Bupati Grobogan Sri Sumarni meminta agar program Itsbat nikah yang dibiayai dari dana APBD lebih digencarkan. Permintaan itu dilakukan karena program itsbat nikah gratis yang diluncurkan sejak 2016 ternyata dinilai masih minim peminat. Pada tiga tahun pelaksanaan, peserta itsbat nikah selalu dibawah target yang ditetapkan.

“Saya minta agar semuan instansi terkait untuk lebih pro aktif pada masalah ini. Apabila ada warga disekitarnya yang menikah secara agama saja atau siri, hendaknya didorong untuk ikut program ini. Dengan demikian, pasangan itu nantinya bisa dapat buku nikah dan akte kelahiran anaknya akan tercantum nama kedua orang tuanya,” tegas bupati dalam acara pelayanan terpadu sidang keliling itsbat nikah yang dilangsungkan di pendopo kabupaten, Rabu (28/11/2017).

Bupati menegaskan, melihat data yang ada, peserta itsbat nikah sebenarnya bisa dimaksimalkan. Soalnya, sejauh ini masih ada 4.662 anak yang hanya memiliki akte nama ibu tanpa mencatumkan nama ayahnya. Tidak tercantumnya nama ayah ini, salah satunya disebabkan pasangan tersebut dulunya menikah secara agama atau siri sehingga perkawinannya tidak tercatat pemerintah alias tidak punya buku nikah.

Dijelaskan, itsbat nikah dilakukan melalui pelayanan terpadu sidang keliling yang dibiayai dana APBD. Sidang keliling bertujuan untuk meningkatkan akses terhadap pelayanan di bidang hukum dan membantu masyarakat dalam memperoleh hak atas perkawinan, buku nikah, dan akta kelahiran yang dilakukan secara sederhana, cepat dan biaya ringan dalam waktu bersamaan.

Kabag Hukum Pemkab Grobogan Fachruddin menyatakan, acara ini diselenggarakan bekerjasama dengan Pengadilan Agama Purwodadi, Kementerian Agama dan Dispendukcapil Grobogan. Menurutnya, peserta itsbat nikah secara gratis ini ditarget hanya 60 pasangan tiap tahun.

Namun, pada pelaksanaan tahun 2016 dan 2017, pesertanya hanya berkisar 30 pasangan. Sedangkan pada tahun 2018 ini, pesertanya hanya 21 pasangan saja.

“Target kita sebenarnya tidak banyak. Tiap tahun kita tetapkan ada 60 pasangan yang mengikuti itsbat nikah gratis ini,” katanya. Fachruddin menerangkan, itsbat nikah berbeda dengan nikah massal. Kalau nikah massal adalah menikahkan pasangan yang sebelumnya tidak pernah melangsungkan prosesi perkawinan tetapi hidup bersama layaknya suami istri. Sementara sidang

itsbat nikah diberikan pada pasangan yang dulunya sudah melangsungkan prosesi perkawinan tetapi tidak tercatat oleh pemerintah karena dilakukan secara siri.

Untuk pasangan yang ingin mengikuti program ini harus melalui proses pendaftaran dan verifikasi. Setelah terverifikasi, pasangan tersebut akan menjalani sidang untuk mendapatkan penetapan dari Pengadilan Agama.