AGP2018Sekda Grobogan Moh Sumarsono mengukuhkan pengurus Asosiasi Guru Penulis Grobogan (AGPG) periode 2018-2021 di Hotel Grand Master Purwodadi, Senin (8/10/2018). Pengurus AGPG yang dilantik sebanyak 12 orang dengan posisi ketua dijabat oleh Titiek Soertirahajoe.

Acara pengukuhan pengurus AGPG juga dirangkai dengan workshop ‘Literasi Asyik Mendesain Peta Cerita (Enikki)’. Workshop yang dilangsungkan selama dua hari dibuka sekaligus oleh Sekda Grobogan.

Kegiatan ini merupakan lanjutan dari workshop ‘Satu Guru Satu Buku’ (Sagusabu) yang sudah digelar dua bulan sebelumnya. Dalam workshop ini, dihadirkan dua narasumber dari Kemendikbud. Yakni, Satgas Gerakan Literasi Sekolah (GLS) Dewi Utama Faizah dan Ilustrator GLS Kambali SS. Kedua narasumber ini memberikan berbagai kiat pada guru untuk membuat peta cerita yang sesuai dengan tema dan kondisi tumbuh kembang anak.

Dalam kesempatan itu, Moh Sumarsono mengaku bangga dengan banyaknya guru TK, SD, dan SMP yang sudah berhasil membuat buku dengan berbagai tema. Keberhasilan guru tersebut didapat setelah mengikuti workshop Sagusabu bulan Agustus lalu.

“Dari peserta workshop lalu, sudah ada 97 guru yang berhasil bikin buku. Hal ini saya nilai luar biasa sekali. Apalagi, buku ini berhasil diselesaikan dalam waktu cukup singkat. Apa yang sudah dihasilkan para guru ini tentunya ikut memberikan andil pada Grobogan yang sudah dicanangkan sebagai kabupaten literasi sejak tahun 2016 lalu,” katanya.

Ia menegaskan, menulis itu adalah kemampuan literasi yang dirasa sangat dekat dengan dunia guru. Disisi lain, dengan menulis buku maka guru akan mendapatkan banyak efek positif sesudahnya.

Antara lain, efek kedinasan dalam mendukung kenaikan pangkat golongan. Selain itu, dengan menulis buku juga memberikan dampak positif terhadap popularitas, berbagi insiprasi dan ilmu, menyebarkan kebenaran, legacy dan royalti atau penghasilan.

Menurutnya, upaya mencerdaskan kehidupan bangsa melalui salah satu kegiatan literasi ini akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang selama ini menjadi komitmen Pemkab Grobogan. Maka salah satu program pemerintah pusat yang juga digencarkan oleh Pemkab Grobogan adalah gerakan Literasi.

“Literasi tidak hanya sekadar program, tapi sebuah gerakan. Semua harus bergerak mengajak warga masyarakat khususnya kalangan guru ditengah serbuan teknologi yang begitu dahsyat,” pungkasnya.