Bupati Grobogan Sri Sumarni meminta seluruh OPD untuk segera menyusun kegiatan pembangunan 2020. Hal itu disampaikan bupati saat membuka Pelatihan Penyusunan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Grobogan Tahun 2020 di Hotel Kyriad Grand Master Purwodadi, Senin (28/1/2019).

“Saat kita sedang menyusun laporan pertanggungjawaban APBD 2018, dan mulai melaksanakan kegiatan tahun 2019. Kemudian, pada saat ini pula, kita juga harus mulai menyusun perencanaan pembangunan tahun 2020. Oleh sebab itu, seluruh OPD harus segera mempersiapkan perencanaan pembangunan untuk tahun depan,” tegasnya.

Menurut bupati, perencanaan adalah tahap awal dari siklus tahunan penyelenggaraan pemerintahan daerah yang harus dilaksanakan. Perencanaan ini menjadi tugas dari Bappeda selaku perencana daerah serta didukung para kasubag perencanaan dibawah koordinasi sekretaris OPD. Mereka ini merupakan garda terdepan dalam menyusun perencanaan daerah.

Oleh karena itu, bupati mendukung atas pelaksanaan pelatihan tersebut. Dengan harapan peserta jadi lebih paham, tidak hanya sekedar sebagai operator saja. Tetapi bisa menjadi nara sumber dari OPD masing-masing dalam menyusun perencanaan yang baik dan benar, sesuaim ekanisme yang berlaku.

Lebih-lebih penyusunan perencanaan untuk tahun 2020 akan digunakan dua aplikasi. Yaitu pengembangan e-planning Batang dan Simda Perencanaan BPKP.

“Perencanaan ini menjadi salah satu kunci keberhasilan pembangunan daerah. Jadi dalam membuat perencanaan ini harus dilakukan dengan cermat,” kata mantan Ketua DPRD Grobogan itu.

Bupati menegaskan, tahun 2020 adalah tahun keempat RPJMD Kabupaten Grobogan 2016-2021. Untuk mendukung tercapainya Visi RPJMD, tema pembangunan Tahun 2020 adalah “Peningkatan Kualitas Sumberdaya Aparatur, Untuk Memperkuat Kualitas Pelayananan Publik di Berbagai Bidang, Terutama Pendidikan dan Kesehatan”.

Untuk mewujudkan tema tersebut, dan sesuai arah kebijakan serta prioritas pembangunan tahun 2020, ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian. Antara lain, aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Grobogan lebih profesional dalam memberikan pelayanan pada masyarakat. Di samping itu, seluruh OPD diminta fokus dan mendukung terwujudnya arah kebijakan dan prioritas pembangunan tersebut.

agar perencanaan dan penyusunan kegiatan harus selaras dengan kebijakan dan prioritas pemerintah di atasnya, yakni Pemerintah Provinsi maupun Pusat. Pasalnya, keberhasilan pembangunan Grobogan sangat bergantung dengan provinsi dan pusat.

‘’Selama ini, Grobogan mendapatkan dukungan, program dan kegiatan bantuan dari pusat maupun provinsi. Dengan begitu, dapat membantu percepatan pembangunan di Grobogan. Sinergitas dan kemudahan ini terwujud karena adanya koordinasi dan komunikasi yang baik,” jelasnya.