Bupati Grobogan Sri Sumarni menyatakan, salah satu target utama dalam masa kepemimpinannya adalah memperbaiki infrastruktur jalan. Hal itu dilakukan karena kondisi ruas jalan milik kabupaten masih banyak yang memerlukan penanganan.

Menurut bupati, jalan dengan status milik kabupaten panjang keseluruhannya mencapai 890 km. Dari angka ini, jalan yang kondisinya baik baru 70 persen atau sekitar 600 km.

Pada tahun 2017, sudah dialokasikan anggaran hampir Rp 400 miliar untuk perbaikan jalan. Kemudian tahun 2018 alokasinya sebesar Rp 251 miliar. Kemudian, dalam APBD 2019, perbaikan infrastruktur jalan, jembatan, talud dan drainase sudah dianggarkan sekitar Rp 75,5 miliar.

“Perbaikan jalan rusak kita lakukan bertahap dengan menyesuaikan anggaran yang tersedia. Soalnya, butuh dana yang luar biasa besar untuk perbaikan jalan ini. Saya targetkan, pada akhir masa jabatan saya di tahun 2021 nanti, ruas jalan yang rusak tinggal 10 persen saja,” kata bupati saat meresmikan proyek perbaikan jalan di Dusun Paker, Desa Randurejo, Kecamatan Pulokulon, Kamis (3/1/2019).

Sejumlah pejabat ikut mendampingi bupati dalam kesempatan itu. Antara lain, Kepala DPUPR Een Endarto, Kepala Dinas Pendidikan Amin Hidayat, Asisten III Padmo, Kabag Umum Supriyanto, dan Kabag Humas Teguh Harjokusumo serta Muspika Pulokulon.

Setelah peresmian jalan, warga setempat menggelar acara syukuran ditengah jalan desa yang baru selesai diperbaiki akhir tahun 2018 lalu. Acara ini dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur atas perbaikan ruas jalan kabupaten yang ada di Dusun Paker sepanjang 2 kilometer dengan dana sekitar Rp 6,5 miliar. Adanya perbaikan jalan ini membuat aktivitas warga menjadi terbantu.

“Saya atas nama warga Randurejo mengucapkan terima kasih atas adanya proyek perbaikan jalan ini. Setelah jalannya diperbaiki, akses menuju ibukota kecamatan atau desa sekitar jadi makin cepat. Semoga tahun ini, ada alokasi perbaikan jalan lagi di wilayah kami,” kata Kades Randurejo Daniel Martiknyo.