Pemkab Grobogan melalui Disnakertrans menggelar acara bursa kerja atau job fair 2018. Acara job fair di Gedung Wisuda Budaya itu dibuka Sekretaris Daerah Grobogan Moh Sumarsono, Senin (25/11/2018).

Sejumlah perwakilan FKPD dan pejabat terkait terlihat hadir dalam pembukaan. Rencananya, bursa kerja akan dilangsungkan selama dua hari.

Moh Sumarsono menyatakan, jumlah pencari kerja tiap tahun angkanya masih cukup besar. Dari jumlah ini, baru sekitar 63 persen saja yang bisa terserap.

Ia berharap dalam job fair nanti banyak pencari kerja yang bisa tertampung. Dengan demikian, jumlah pengangguran secara tidak langsung juga akan turun.

“Dalam job fair ini diikuti 30 perusahaan dari Grobogan dan luar daerah, serta tersedia sekitar 12.500 lowongan. Jadi, adanya job fair ini kita harapkan bisa menekan angka pengangguran,” katanya.

Kepala Disnakertrans Grobogan Achmad Haryono menyampaikan, pada tahun 2017 lalu, jumlah pencari kerja yang terdaftar sebanyak 11.351 orang. Rinciannya, sebanyak 63 persen lulusan SMA, 26 persen lulusan SMP, 5 persen lulusan sarjana dan 2 persen lulusan SD.

Dari jumlah pencari kerja sebanyak ini, hanya ada 8.043 orang yang tertampung atau mendapatkan pekerjaan. Sedangkan sisanya sekitar 3 ribu pencari kerja masih belum terakomodir.

Tidak berhasilnya ribuan untuk orang mendapat pekerjaan ini disebabkan beberapa hal. Antara lain, ketrampilan yang dimiliki pencari kerja belum sesuai dengan persyaratan. Selain itu, jenis pekerjaan yang ditawarkan pengguna atau perusaan kurang diminati pencari kerja.

“Satu hal lagi, ada kecenderungan pencari kerja menghendaki yang instan. Yakni, menginginkan jabatan dan upah yang tinggi,” katanya.