Bupati Grobogan Sri Sumarni meresmikan penggunaan Pasar Rakyat Wirosari, Selasa (15/1/2019). Peresmian dilakukan setelah pasar tersebut selesai direnovasi akhir tahun 2018 lalu.

Bupati Sri Sumarni mengatakan, keberadaan pasar rakyat atau pasar tradisional memiliki peran strategis dalam meningkatkan perekonomian daerah. Untuk itu, Pemkab berusaha memperbaiki dan merevitalisasi pasar-pasar milik daerah.

Untuk itu dalam rangka mempertahankan keberadaan pasar daerah maka perlu untuk lebih memperhatikan fasilitas serta sarana prasarananya. Guna mencapai tujuan tersebut, Pemkab telah berusaha memperbaiki dan melakukan revitalisasi pasar-pasar yang dimiliki daerah dengan APBD daerah di setiap tahun.

Menurut bupati, program revitalisasi pasar merupakan salah satu visi pemerintahan Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam visi yang ke-7. Yaitu, mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik. Hal tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Grobogan, yaitu terwujudnya masyarakat yang sejahtera secara utuh dan menyeluruh.

Selain fokus pada sarana prasarana fisik pasar, yang tidak kalah penting dari pengembangan pasar rakyat adalah sistem pengelolaannya setelah pasar rakyat dibangun.

“Ini semua dapat terwujud melalui kerjasama yang baik dari semua pihak yang terlibat dalam pengelolaan pasar. Yaitu Disperindag melalui UPTD dan jajarannya dengan segenap paguyuban pedagang dan tentunya para pedagang yang menempati fasilitas pasar daerah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Disperindag Grobogan Karsono mengatakan, konsep revonasi Pasar Wirosari tersebut sama dengan program serupa untuk Pasar Tegowanu dan Pasar Grobogan. Yakni, bangunan pasar yang lama diubah dengan konsep modern.

Renovasi Pasar Wirosari dilakukan dengan bantuan dana APBN 2018 senilai Rp 5,705 miliar. Pasca direnovasi, ada 135 pedagang yang bisa tertampung didalamnya.