/10/2018).

Menurut bupati, selain pembangunan infrastruktur, salah satu target yang diinginkan adalah berupaya terus mendatangkan investor ke ke Grobogan. Khususnya, di wilayah Grobogan bagian timur yang lahannya masih memungkinan karena bukan merupakan kawasan pertanian produktif.

Meski sudah ada beberapa pabrik baru dengan skala cukup besar, namun bupati masih menghendaki masuknya banyak investor lagi ke Grobogan. Pihaknya akan memberikan kesempatan lebar buat inevestor yang memang serius mau menanamkan investasinya.

“Pemkab akan memberikan banyak kemudahan bagi investor yang mau mendirikan usaha di Grobogan. Khususnya, dalam hal perizinan,” katanya.

Menurutnya, adanya pabrik besar dinilai akan membawa banyak dampak positif. Antara lain, bisa mengurangi angka pengangguran lantaran banyak orang yang bisa terserap jadi tenaga kerja.

Selain itu, roda perekonomian disekitar kawasan pabrik juga akan tumbuh cepat. Termasuk, munculnya usaha-usaha kecil disekitar pabrik yang menyediakan kebutuhan bagi karyawan.

“Berdirinya perusahaan pakan ternak ini patut kita apresiasi. Sebab, dengan beroperasinya perusahaan ini, ada banyak tenaga kerja yang terserap. Ini tentunya akan berdampak pada menurunnya angka kemiskinan dan pengangguran,” jelas mantan Ketua DPRD Grobogan itu.

Bupati menambahkan, untuk lebih menarik minat investor perlu ada terobosan baru. Salah satunya, kebijakan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) yang ada selama ini perlu dievaluasi.

Dimana, dalam penyusunan RTRW perlu disesuaikan dengan peraturan terbaru dan kondisi sosial masyarakat. Dengan demikian, nantinya tidak ada persoalan yang muncul jika ada investor yang ingin membuat usaha di Grobogan.

“Saya sudah minta agar kebijakan RTRW ini perlu dikaji dan dievaluasi lagi. Harapannya, adanya evaluasi ini bisa lebih menarik minat para investor masuk kesini,” imbuhnya.