Setelah disosialisasikan akhir tahun 2018 lalu, fasilitas nomor tunggal layanan panggilan darurat atau call center 112 resmi diluncurkan mulai Kamis (31/1/2019). Bupati Grobogan Sri Sumarni secara resmi melakukan launching nomor tunggal panggilan darurat 112 di pendapa kabupaten.

Hadir dalam acara ini, Dirjen Penyelenggara Pos dan Informatika Kemenkominfo RI yang diwakili Kasi Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Telekomunikasi Khusus Agung Setyo Utomo, dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah Riena Retnaningrum. Tampak pula jajaran FKPD, Sekda Grobogan Moh Sumarsono, Kepala Diskominfo Grobogan Wiku Handoyo dan sejumlah pejabat terkait.

Bupati Grobogan Sri Sumarni meminta agar instansi terkait menyiagakan operator selama 24 jam, setelah layanan 112 resmi diluncurkan. Dia juga meminta agar dilakukan koordinasi yang baik dengan instansi terkait lainnya, seperti dari pihak kepolisian, rumah sakit, dan pemadam kebakaran, dan lainnya.

“Kami berharap kerja sama dengan semua stakeholder dikoordinasikan dengan baik. Semoga, program ini bisa memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat Grobogan,” tegasnya.

Bupati menjelaskan, selain peningkatan pelayanan masyarakat, penyediaan layanan 112 dilakukan sebagai salah satu tindak lanjut gerakan menuju 100 Smart City. Dalam rencana utama yang telah disepakati, Pemkab Grobogan akan melaksanakan 10 Quick Win yang didalamnya terdapat layanan 112 tersebut.

“Layanan nomor 112 untuk panggilan darurat ini merupakan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan pada masyarakat. Dengan adanya layanan ini maka masyarakat cukup menghubungi nomor 112 jika dalam keadaan darurat. Saya minta semua kepala OPD dan camat untuk menyebarluaskan informasi ini pada masyarakat,” katanya.

Kasi Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Telekomunikasi Khusus Agung Setyo Utomo mengungkapkan, saat ini hampir semua kabupaten/ kota sudah memiliki layanan call center. Namun, kebanyakan masih menggunakan angka dengan digit yang banyak, sehingga sulit diingat. Dengan layanan panggilan darurat 112 mudah diingat masyarakat saat butuh tindakan darurat.

“Oleh sebab itulah, Kementerian mencoba meluncurkan layanan dengan nomor tunggal panggilan darurat 112. Nomor itu bisa diakses gratis, meski kondisi HP tidak ada pulsa atau terkunci,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jawa Tengah Riena Retnaningrum menambahkan, Kabupaten Grobogan merupakan daerah ketiga di Jateng dank e-29 di Indonesia yang memiliki call center darurat 112. Sebelumnya, Kota Semarang dan Surakarta yang sudah memilikinya.

“Kami mengapresiasi diluncurkannya call center darurat 112 di Kabupaten Grobogan ini. Semoga 32 kabupaten/ kota lainnya segera menyusul punya layanan 112,” katanya.