Bupati Grobogan Sri Sumarni meresmikan penggunaan Pusat Kuliner Purwodadi, Kamis (29/11/2018). Pusat Kuliner Purwodadi ini dibangun dibekas kompleks koplak dokar atau Pasar Pagi.

Kepala Disperindag Grobogan Karsono dalam laporannya mengatakan, Pusat Kuliner Purwodadi tersebut dibangun untuk merelokasi sebagian PKL yang sebelumnya berjualan di tiga titik utama kawasan kota. Yakni, di jalan R Suprapto, Bundaran Simpang Lima, dan jalan dr Soetomo.

Menurut Karsono, dalam Pusat Kuliner Purwodadi, pedagang sudah mendapatkan fasilitas air dan listrik. Hanya untuk biaya pemakaiannya, masing-masing pedagang sendiri yang menanggungnya. Di samping itu, pihaknya juga merencanakan kegiatan-kegiatan yang bisa menambah daya tarik masyarakat.

Dari pendataan, ada 270 PKL yang berjualan di tiga titik utama kawasan kota tersebut. Sebanyak 200 pedagang yang tidak mendapatkan tempat di Pusat Kuliner Purwodadi, rencananya akan ditempatkan di Taman Hijau Kota Purwodadi yang saat ini lokasinya sedang dipersiapkan.

Peresmian pusat kuliner dilakukan Bupati Grobogan Sri Sumarni dengan ditandai pemukulan gong dilanjut penandatanganan prasasti dan pemotongan tumpeng. Hadir dalam peresmian ini, perwakilan FKPD, anggota Komisi B DPRD Grobogan, dan kepala OPD.

“Alhamdulillah, hari ini akhirnya bisa kita resmikan Pusat Kuliner Purwodadi ini. Semoga omzet para PKL makin meningkat setelah pindah kesini,” kata bupati.

Menurut bupati, salah satu target dalam masa kepemimpinannya adalah merubah wajah kota Purwodadi agar lebih cantik lagi melalui Gerakan Cantik Kotaku, Bersih Lingkunganku. Untuk mempercantik ibukota Kabupaten Grobogan itu akan dilakukan dengan merevitalisasi trotoar dan saluran drainase, penataan kawasan publik seperti alun-alun dan bundaran simpanglima. Upaya mempercantik kawasan kota juga akan dikerjakan dengan membangun taman baru, penataan tempat untuk PKL dan sarana publik lainnya.

Sejumlah pedagang mengaku senang karena mendapatkan tempat berjualan baru. Dengan adanya tempat baru, mereka tidak perlu repot lagi bongkar pasang tenda ketika berjualan, seperti saat berada di trotoar jalan.