Acara deklarasi atau ikrar damai untuk pelaksanaan Pilkades serentak digelar di GOR Simpanglima Purwodadi, Kamis (15/11/2018). Sebanyak 608 calon kades mengikuti acara ikrar damai dihadiri Bupati Grobogan Sri Sumarni beserta jajaran Forkompinda dan pejabat terkait. Hadir pula, jajaran Muspika di 19 kecamatan serta panitia pilkades di 222 desa.

Dalam kesempatan itu, bupati meminta agar pelaksanaan pilkades serentak yang akan dilangsungkan 22 November 2018 nanti bisa berjalan aman dan damai sesuai kesepakatan yang telah dideklarasikan bersama. Selain itu, bupati juga meminta para calon kades agar dapat berkompetisi secara sehat guna terciptanya suasana kondusif.

“Yen Menang ojo Umuk, yen Kalah ojo Ngamuk. Baik yang menang atau kalah harus bisa saling menghormati. Saya minta semuanya harus ikut menjaga agar suasana tetap kondusif,” pesan bupati saat memberikan pengarahan.

Dalam pelaksanaan Pilkades serentak ini, telah dibentuk panitia pengawas (Panwas Pilkades) yang terdiri dari beberapa unsur. Selain Pemkab, juga ada unsur dari Polres Grobogan dan Kodim 0717 hingga level kecamatan.

Pelaksanaan Pilkades serentak di Grobogan direncanakan dilangsungkan dalam dua gelombang. Pilkades gelombang pertama dijadwalkan pada 22 November 2018. Jumlahnya ada 222 desa yang masa jabatan kadesnya berakhir pada bulan Oktober 2018 sampai Maret 2019.

“Dalam gelombang pertama ada beberapa kades yang masa jabatan baru berakhir Maret 2019. Tetapi pelaksanaan Pilkadesnya kita majukan pada akhir 2018. Namun, pelantikan 222 kades nanti akan dilakukan bersamaan pada bulan Maret 2019,” jelas bupati.

Kemudian Pilkades gelombang kedua diperuntukkan bagi 51 desa yang masa jabatan kadesnya berakhir setelah bulan Maret 2019. Pelaksanaannya direncanakan akhir tahun 2019.